Kebangetan Jika Solksjaer Tidak Diangkat Sebagai Manager Tetap MU

“Kami adalah Manchester United, seharusnya kami bertanding dengan tujuan menjuarai Liga. Kami masih bertanding di Liga Champions dan FA Cup, kami tidak boleh puas hanya dengan memasang target menduduki empat besar. Kami harus menjuarai sesuatu musim ini”. Demikian Solksjaer mengutarakan ambisinya bersama MU disisa musim 2018/2019.
Solksjaer menangani MU dengan baik sejauh ini - Photo taken from Sky Sports
Pernyataan yang dilansir dari Sky Sports itu menunjukkan bahwa Caretaker MU asal Norwegia tersebut tidak hanya ingin numpang lewat sebagai Boss di Old Trafford. Bersama mantan penyerangnya itu MU terlihat mampu bangkit dari masa kelam bersama Jose Mourinho. Dari tim yang terseok-seok di papan tengah klasemen kini MU konsisten berburu posisi 4 besar klasemen.

Bersama Solksjaer, MU belum sekalipun merasakan kekalahan. Paling apes MU hanya merasakan sekali hasil imbang dari Burnley. Sisanya? Semua laga dimenangkan meski ada tim sekelas Arsenal dan Tottenham Hotspurs menghadang.

Fans MU tentu kini berandai-andai jika saja Solksjaer hadir lebih awal di Old Trafford maka boleh jadi klub kesayangan mereka kini tengah bertarung untuk posisi titel juara Premier League. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada terlambat banget? Setidaknya manajemen MU kini terbuka matanya bahwa mereka tidak perlu sosok bernama besar di posisi manajerial untuk membawa MU kembali berjaya.

Solksjaer bukanlah nama besar dalam dunia manajerial sepakbola modern. Namanya lebih lekat dikenal sebagai penyerang cadangan andalan MU pada masa Sir Alex Ferguson. Namanya makin kental dengan julukan sebagai Super Sub ketika dirinya yang turun dari bangku cadangan menghadirkan gol kemenangan MU pada final Liga Champions 1999.

Solksjaer bak berjodoh dengan peran sebagai pemeran pembantu. Jika dunia sepakbola adalah sebuah industri perfilman maka dapat dipastikan Solksjaer adalah pemenang trofi Oscar untuk kategori Aktor Pemeran Pembantu Pria Terbaik. Peran yang kini juga dijalaninya sebagai seorang manager.

Keberadaannya di bangku cadangan MU sebagai Caretaker tadinya lebih diharapkan untuk menstabilkan MU agar tidak jatuh-jatuh amat sebelum pada akhir musim nanti posisi Boss di ruang ganti MU diberikan kepada manager sebenarnya yang konon mengarah kuat pada Mauricio Pochettino.

Tetapi Solksjaer sudah terbiasa hadir sebagai Super Sub di lapangan hijau. Seorang Super Sub bukan sekedar diturunkan untuk mengganti pemain yang sudah kelelahan atau sekedar menghabiskan menit bermain. Solksjaer adalah Super Sub yang diturunkan untuk mengubah situasi diatas lapangan, dan pria asal Norwegia itu memang berniat menjadi Super Sub di posisi managerial MU.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Paul Pogba dkk menjadi gambaran betapa Solksjaer tidak hanya ingin sekedar menjabat sebagai Caretaker. Dirinya ingin terus menangani MU dan untuk itu kesempatan hanya beberapa bulan bersama MU dimanfaatkannya dengan sangat baik sejauh ini.

Kemenangan MU di kandang Spurs yang ditangani Pochettino bak pertunjukan audisi yang sukses dari Solksjaer. Golden ticket menangani MU sudah ditangannya. Total 25 gol dilesakkan MU versi Solksjaer dalam 11 laga diseluruh kompetisi sampai 10 Februari 2019 dengan hanya kebobolan 7 gol lewat catatan 5 clean sheet.

Selain menundukkan Arsenal dan Spurs di kandang lawan, MU era Solksjaer juga memperlihat mental ala Fergie Time kala memaksakan hasil imbang 2-2 ketika tertinggal 2 gol dari Burnley. Sosok Sir Alex Ferguson bak terlahir kembali dalam diri Solksjaer.

Keberhasilan Solksjaer memenangkan penghargaan Manager of The Month berbarengan dengan Marcus Rashford di kategori pemain dimaknai sebagai sebuah era kebangkitan mengingat hal tersebut kali terakhir terjadi saat Sir Alex meraihnya berbarengan dengan Dimitar Berbatov. Fans MU seperti sedang diajak bernostalgia ke masa-masa indah bersama Sir Alex Ferguson.

Nah, dengan kondisi-kondisi positif seputar kinerja Solksjaer bersama MU sejauh ini, rasanya kebangetan jika MU tidak mempermanenkan sang mantan penyerang yang identik dengan nomor punggung 20 itu di posisi manager MU musim depan.
Solksjaer identik dengan nomor punggung 20 sebagai pemain - Photo taken from Daily Star
“Membeli seorang pemain bintang tidak otomatis mengubah tim menjadi juara. Ini bukan soal jumlah pemain besar dalam tim tetapi mengenai pemain yang tepat dan kepribadian yang cocok dengan tim” ujar Solksjaer dilansir dari Four Four Two mengenai karakter pemain yang sebaiknya direkrut MU.

Apakah anda menangkap pesan tersirat disini? Yap, Solksjaer mengirim pesan bahwa nama besar bukan jaminan kesuksesan MU. Louis Van Gaal dan Jose Mourinho adalah nama besar yang kinerjanya di MU tidak sesuai nama besarnya. Mungkin benar bahwa MU tidak butuh manager kelas elit, mereka hanya butuh sosok yang mengenal dan memahami klub dengan baik.

Ibarat mencari jodoh, MU tidak perlu repot-repot melanglang buana tebar pesona sampai ke Belanda atau Portugal demi mendapatkan sosok terbaik setelah era Fergie karena bisa jadi sosok itu sudah lama berada di lingkaran mereka sendiri yaitu Ole Gunnar Solksjaer.

Sebagai juru taktik, Solksjaer memang belum mempersembahkan trofi juara apapun bagi MU tetapi kinerja MU sejauh ini bersama Solksjaer rasanya sudah lebih dari cukup untuk mempermanenkan posisinya di kursi manager MU. Toh. Sir Alex saja butuh 4 tahun untuk memberikan trofi perdananya bagi MU. Atau jangan-jangan MU mau mencari yang instant seperti Mourinho dengan trofi Europa League dan Piala Liga Inggris di musim perdana lalu kemudian kehilangan taji? 

Cukuplah melihat gaya permainan MU yang kini lebih atraktif dan hidup bersama Solksjaer untuk menilai bahwa pria inilah yang bisa mengembalikan MU seperti dimasa Sir Alex Ferguson. Bukankah menyenangkan melihat Paul Pogba menemukan performanya kembali sebagai salahsatu pemenang trofi Piala Dunia?

Lalu perhatikan bagaimana Marcus Rashford bersama Anthony Martial dan Jesse Lingard berkembang menjadi anak-anak muda yang sangat menjanjikan. Soal trofi juara di era Solksjaer rasanya akan mengikuti proses yang kini berjalan dengan baik, karena semuanya akan indah pada waktunya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.