Spurs Seharusnya Mau Bersabar Dengan Jose Mourinho

Untuk kesekian kali dalam karirnya, Jose Mourinho mengalami pemecatan. Terbaru, pelatih berjuluk "The Special One" itu diberhentikan dari kursi pelatih Tottenham Hotspurs. Apa yang salah dengan Mourinho?

Photo : Goal

Mungkin ulasan ini bersifat subjektif namun saya melihat rata-rata klub yang memecat Mourinho terjangkiti penyakit tidak sabaran. Yah, tidak sabar menunggu hasil.

Mourinho pertama kali mendapatkan pemecatan di periode keduanya menangani Chelsea. Sebelumnya bersama Porto, Chelsea (periode pertama), Inter Milan dan Real Madrid, Jose Mourinho tidak dipecat melainkan bersepakat untuk mengundurkan diri.

Balik ke soal pemecatan. Pisah paksa di periode kedua bersama Chelsea adalah kisah tidak sabaran pertama yang menimpa Mourinho. Ironisnya, klub London itu memecat Mourinho usai musim sebelumnya membawa The Blues juara Liga Inggris.

Usai diberikan kontrak baru dan digadang-gadang menjadi "Sir Alex" di Stamford Bridge, nyatanya manajemen Chelsea ga sabaran melihat John Terry dkk terpuruk di pertengahan musim ketiga Mourinho. Chelsea lupa bahwa Mourinho juga manusia biasa yang membutuhkan proses untuk membangun tim hebat. 

Perhatikan kiprah Mourinho bersama Real Madrid. Didatangkan pada 2010 untuk menaklukkan Barcelona, Mourinho hanya bisa memenangkan Copa Del Rey di musim perdana. Real Madrid bersabar dan di musim kedua Mourinho sukses membungkam Barca terbaik sepanjang masa yang ditangani Pep Guardiola.

Kisah serupa berulang di periode kedua bersama Chelsea. Kembali ke London pada 2013, Mourinho tidak langsung membawa Chelsea juara Liga Inggris. Masih mau bersabar, Chelsea merasakan manisnya gelar Premier League pada musim kedua. Sayang balik ga sabaran di musim ketiga.

Bersama MU, Mourinho juga gagal membawa Pogba dkk juara Liga Inggris di musim perdana tahun 2016. Meski demikian, Mourinho sukses membangun mental juara dengan meraih juara Piala Liga Inggris dan Europa League.  Di musim kedua, MU sukses jadi pesaing utama Man City yang meraih gelar juara. Sayang di musim ketiga MU ga sabaran dan memecatnya.

Photo : Sportskeeda
Terkini, Tottenham Hotspurs memecat Mourinho hanya beberapa hari jelang Harry Kane dkk akan melakoni partai final Piala Liga Inggris 2021. Sebuah keputusan tergesa-gesa?

Menurut saya iya. 
Mourinho memang dipastikan gagal membawa Spurs bersaing untuk gelar juara Liga Inggris musim ini dan bahkan terancam gagal lolos Liga Champions musim depan.

Namun jika manajemen Spurs mau bersabar, Mourinho sejatinya masih punya peluang membawa tim itu lolos ke Europa League musim depan dan meraih trofi juara perdana setelah sekian tahun Spurs puasa gelar juara, meski itu hanya trofi Piala Liga Inggris.

Atau jangan-jangan dipecatnya Mourinho sejalan dengan isu yang beredar bahwa pria Portugal itu dipecat karena menolak Spurs terlibat dalam Liga Super Eropa? Hmmm

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.