Menguji Kesabaran MU Kepada Ole

Seperti yang sudah diduga, kekalahan telak 0-5 MU dari Liverpool membuat pemberitaan seputar nasib Ole Gunnar Solskjaer kembali memanas. Sampai kapan MU mau bersabar dengan Ole?
Kalau bersabar itu ada batasnya, apakah ini batas yang dimaksud?. Saya sendiri berpikir bahwa kekalahan memalukan di kandang sendiri dari rival abadi memang sulit dimaafkan tetapi bukanlah akhir dari segalanya.

MU sekali lagi diingatkan agar mau bersabar dengan Ole Gunnar Solskjaer sebagaimana mereka dulu mau bersabar dengan Sir Alex Ferguson. Bukan hal yang mudah untuk melakukan itu tapi sejarah sudah membuktikan apa yang terjadi bila mereka mau bersabar.

Jangan lupakan bahwa dimasa kepelatihan Sir Alex, MU juga pernah dibantai dengan skor telak. Bedanya manajemen MU saat itu mau bersabar dan tidak "grasa grusu" bahas isu pemecatan.

Pada 20 Oktober 1996, MU dibantai 5-0 oleh Newcastle United. Apakah manajemen MU membahas pemecatan Fergie kala itu? Tidak. Tim tetap berjalan dan diakhiri musim MU malah juara Liga Inggris.

Pada 2011, MU bahkan dipermalukan dikandang sendiri oleh Man City dengan skor telak 1-6. Apakah Sir Alex lantas diusik dengan isu pemecatan? Tidak. Tim tetap lanjut dan diakhir musim MU hanya kalah selisih gol di posisi runner up dan pada musim berikutnya ganti menjadi juara Liga Inggris.

Hal serupa dengan Ole sesungguhnya sudah pernah terjadi. Pada awal musim lalu Bruno Fernandes dkk dibantai dengan skor telak 1-6 di kandang sendiri dari Tottenham Hotspurs. Apakah Ole kemudian dipecat? Tidak. Tim terus lanjut bersama Ole dan diakhir musim MU jadi runner up Liga Inggris dan mentas di partai final Europa League.

Saya termasuk yang masih sulit menerima tim dengan kualitas skuad seperti MU saat ini masih tidak tampil menjanjikan. Tapi disisi lain saya masih percaya bahwa manajemen MU harus tetap memberikan kesempatan kepada Ole.

Kedatangan 3 pilar baru yakni Raphael Varane, Jadon Sancho dan Cristiano Ronaldo membutuhkan waktu untuk menyatu dalam tim dan Ole tentu perlu diberikan kesempatan mengintegrasikan pemain-pemain ini kedalam tim.
Rasanya keputusan paling fair saat ini adalah membiarkan Ole tetap memimpin tim setidaknya sampai pertengahan musim. Bila di Januari nanti MU berada di luar 4 besar klasemen maka barulah manajemen MU perlu mempertimbangkan pemberhentian Ole. 

Untuk saat ini lebih baik biarkan pria Norwegia dan juga legenda MU ini terus bersama tim. Kekalahan dari Liverpool memang menyakitkan tetapi bukan akhir dari segalanya. Sejarah panjang MU sudah membuktikannya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.