Ulas Milan vs Inter 0-3 : Romagnoli Jadi Tersangka Utama

AC Milan kalah dari Inter Milan jelas bukan hal yang baru, tetapi kekalahan telak 0-3 Milan dalam derby Milan pada Minggu (21/2/2021) tetap terasa mengejutkan.

Photo : Calciomercato
Pasalnya, sudah cukup lama Inter dan Milan tidak melakoni derby dalam kondisi sama-sama berburu Scudetto. Keduanya berdampingan di posisi pertama dan kedua klasemen dengan hanya berselisih 1 poin sehingga wajar jika publik khususnya Milanisti mengharapkan laga yang ketat.

Well, sebenarnya secara statistik laga memang berjalan dengan ketat tetapi tidak demikian dengan skornya. Milan kalah telak 0-3 dan jelas ada yang salah disini.

Ini mungkin menjadi analisa yang agak subjektif dari saya tetapi fakta di atas lapangan sulit untuk diabaikan. Milan sejatinya bertarung ketat melawan Inter tetapi lini belakang mereka sangat rapuh pada laga ini.

Bayangkan saja, Milan memenangkan 60% penguasaan bola dibanding 40% milik Inter. Meski demikian, Inter unggul 16 percobaan serangan berbanding 14 milik Milan. Serunya, kalah dalam percobaan serangan, Milan unggul serangan ke arah gawang sebanyak 8 berbanding 6.

Artinya, Milan sebenarnya tidak kalah-kalah amat di laga ini. Berkaca dari statistik, hasil seri sebenarnya layak untuk kedua tim, atau jikalau ada yang kalah maka tidak sepatutnya kalah telak.

Adalah lini pertahanan Milan yang jadi biang kekalahan ini. Lebih spesifik lagi menyebutkan nama Alessio Romagnoli. Kapten dan bek tengah Milan ini sekali lagi memperlihatkan bahwa dirinya tidak pantas disandingkan dengan bek-bek legendaris Milan seperti Maldini, Baresi, Nesta dan Thiago Silva.

Romagnoli ikut andil dalam 3 gol Inter ke gawang Milan. Pada gol pertama, kapten Milan itu gagal menutup ruang yang ditinggalkan Theo di sisi kiri. Pun makin parah ketika dirinya gagal mencegah Lukaku mengirimkan umpan cantik untuk gol pertama Lautaro Martinez.

Pada gol kedua, bek bernomor punggung 13 milik Nesta yang legendaris di Milan itu gagal menutup pergerakan Lautaro saat menyambut umpan dari sisi kiri pertahanan Milan. Sampai disini, saya makin berpikir keras kenapa bek ini bisa terus menjadi bek utama Milan?

Gol ketiga Inter dari Romelu Lukaku adalah pertunjukan nyata lemahnya Romagnoli di posisi bek utama Milan. Beradu lari dalam duel satu lawan satu dengan Lukaku, Romagnoli kalah cepat dan gagal menahan Lukaku melesakkan tendangan untuk gol ketiga Inter. Tepok jidat melihat kapten Milan digituin penyerang Inter.

Photo : Pianeta Milan
Sepakbola memang permainan tim dan tidak sepantasnya menumpukkan kesalahan pada satu personal saja. Akan tetapi apa yang dipertontonkan Romagnoli dalam mengawal lini pertahanan Milan sangat patut dikritisi.

Sebagai bek utama berlabelkan kapten tim, performa Romagnoli sudah sering dijadikan bahan celaan fans Milan. Simon Kjaer yang sering berduet dengannya bahkan dianggap lebih pantas menjadi sosok yang menonjol di lini pertahanan.

Lini serang dan tengah Milan sudah melakukan yang bisa mereka lakukan dalam derby ini. Jumlah shoot on goal Milan lebih banyak daripada Inter. Pun penguasaan bola dan jumlah operan dimenangkan gelandang-gelandang Milan.

Adalah ketangguhan lini pertahanan Inter saja yang menjadikan Milan gagal mencetak gol. Terutama di awal babak kedua ketika Handanovic melakukan 3 penyelamatan beruntun yang luar biasa.

Ketangguhan lini pertahanan inilah yang menjadi kunci Inter menaklukkan Milan dengan 3 serangan balik mematikan. Ketangguhan lini belakang yang tidak dimiliki Milan dalam laga ini. Salahsatunya karena buruknya kinerja sang kapten Alessio Romagnoli.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.