Ketika Milanisti Dipaksa Mencintai Pioli


Apa yang dirasakan fans AC Milan saat ini adalah campur aduk. Senang sekaligus sedih. Milanisti bersenang karena AC Milan memutuskan hubungan kerjasama dengan Marco Giampaolo. Mantan Pelatih Sampdoria itu memang tidak punya banyak modal untuk bertahan di kursi pelatih Rossoneri setelah dalam 111 hari dan 7 pekan membawa Milan kalah 4 kali serta 3 kali meraih kemenangan yang tidak meyakinkan.

Masalahnya, usai bergembira atas keputusan tersebut, Milanisti kini justru kembali bersedih dengan keputusan manajemen Milan yang menunjuk Stefano Pioli sebagai pengganti Giampaolo. Mantan pelatih Fiorentina ini bukanlah sosok yang menjadi favorit fans untuk menduduki tugas sebagai juru taktik AC Milan.
Stefano Pioli, Pelatih baru AC Milan - Photo taken from Football Ghana
Profil Stefano Pioli memang lebih baik daripada Marco Giampaolo. Jika Giampaolo belum pernah menangani tim sebesar AC Milan maka Pioli memiliki pengalaman sebagai pelatih Lazio dan Inter Milan. Masalahnya, Pioli sama sekali belum pernah memenangkan trofi juara dalam karir kepelatihannya. Pengalaman melatih tim seperti Lazio dan Inter Milan pun berakhir dengan pemecatan.

Profil Pioli semakin tidak menarik di mata Milanisti jika membandingkannya dengan sejumlah nama yang sempat beredar sebagai calon pengganti Giampaolo. Ada nama Claudio Ranieri yang membawa Leicester City juara Liga Inggris, mantan pelatih AS Roma Rudi Garcia yang pernah membawa Lille juara Ligue 1 Prancis sampai Luciano Spalletti, mantan pelatih Inter Milan yang pernah memenangkan gelar juara Liga Rusia. Dibandingkan Pioli, profil mereka jelas lebih mampu menumbuhkan optimisme.

Keputusan manajemen Milan menunjuk Pioli konon dikarenakan gajinya yang rendah. Sebagai gambaran, gaji Pioli di Milan adalah 1,5 juta Euro, berbeda bak langit dan bumi dengan gaji Antonio Conte di Inter Milan yang mencapai 15 juta Euro. Ini pula yang membuat Milan tidak sanggup mendatangkan Spalletti yang sebenarnya jadi kandidat terkuat namun terkendala urusan finansial yang belum kelar dengan Inter Milan.

Apapun itu, keputusan manajemen memecat Giampaolo dan menunjuk Pioli bak mengeluarkan Milan dari lubang buaya untuk kemudian masuk kandang macan. Milanisti kini dipaksa menerima sosok yang sejatinya tidak mereka inginkan. Persis ketika Giampaolo datang ke San Siro menggantikan Gennaro Gattuso. Sejak awal Giampaolo memang tidak pernah meyakinkan sebagai pelatih Milan dimata Milanisti.
Skuad Milan butuh Pelatih yang berkelas - Photo taken from EWN
Hal itu kembali terulang kepada Stefano Pioli. Penolakan sudah digaungkan oleh Milanisti lewat tagar #PioliOut yang sempat trending di Twitter Italia. Uniknya, tagar tersebut muncul meski Pioli sendiri saat itu belum benar-benar diumumkan sebagai Pelatih baru Milan. Tagar boleh trending tetapi keputusan sudah dibuat. Manajemen Milan keukeuh menetapkan Pioli sebagai Pelatih baru mereka.

Jika sudah begini adanya maka untuk kesekian kalinya Milanisti dipaksa untuk menyukai Pelatih baru mereka. Pelatih yang ironisnya adalah seorang Interisti sebagaimana tercatat Pioli pernah membela Inter Milan. Sebuah ironi yang berulang karena sebelumnya Giampaolo pun pernah menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Interisti alias fans berat Inter Milan, seteru satu kota Milan. Ah, kasihan sekali nasibmu Milanisti

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.