Persik Kediri, Kuda Hitam Liga 1 2020?


Pada Liga 1 musim lalu, kita mendapati PSS Sleman sebagai tim kuda hitam. Klub promosi tersebut tampil luar biasa dan sempat bersaing di papan atas klasemen berkat tangan dingin Seto Nurdiantoro. Meski hanya berakhir di posisi 8 klasemen akhir musim, kiprah PSS Sleman jauh lebih baik daripada Semen Padang dan Kalteng Putra, dua tim promosi lain yang balik degradasi ke Liga 2.

Persik Kediri, calon kuda hitam Liga 1 2020 - Photo : Radar Kediri

Nah, di Liga 1 2020, siapa kandidat kuat tim kuda hitam? Satu yang pasti, jangan lagi masukkan nama PSS Sleman ke dalam daftar. Persiapan mereka yang amburadul usai pisah jalan dengan Seto Nurdiantoro dan ditinggal pelatih kepala yang baru beberapa hari jelang Liga 1 bergulir cukup jadi alasan bahwa tim ini kemungkinan besar sulit mengulang kiprah musim lalu.

Menyoal tim kuda hitam di Liga 1 2020, saya memilih Persik Kediri sebagai kandidat utamanya. Bersama Persiraja Banda Aceh dan Persita Tangerang, Persik Kediri adalah tim promosi dari Liga 2. Status ini tidak menyurutkan saya untuk tetap memilih Persik sebagai kandidat kuda hitam di Liga 1 musim ini.

Predikat tim kuda hitam sendiri disematkan kepada tim yang awalnya dianggap tidak akan bisa berbicara banyak dalam perjalanan kompetisi namun ternyata jadi tim yang beredar di papan atas klasemen. Biasanya kriteria tim seperti ini tidak jauh-jauh dari tim promosi serta punya komposisi skuad yang terbilang biasa saja.

Nah, Persik Kediri masuk kategori tersebut. Mereka adalah tim promosi dari Liga 2 dan komposisi skuadnya tidak bisa dikatakan mentereng. Meski demikian, Persik sudah menunjukkan kepantasannya sebagai kuda hitam Liga 1 2020 dalam dua laga perdana mereka.

Tim besutan Joko Susilo memang belum meraih satu pun kemenangan dalam dua laga perdana, tetapi mereka pun belum tersentuh kekalahan. Menjadi istimewa karena Persik Kediri menahan imbang dua tim yang masuk radar calon juara yaitu Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC
Bermain di kandang tim Bajul Ijo, Andri Ibo dkk memaksa tim tuan rumah bermain seri 1-1. Ini bukan hasil yang bisa diremehkan mengingat Persebaya adalah runner up Liga 1 musim lalu dan pertandingan digelar dihadapan ribuan bonek yang memadati stadion Gelora Bung Tomo. Tambahkan pula fakta bahwa Persebaya sebenarnya sedang dalam motivasi positif usai menjuarai Piala Gubernur Jatim 2020.

Hasil seri 1-1 kembali didapatkan Persik Kediri saat menjamu Bhayangkara FC. Sekilas Persik merugi karena kehilangan 2 poin di kandang sendiri, namun menyimak profil lawan yang berstatus juara Liga 1 2017 dan peringkat 3 musim lalu, hasil sama kuat ini memperlihatkan kapabilitas Persik untuk mengarungi persaingan di Liga 1 2020.

Keberhasilan tim kesayangan masyarakat Kediri tersebut menahan seri tim peringkat 2 dan 3 Liga 1 musim lalu merupakan sinyal kepantasan Persik Kediri menyandang predikat kandidat kuat tim kuda hitam musim ini. Bagaimanapun Persik adalah tim terbaik di Liga 2 musim lalu alias juara Liga 2 2019.

Persik Kediri juara Liga 2 2019 - Photo : Tribunnews

Status juara Liga 2 juga bisa menjadi motivasi sejarah bagi Persik. Tim berjuluk Macan Putih ini pernah dua kali menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2003 dan 2006. Uniknya, gelar juara pada tahun 2003 dimenangkan saat Persik berstatus sebagai tim promosi. Ya, Persik kala itu bertarung di Liga 1 2003 (waktu itu bernama Liga Indonesia) membawa status sebagai juara Liga 2 2002 (waktu itu bernama Divisi Satu).

Mungkinkah terjadi dejavu? Mungkin saja. Tengok perjalanan Persik hingga berada di Liga 1 2020 saat ini. Tim yang pernah dibela Christian El Loco Gonzales ini meraih gelar juara Liga 3 2018 untuk promosi ke Liga 2. Berstatus tim promosi, Persik kemudian lanjut menjuarai Liga 2 2019 untuk promosi ke Liga 1. Artinya tim ini sedang berada dalam rentetan performa yang bagus.

Di kursi kepelatihan Persik Kediri memang terjadi perubahan saat Joko Susilo ditunjuk jadi pelatih baru menggantikan Budiarjo Thalib. Namun rasanya perubahan tersebut tidak mempengaruhi kualitas Persik berkat keberadaan beberapa pemain lama seperti Septian Bagaskara, Bayu Otto, Eka Prasetya sampai Galih Febrian. Pengalaman Joko Susilo menjadi pelatih Arema di kompetisi Liga 1 bisa menjadi modal berharga bagi tim promosi seperti Persik Kediri mengarungi persaingan.

Hasil seri melawan Persebaya dan Bhayangkara FC, dua tim papan atas Liga 1 musim lalu dan kandidat juara musim ini adalah sinyal bahwa Persik Kediri adalah kuda hitam yang wajib diwaspadai tim-tim lain. Bahkan jika bisa mengulang sejarah tahun 2003 dan meneruskan tren juara di tiap level Liga sejak 2018, kuda hitam ini mungkin tidak hanya mentas di papan atas tetapi juga menjadi yang teratas alias juara.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.