Bedah Formasi 3-4-1-2 MU : Nah, Begini Dong Ole

Manchester United (MU) berhasil merespon kekalahan telak dan memalukan 0-5 dari Liverpool dengan baik. Bertanding di markas Tottenham Hotspurs, MU menang telak 3-0. Apa kunci kemenangan MU?

Kekalahan memalukan dari Liverpool pekan lalu memang menampar keras Ole Gunnar Solskjaer yang menyatakan kekalahan itu sebagai momen terburuknya selama menangani MU. Perubahan adalah sesuatu yang sangat dinantikan dari MU usai laga mimpi buruk itu.
Perubahan yang paling mendasar langsung tersaji ketika MU melawat ke kandang Spurs. Untuk pertamakalinya musim ini, MU memainkan formasi 3 bek dalam balutan 3-4-1-2.

Ole secara drastis meninggalkan pakem penyerang tunggal dalam formasi 4-2-3-1 yang sekian lama diterapkannya di MU. Alhasil untuk pertama kalinya kita melihat MU bermain dengan duet striker Edinson Cavani dan Cristiano Ronaldo.

Di lini belakang, kita juga bisa melihat pertamakalinya MU menurunkan ketiga bek utama mereka yakni Viktor Lindelof, Harry Maguire dan Raphael Varane. Ketiganya dilapis duet McTominay dan Fred di tengah, Luke Shaw dan Wan Bissaka di sayap dengan Bruno Fernandes menjadi penyerang lubang di belakang duet Cavani Ronaldo.

Bagaimana hasilnya?
Well, kita sama-sama melihat bagaimana MU bermain sangat efektif saat meraih kemenangan telak 3-0 atas Tottenham Hotspurs. Sejujurnya, menurut saya inilah penampilan paling solid MU sepanjang musim ini.

Dengan formasi 3-4-1-2 MU tampak berhasil memaksimalkan potensi terbaik mereka disetiap lini. Sesuatu yang jarang terlihat ketika Ole menerapkan formasi 4-2-3-1 yang monoton dan membosankan itu.

Trio bek MU bermain solid menghalau serangan Spurs. Nyaris tidak ada serangan yang benar-benar membahayakan gawang MU. Spurs dipaksa sebatas meneror pertahanan tanpa mampu membuat De Gea bekerja sangat keras.

Solidnya pertahanan MU juga terbantukan kinerja lini tengah mereka. Luke Shaw dan Wan Bissaka tampak sangat menikmati peran mereka di sayap. Keduanya memainkan role bertahan dan menyerang dengan nyaman. Kondisi yang membuat sayap MU lebih hidup.

Fred dan McTominay pun mampu memainkan peran penyeimbang di lini tengah. Kolaborasi keduanya dengan Bruno Fernandes di posisi gelandang serang membuat lini tengah MU berhasil menginisiasi dengan baik 3 pergerakan yang berbuah gol bagi MU.

Secara statistik, Bruno Fernandes dkk memang kalah statistik berbagai sisi tapi siapa yang peduli? Toh pada akhirnya mereka memenangkan laga, plus dengan skor telak dan cleansheet.

MU kalah penguasaan bola, jumlah dan akurasi umpan tapi berhasil mendikte Spurs dengan jumlah ancaman lebih banyak ke arah gawang.
Spurs melesakkan 9 ancaman ke gawang dan tak ada satupun yang benar-benar mengarah ke gawang. Bandingkan dengan MU yang melepaskan 10 ancaman dengan 4 diantaranya memaksa Hugo Lloris bekerja keras. Well, 3 diantaranya menjadi gol bagi MU.

Efektivitas ini tentu terjadi berkat penerapan formasi 3-4-1-2 yang untuk pertamakalinya diterapkan Ole musim ini menggantikan formasi 4-2-3-1 yang memang terlalu mudah ditebak lawan.

Dengan hasil ini, bisa jadi kedepannya MU akan mulai mempatenkan formasi 3-4-1-2 sebagai formasi utama mereka. Dan itu artinya kita akan semakin sering melihat aksi duet striker Cavani dan Ronaldo di lini depan MU. Duet yang langsung bikin 2 gol di kesempatan perdana duet mereka.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.