Kalteng Putra, Bertarung Melawan Degradasi Dan Kabut Asap!


Entah ini pantas atau tidak, tetapi lawan-lawan Kalteng Putra mungkin sedkit “bersyukur” dengan kondisi kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan. Akibat kejadian tersebut, tim yang bermarkas di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya itu sudah beberapa kali membatalkan latihan karena gangguan kabut asap yang pekat.

Dilansir dari akun Instagram klub tersebut @kaltengputra_id, pihak klub memaparkan kondisi Kalimantan Tengah yang sudah sekitar 3 bulan diselimuti kabut asap dimana beberapa daerah Kalimantan Tengah bahkan dilanda kabut asap pekat yang parah. “Aktivitas tim sepakbola Kalimantan Tengah terganggu, jadwal latihan Kalteng Putra beberapa kali mengalami pembatalan akibat udara di sekitar Stadion Tuah Pahoe juga dilanda kabut asap yang pekat” jelas pihak Kalteng Putra dalam postingan Instagram pada Senin 16 September 2019.

Kalteng Putra terkendala kabut asap - Photo taken from Berita Satu
Terganggunya jadwal latihan Patrich Wanggai dkk tentu menjadi kabar buruk bagi klub promosi itu. Keputusan PSSI yang masih menggelar Liga 1 Indonesia meski aktivitas klub tersebut terganggu kabut asap pekat membuat tim asal Kalimantan Tengah itu terancam tanpa persiapan maksimal di setiap laga. Hal ini tentu menguntungkan calon-calon lawan Kalteng Putra terutama bagi klub yang tengah berjuang menghindari degradasi di papan bawah. Ya, skuad asuhan Gomes De Oliveira memang tengah bertarung untuk bisa bertahan di Liga 1 Indonesia.

Per Senin 16 September 2019, Kalteng Putra berada diposisi 14 klasemen sementara Liga 1 Indonesia dan hanya berjarak satu strip dengan posisi degradasi di peringkat 16 sampai 18 yang dihuni Persela Lamongan, Barito Putera dan Semen padang. Repotnya, tepat dibelakang mereka pada posisi 15, juara bertahan musim lalu Persija Jakarta sudah mengintip peluang untuk menyalip mereka.

Catatan statistik Kalteng Putra dalam 5 laga terakhir juga menunjukkan bahwa klub ini diambang kejatuhan ke jurang degradasi. Ferinando Pahabol dkk hanya meraih satu kemenangan dalam 5 laga terakhir dimana sisanya berakhir dengan 3 kekalahan dan 1 hasil seri. Sederhananya, tim ini hanya memenangkan 4 poin dari potensi meraup 15 poin, sebuah catatan yang menyedihkan.

Dengan kondisi kabut asap yang belum tertangani dengan baik, Kalteng Putra kini bak menghadapi “lawan baru” untuk bisa bertahan di kasta tertinggi sepakbola nasional. Sudahlah mereka harus bertarung dengan lawan-lawan di Liga 1 Indonesia, berjuang memperbaiki performa eeehhhhhh disaat bersamaan kabut asap mengganggu ikhtiar klub Kalimantan Tengah tersebut. Bolehlah kita mengatakan bahwa Kalteng Putra ini sudah jatuh malah tertimpa asap.

Tulisan ini juga dimuat di www.pasukanmaung.id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.