AS Roma, Mengapa Terburu-buru Mengganti Pelatih?

AS Roma menambah panjang daftar klub yang tidak sabaran menunggu proses sebuah tim berkembang. Dilansir dari Football Italia, klub Ibukota Italia itu sudah mencapai kesepakatan mempercayakan tim kepada Massimiliano Allegri menggantikan Paulo Fonseca.

Photo : Football Italy

Mantan juru taktik Juventus dan AC Milan itu baru akan melatih tim musim depan dan kabarnya dibarengi syarat AS Roma harus lolos ke Liga Champions. Sebuah kesepakatan yang aneh.

Bukankah bila Roma berhasil masuk 4 besar musim ini dan lolos ke Liga Champions musim depan adalah pertanda kinerja tim bagus? Pelatih Roma saat ini, Paulo Fonseca tidak bisa dikatakan buruk performanya.

Pria yang membawa Shakhtar Donetsk menguasai Liga Ukraina selama 3 musim beruntun sebelum datang melatih Roma itu langsung bikin hasil positif. Musim lalu AS Roma dibawanya menempati posisi 5 klasemen akhir musim setelah di musim sebelumnya berakhir di posisi 6.

Musim ini pun AS Roma masih terlihat menjanjikan. Skuad asuhan Fonseca saat ini berada di posisi 3 klasemen di bawah dua Milan dan Inter serta hanya berjarak 6 poin dari posisi Scudetto.

Roma ditangan Fonseca memang tersingkir dari Coppa Italia, tapi hey bung, ketika timmu masih berada dalam radar perburuan scudetto maka Coppa Italia bukanlah sesuatu yang istimewa.

Jangan lupakan bahwa Roma musim ini berada di atas Juventus dan Lazio. Dua rival yang biasanya berada di atas mereka.

Menimbang situasi ini maka keputusan Roma menunjuk Allegri menggantikan Fonseca menangani tim ibukota itu musim depan bisa dikatakan terburu-buru.

Photo : Reuters

Kabar bahwa Fonseca diberhentikan karena berseteru dengan kapten tim Edin Dzeko juga terlalu kekanak-kanakan untuk dijadikan alasan memberhentikan pelatih yang terbukti membuat tim lebih baik.

AS Roma mungkin akan menyesali keputusan mereka mengumumkan penunjukan pelatih baru disaat tim mereka masih berpeluang berburu Scudetto. Fonseca layak untuk setidaknya dibiarkan bekerja dengan tenang sampai akhir musim untuk kemudian diputuskan gagal atau tidak.

Sayang sekali manajemen AS Roma tidak melakukan itu. Sayang sekali.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.