Indra Sjafri Adalah Kunci Untuk Mengakhiri Puasa Emas Sepakbola Sea Games


“Saya sudah membentuk dua generasi U19, generasi Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri. Ini akan bergabung, puzzle yang hilang dan ini saya rangkai”. Demikian pernyataan pelatih timnas U23 Indonesia Indra Sjafri seperti dikutip dari Kumparan mengenai skuad yang akan bertarung memburu emas sepakbola Sea Games 2019.

Indra Sjafri mengorbitkan Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri - Photo : Inews

Timnas U23 yang turun berlaga di Sea Games Filipina memang berisikan pemain-pemain binaan Indra Sjafri sejak di timnas U19. Meski sudah menangani timnas di level U16 dan U17, sosok Indra Sjafri baru melejit ketika membawa timnas U19 generasi Evan Dimas menjuarai AFF Cup 2013. Gelar itu menjadi trofi juara pertama timnas sepakbola Indonesia sejak keberhasilan memenangkan emas Sea Games 1991.

Gaya permainan skuad asuhan Indra Sjafri yang mengedepankan umpan-umpan pendek disertai pergerakan pemain yang cair menjadi sebuah kontradiktif dengan umpan-umpan lambung nan jauh yang kerap dipertontonkan timnas kala itu. Seketika publik pencinta sepakbola nasional jatuh hati pada racikan Indra Sjafri.

Cinta semakin membara ketika Indra Sjafri menuntun Evan Dimas dkk lolos ke Piala Asia U19 2014 dengan epik usai menaklukkan tim kuat Korea Selatan. Tim yang sama memang gagal berbicara banyak di Piala Asia U19 tetapi apresiasi pada anak asuh Indra Sjafri tidak luntur. Sejumlah alumnus timnas U19 seperti Evan Dimas, Zulfiandi, Hansamu Yama, Putu Gede sampai Ilham Udin malang melintang di Liga Indonesia dan rutin mengisi skuad timnas senior.

Selepas era Evan Dimas, Indra Sjafri dipercaya menangani Bali United. Jika patokannya pada gelar juara atau posisi di klasemen, kinerjanya disana tidak bisa dikatakan bagus namun juga tidak bisa dikatakan buruk. Sampai kemudian Indra kembali ke habitatnya, menangani timnas usia muda.

Menangani timnas U19, Indra Sjafri bak bertemu dengan jodohnya. Jika tahun 2013 Indra Sjafri menelurkan nama-nama Evan Dimas, Hansamu Yama, Zulfiandi dan masih banyak lagi maka kali ini giliran Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam, Firza Andika, Feby Eka Putra dan rekan-rekannya sebagai talenta muda yang mencuat ditangan Indra Sjafri.

Meski gagal mengulangi prestasi generasi Evan Dimas menjuarai AFF Cup U19 (kalah dari Malaysia U19 di babak semifinal), tetapi generasi Egy Maulana Vikri bikin pencapaian lebih baik di Piala Asia U19 dengan lolos sampai perempat final alias nyaris tembus ke Piala Dunia U20. Adalah juara bertahan Jepang yang susah payah menundukkan Egy dkk kala itu.

Tangan dingin Indra Sjafri makin dingin ketika generasi Egy yang sudah naik kelas ke level U22 menjadi juara AFF Cup U22. Sebuah pencapaian luar biasa ketika seorang pelatih lokal mampu membawa timnas U19 dan U22 menjadi raja di kawasan Asia Tenggara.

Ini pula yang menjadi alasan kuat saya untuk meyakini bahwa Indra Sjafri sesungguhnya adalah satu-satunya orang yang bisa menyatukan kepingan puzzle yang dibutuhkan dalam upaya meraih kembali emas sepakbola Sea Games. Seperti pernyataan di awal tulisan ini, Indra adalah sosok yang merangkai dua generasi juara timnas muda di Asia Tenggara, generasi Evan Dimas dan generasi Egy Maulana Vikri.

Indra Sjafri adalah “Ayah Sepakbola” bagi generasi Evan Dimas dan Egy. Dua generasi yang kini berpadu dalam skuad timnas U23 di sepakbola Sea Games 2019. Indra Sjafri seperti sedang menjemput takdirnya untuk mengakhiri puasa emas sepakbola Sea Games yang sudah berlangsung selama 28 tahun.

Indra Sjafri bersama Egy Maulana Vikri - Photo : Suara Com

Indra memupuk skuad saat ini sejak 2013 kala membina generasi Evan Dimas. Indra juga yang menyiapkan padanan generasi Evan Dimas dalam diri Egy dkk. Hasilnya sudah terlihat di laga perdana pada Selasa (26/11/2019). Timnas U23 yang berisikan dua generasi raja muda Asia Tenggara menundukkan juara bertahan Sea Games, Thailand dengan skor 2-0. Kebetulan? Tidak.

Kemenangan atas Thailand adalah sebuah sinyal kuat bahwa timnas U23 yang berisikan Evan Dimas, Zulfiandi, Egy Maulana Vikri sampai Saddil Ramdani dkk berpotensi besar menuntaskan penantian emas Sea Games sejak 1991. Ini adalah tim berisikan anak-anak muda yang mungkin tanpa disadari telah disiapkan sejak 2013, dimana Indra Sjafri ditakdirkan sebagai pelatih mereka.

Indra Sjafri sangat memahami karakter Evan Dimas, Egy dkk. Sebaliknya, para pemain pun paham cara bermain yang diinginkan Indra Sjafri berkat kebersamaan sejak usia 19 tahun. Mereka pernah menang dan kalah bersama Indra Sjafri. Mereka pernah menjadi raja di Asia Tenggara dibawah asuhan Indra Sjafri pada generasinya masing-masing. Dan kini dua generasi ini bersatu dalam satu tim, siap untuk menjadi raja Asia Tenggara bersama-sama lewat emas sepakbola Sea Games 2019.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.