MU Tersingkir Dari Liga Champions, Goodbye Ole Atau Ole Stay?


Apakah kegagalan MU lolos dari fase grup Liga Champions menjadi pertanda kuat kiprah Ole Gunnar Solskjaer membesut The Red Devils akan segera berakhir? Bagaimanapun, Ole kerap dianggap belum bisa mengangkat performa MU sebagaimana yang diharapkan. Masihkah MU memberikan waktu kepada Ole usai kegagalan ini?

Photo : New Indian Express

Skuad MU sejatinya bukan sekumpulan pemain abal-abal. Mereka punya kiper timnas Spanyol di bawah mistar gawang dan salahsatu bek utama timnas Inggris di depannya. Tetapi entah kenapa keberadaan De Gea dan Harry Maguire seperti belum menjamin ketangguhan lini pertahanan mereka.

Di lini tengah pun MU tidak kekurangan talenta. Ada Paul Pogba disana yang sayangnya sering terkendala cedera dan Covid 19 di musim ini. Skuad ini juga punya seorang Bruno Fernandes yang sudah beberapa kali unjuk gigi sebagai harta berharga MU di lini vital itu. Persis seperti halnya dulu ketika MU memiliki Paul Scholes.

Pun di lini depan. MU punya Marcus Rashford yang kian matang, anak muda masa depan Mason Greenwood dan legenda Uruguay Edinson Cavani. Masih kurang? Masukkan juga nama Anthony Martial, striker Prancis yang kalo lagi jago bisa bikin gol-gol ajaib ala Messi.

Gambaran skuad ini memperlihatkan bahwa MU sejatinya punya potensi untuk jadi tim yang hebat di tangan Ole. Yah, bersama Ole, bukan bersama manager baru. Ayolah MU, sampai kapan kalian terus merespon setiap kegagalan dengan pergantian di kursi kepelatihan?

Dulu David Moyes dianggap gagal meski berhasil membawa MU melaju sampai perempat final Liga Champions di musim perdananya bersama The Red Devils. Buruknya performa di Liga Inggris jadi alasan kuat untuk mendepak pria Skotlandia pilihan Sir Alex Ferguson itu.

MU mengulangi keputusan yang sama kala memberhentikan Louis Van Gaal meski pelatih legendaris Belanda itu membawa MU memenangi FA Cup, trofi bergengsi pertama MU sejak ditinggal Sir Alex. Kegagalan MU lolos ke Liga Champions membutakan mata manajemen MU akan sukses di FA Cup dan progress yang sedang dibangun Van Gaal di Old Trafford.

Jose Mourinho sebagai penggantinya tidak luput dari keputusan buruk manajemen dalam hal kepelatihan. Pria Portugal itu padahal mempersembahkan trofi Piala Liga dan Europa League di musim perdananya. Pada musim kedua di Old Trafford, The Special One bahkan membawa MU bersaing cukup ketat dalam pertarungan perebutan gelar juara Liga Inggris dengan Man City. Sebuah pemandangan langka usai MU kehilangan sentuhan Sir Alex.

Photo : ManUtdTimes

Nah dengan Ole gagal membawa MU melangkah jauh di Liga Champions musim ini, apakah ketuk palu pemecatan segera akan ditentukan?. Menurut saya kali ini MU harus ekstra bersabar dengan pelatih mereka. Jangan ulangi kekeliruan yang sudah-sudah.

MU seharusnya sudah menjadi tim yang matang hari ini jika saja mereka mau bersabar dengan proses kebangkitan yang sedang dibangunkan oleh Van Gaal atau Mourinho, dua pelatih yang terbukti bisa menghadirkan trofi juara ke Old Trafford. Sayangnya manajemen MU kerap terburu-buru memberhentikan manager mereka pada setiap momen kegagalan.

MU bak lupa dengan sejarah kesabaran mereka pada Sir Alex yang berbuah sangat manis. Manager legendaris MU itu bukan manusia sempurna yang selalu membawa tim meraih kemenangan. Sir Alex pernah merasakan kekalahan telak bersama MU bahkan merasakan musim tanpa gelar. Namun kala itu manajemen MU percaya 10.000 persen dan tetap mempercayakan tim kepadanya.

Hal seperti ini memang akan terdengar beresiko jika diterapkan kepada Ole tetapi menurut saya masih sangat layak dicoba. Ole terbukti bisa membawa MU lolos ke Liga Champions di musim penuh pertamanya. MU juga masih kompetitif di Liga Inggris musim ini.

David De Gea bertengger di posisi 6 usai memainkan 10 laga alias 1 laga lebih sedikit daripada pemuncak klasemen Tottenham Hotspurs. Serunya, mereka hanya terpaut 5 poin dari posisi pertama yang berarti masih sangat terbuka peluang untuk bertarung dalam perebutan gelar juara Liga Inggris.

MU versi Ole juga tengah menjalani tren positif usai menjaga empat kemenangan beruntun di Liga Inggris. Deretan laga tanpa terkalahkan yang dibumbui aksi-aksi comeback luar biasa kala menaklukkan Southampton dan West Ham. Tidakkah ini terlihat menarik dan mengingatkan bahwa mental Fergie Time yang legendaris itu tengah merasuk dalam skuad asuhan Ole?

Ole masih layak memimpin MU meski ada nama Mauricio Pochettino yang menarik di luar sana. Ole layak untuk setidaknya dipertahankan sampai akhir musim. Jadi goodbye Ole atau Ole stay? Saya memilih Ole Stay.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.