Jelang Lawan Persib, Arema Rapuh Di Belakang Dan Mengkuatirkan Di Depan


Dalam sepakbola, tujuan bertanding tidak akan jauh-jauh dari memperkuat lini pertahanan agar tidak kebobolan dan mengasah lini serang agar bisa membobol gawang lawan. Oleh karena itu sah bila dikatakan lini pertahanan dan penyerangan adalah dua lini krusial. Dua lini yang tengah bikin was-was Aremania.

Tim Singo Edan ditinggal absen dua pemain kunci di lini pertahanan dan lini serang. Di lini pertahanan, Arema kehilangan Hamka Hamzah yang kena akumulasi kartu kuning. Sebuah kehilangan besar karena pria 35 tahun itu adalah komandan lini belakang sekaligus kapten Arema.

Tidak hanya krusial karena peran sebagai kapten tim, Hamka juga punya peran strategis. Hamka adalah pemain dengan menit bermain terbanyak kedua setelah Makan Konate. Dicatatkan Soccerway, pemain yang memerankan posisi Stopper itu sudah melahap 2070 menit bermain dari 23 laga. Sosoknya akan sangat dirindukan lini pertahanan Arema.

Dedik Setiawan dibekap cedera parah - Photo : Top Skor

Cerita serupa menimpa lini serang Arema. Tim kebanggaan kota Malang tersebut ditinggal absen Dedik Setiawan. Penyerang berusia 25 tahun itu menderita cedera parah otot ligament putus dan bagian otot robek di lutut. Cedera yang menamatkan perjalanan Dedik di Liga 1 2019 karena usai operasi pada Kamis (7/11/2019), tim Dokter memastikan dirinya baru bisa kembali pulih pada awal musim depan.

Seperti halnya Hamka Hamzah krusial di lini belakang, Dedik Setiawan pun memiliki peran penting di lini serang Arema. Soccerway mencatatnya sebagai penyerang tertajam kedua tim Singo Edan musim ini. Dedik sudah menyumbang 7 gol, hanya kalah dari 15 gol Makan Konate. Hebatnya, Dedik melakukan itu dengan menit bermain lebih sedikit daripada Konate dan penyerang lain seperti Comvalius dan Kayame.

Arema punya tantangan besar merespon kehilangan dua pilar di lini belakang dan depan. Tugas pemain-pemain lain di lini tersebut menjawab tantangan yang ada untuk memastikan lini belakang tetap tangguh dan lini serang tetap tajam. Mampukah?

Tulisan ini juga dimuat di www.pasukanmaung.id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.