Nomor 9 Milan Adalah Uji Nyali Untuk Piatek

Entah apa yang ada dalam pikiran Krzysztof Piatek ketika memutuskan memilih nomor punggung 9 AC Milan untuk musim 2019/2020. Mungkin Piatek hanya ingin menyamakan saja nomor punggung tersebut dengan akun Instagram pribadinya @pjona_9.

Terlepas dari kesamaan itu, saya yakin Piatek pasti mengetahui sejarah nomor punggung 9 Milan yang belakangan dilabeli sebagai nomor kutukan. Ya iyalah, hari gini semua informasi, data dan fakta sejarah bisa dicari di Internet.
Piatek memilih nomor punggung 9 Milan musim depan - Photo taken from Transfermarkt
Tren buruk pemakai nomor punggung 9 dimulai dari Alexandre Pato, penyerang muda Brazil yang digadang-gadang sebagai The Next Kaka. Usai Inzaghi pensiun pada 2012, nomor punggung 9 sang Legenda itu diambil alih oleh Pato. Sial bagi Pato, performanya menurun drastis sejak menggunakan nomor punggung 9.

Soccerway mencatat tiga musim sebelum mengenakan nomor punggung 9, Pato selalu mampu mencetak lebih dari 10 gol namun usai diwarisi nomor punggung 9 Inzaghi, Pato hanya mampu mencetak 4 gol saja. Sebuah penurunan drastis.

Pato mungkin tidak menyadari hal ini karena dia adalah korban pertama dan anak muda ini tampaknya sudah lebih sibuk PDKT ke Barbara, anaknya Silvio Berlusconi yang cantik. Prinsipnya berubah dari berusaha bermain bagus agar disayang pemilik klub menjadi berjuang demi status menantu sang pemilik klub.

Pato bukan “korban terakhir” nomor punggung 9 Milan. Setelahnya muncul nama lain seperti Luiz Adriano, Alessandro Matri, Mattia Destro, Gianluca Lapadula, Andre Silva sampai yang sangat beken seperti Fernando Torres dan Gonzalo Higuain.

Tidak perduli dengan status Torres sebagai pemenang Liga Champions dan Europa League bersama Chelsea atau profil Higuain sebagai striker tajam bersama Napoli dan Juventus, ketika mereka mengenakan nomor punggung 9 maka mendadak ketajaman mereka sebagai penyerang hilang entah kemana. Rasanya seperti melihat Superman ga sengaja minum Teh Tarik rasa Krypton.
Gonzalo Higuain gagal di Milan - Photo taken from The Star
Piatek kini berada dalam situasi “uji nyali” dengan memilih nomor punggung 9 Milan. Jika dirinya sukses mempertahankan ketajaman yang diperlihatkannya musim lalu maka mantan striker Genoa itu akan jadi orang pertama yang mengakhiri “kutukan nomor punggung 9”.

Tidak hanya itu, Piatek juga akan mengikuti jejak sukses penyerang nomor 9 sebelumnya seperti George Weah, Marco Van Basten dan Filippo Inzaghi. Sebaliknya jika gagal maka Piatek akan menambah daftar panjang penyerang berkelas yang menurun performanya usai mengenakan nomor punggung 9.

Terlepas dari itu, Manajemen Milan perlu curiga dengan kutukan ini. Mengingat pemakai nomor punggung 9 sejak Filippo Inzaghi kerap gagal menampilkan performa memukau maka boleh jadi Inzaghi punya andil dalam hal ini. Sepertinya ketajaman seorang Inzaghi pada masa jayanya meminta tumbal di masa kini.

Coba pikir baik-baik. Sebagai penyerang, meski badannya kurus, larinya pelan, tendangan lemah sampai ga jago gocek, Inzaghi bisa-bisanya mencetak begitu banyak gol bagi Milan.
Mungkin lawan-lawan Milan yang pernah “dikibuli atau ditipu” dengan diving dan “offside tipis” Inzaghi pernah nyumpahin agar penerus Inzaghi bakal susah bikin gol ke gawang lawan. Jadi jika anda mempercayai adanya karma maka dalam hal ini mari menyalahkan “dosa-dosa masa lalu” Inzaghi dan jangan salahkan nomor punggungnya.

Note : Jika anda menganggap serius dua paragraf terakhir tulisan ini maka fix anda adalah orang yang tidak rasional, jomblo stress sekaligus fans Milan yang merana.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.