Goodbye Ole (Memang Sudah Tidak Layak Menangani MU)

Apa yang dinantikan oleh fans Manchester United (MU) di seluruh dunia akhirnya terjadi. Bukan soal kemenangan MU yang memang langka terjadi belakangan ini tetapi justru keputusan pemberhentian Ole Gunnar Solskjaer sebagai manager MU.

Sejumlah media termasuk pakar transfer Fabrizio Romano mengkonfirmasi bahwa MU dan Ole telah sepakat untuk mengakhiri kerjasama usai kekalahan telak 1-4 di kandang Watford. Hmmm, fans MU mungkin harus berterimakasih pada Ranieri (manager Watford) karena kekalahan ini akhirnya menjadi ketok palu berakhirnya masa Ole di Old Trafford.

Menurut saya, dengan hasil buruk dalam 7 laga terakhir di Liga Inggris, memang tidak ada alasan lagi bagi Ole untuk bertahan menangani MU. Berbekal skuad yang bagus, MU kalah 5 kali dalam 7 laga terakhir di Premier League, termasuk 2 kekalahan di kandang sendiri dari rival utama Liverpool dan Man City.

Kekalahan telak dari klub "sekelas Watford" semakin mengkonfirmasi bahwa Ole memang bukan sosok yang tepat menangani tim dengan skuad bagus dan target tinggi seperti MU.

Kalo selama ini fans Ole selalu menggaungkan kalimat sakti "percaya pada proses" maka hal itu sudah tidak sakti lagi. Ole sudah menangani MU sejak Desember 2018 dan tidak ada satupun trofi juara yang dipersembahkannya bagi MU.

Padahal jika dicermati, skuad MU yang dimilikinya tergolong bagus namun kinerja Ole tidak kunjung berbuah prestasi selain nyaris juara di Liga Inggris dan Europa League. Benar-benar tidak ada yang bisa menjadi kuncian untuk tetap memegang jabatan manager MU.

Bahkan bila dibandingkan dengan 2 manager MU sebelum Ole yakni Louis Van Gaal dan Jose Mourinho, pria Norwegia kesayangan Sir Alex Ferguson ini tidak ada apa-apanya dalam hal prestasi.

Louis Van Gaal masih sempat membawa MU juara FA Cup. Jose Mourinho lebih dahsyat lagi dengan torehan Piala Liga Inggris dan Europa League.

Keputusan Ole dan MU untuk berpisah adalah keputusan yang sudah tepat. Jika dicermati cara bermain MU belakangan ini memang mentok, seperti Ole tidak tahu mau bagaimana lagi mengutak-atik strategi untuk Ronaldo dkk.

Mendatangkan pelatih yang memiliki rekam jejak prestasi yang bagus adalah opsi terbaik untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ole. Meski cara ini terbukti tidak benar-benar berhasil dalam diri Van Gaal dan Mourinho tapi setidaknya mereka meninggalkan kenangan trofi juara bagi MU.

Goodbye Ole, semoga sukses di karir berikutnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.