Lini Pertahanan Paling Buruk, Wajar Jika Perseru Degradasi


Sepakbola adalah urusan mencetak gol atau kebobolan gol. Sebuah tim berusaha mencetak gol sebanyak mungkin dan berusaha agar jangan sampai kebobolan demi meraih kemenangan. Jangan berbicara soal kemenangan jika salahsatu urusan tersebut tidak berjalan dengan baik. Demikian kiranya yang dialami Perseru Badak Lampung.

Akbar Tanjung dan koleganya tidak dalam kondisi baik-baik saja dengan urusan mencegah gawang mereka kebobolan. Sampai jelang Liga 1 2019 berakhir, Perseru Badak Lampung tercatat sebagai tim dengan pertahanan terburuk. Klub kebanggaan masyarakat Lampung tersebut sudah kebobolan sebanyak 59 kali.

Buruknya kinerja lini pertahanan mereka kemudian berimbas pada performa Perseru Badak Lampung di klasemen Liga 1 2019. Skuad asuhan Milan Petrovic terdampar di zona degradasi dan sudah sangat sulit untuk diselamatkan. Perseru Badak Lampung kini menatap Liga 2 untuk musim depan.

Perseru Badak Lampung punya lini pertahanan buruk - Photo : Bola Tempo

Kerapuhan lini pertahanan Perseru juga berjalan seirama dengan kinerja lini depan mereka. Total 34 gol yang sudah dilesakkan memang bukan yang terburuk tapi tetap saja terhitung parah. Jika disandingkan dengan kinerja buruk lini pertahanan maka selisih gol yang dimiliki Perseru Badak Lampung adalah -25, dan ini lagi-lagi adalah catatan selisih gol terburuk dari seluruh kontestan Liga 1 musim ini.

Pada akhirnya statistik sangat buruk ini dipengaruhi oleh kerapuhan di lini pertahanan. Contoh terakhir tersaji kala Perseru Badak Lampung kalah di kandang sendiri dari Bhayangkara FC pada Kamis (12/12/2019). Sempat unggul 2-1 sampai satu jam laga berjalan, lini belakang Perseru memperlihatkan penyakit mereka musim ini yaitu mudah kebobolan. Bhayangkara FC mencetak dua gol pada menit 63 dan 82 untuk menyudahi laga dengan skor 3-2 untuk tim tamu.

Degradasi tampaknya jadi “hukuman” setimpal atas buruknya lini pertahanan klub yang tadinya bermarkas di Serui, Papua tersebut. Turun kasta ke Liga 2 akan membuka mata mereka bahwa urusan mencegah gawang agar tidak kebobolan tidak kalah pentingnya dengan urusan mencetak gol.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.