Prediksi 2019 - Liverpool Juara Premier League Inggris

Sudah sangat lama Liverpool tidak memenangkan Liga Inggris. Kali terakhir The Reds merasakan status sebagai klub terbaik di tanah Inggris adalah pada musim 1989/1990 saat Liga Inggris belum memasuki era Premier League.
Liverpool sudah lama tidak menjuarai Liga Inggris - Photo taken from Premier League
Dalam rentang waktu yang teramat panjang tersebut terutama sejak Liga Inggris memasuki era Premier League, Manchester United menjadi penguasa. Dibawah rezim Sir Alex Ferguson, MU melewati pencapaian jumlah titel juara Liverpool dan menasbihkan diri sebagai klub yang paling banyak menjuarai Liga Inggris.

Ironisnya, MU bukan satu-satunya klub yang ikut merasakan nikmatnya gelar juara Liga Inggris di tengah kepayahan Liverpool yang tidak kunjung juara lagi. Sejak 1990, selain MU muncul juga nama Arsenal yang berkali-kali merengkuh trofi juara Liga Inggris.

Makin menyakitkan bagi The Reds karena klub-klub yang tadinya tidak memiliki sejarah panjang sebagai jawara Liga Inggris seperti Chelsea dan Man City menjelma menjadi klub tangguh yang sudah beberapa kali memenangkan Premier League. Faktor kucuran dana? Ah tidak juga, buktinya klub sekelas Blackburn Rovers dan Leicester City saja mampu menjadi juara Liga Inggris.

Catatan diatas sesungguhnya terbilang aib bagi Liverpool karena ditengah puasa gelar Liga Inggris selama lebih dari dua dekade, Liverpool justru memenangkan semua trofi juara dikompetisi selain Premier League Inggris. Mereka menjuarai FA Cup, Piala Liga Inggris, Europa League sampai Liga Champions.

Liverpool bukan tanpa peluang karena pada masa Rafael Benitez dan Brendan Rodgers mereka terbilang sangat dekat dengan trofi juara Liga Inggris. Dua momen “nyaris juara” yang kemudian hanya meninggalkan kegetiran. Momen yang terasa menghantui skuad Juergen Klopp saat ini.

Kekalahan 1-2 The Reds dari juara bertahan Liga Inggris Man City pada Kamis (3 Januari 2019) membuat Mohamed Salah dkk merasakan kekalahan pertama di Premier League musim ini. Liverpool memang masih berada di puncak klasemen dengan jarak 4 poin dari tim asuhan Pep Guardiola tetapi hantu “nyaris juara” kembali menyeruak.

Bagaimanapun situasi hampir menjadi juara belakangan sering menimpa Liverpool ditangan Klopp. Pada musim perdana saja mereka sampai dua kali hampir jadi juara dengan status Runner Up Piala Liga Inggris dan Europa League. Musim lalu pun demikian. Tampil hebat sampai ke partai final, Liverpool harus takluk dari Real Madrid di laga puncak Liga Champions.

Apakah kekalahan dari Man City adalah sebuah sinyal bahwa Liverpool lagi-lagi akan gagal dan merasakan kembali momen hampir juara? Hmmm, saya berpendapat kali ini tidak. Liverpool masih yang terdepan dalam perburuan trofi juara Liga Inggris dan akan menutup musim ini dengan status sebagai yang terbaik di Premier League.

Liverpool boleh saja gagal mengulang kisah tak terkalahkan Arsenal kala meraih gelar juara Liga Inggris bersama Arsene Wenger, tetapi Klopp tidak akan ambil pusing dengan status tersebut selama pada akhirnya Liverpool yang akan mengangkat trofi juara Premier League di akhir musim. Kekalahan dari Man City tidak akan berpengaruh apa-apa bagi The Reds.

Usai lewat setengah musim, catatan statistik Liverpool terbilang sangat pantas untuk menjadi juara dibandingkan para rival seperti Man City, Chelsea dan Tottenham Hotspurs di komposisi 4 besar klasemen. Who Scored memperlihatkan Man City dan Chelsea sudah kalah 3 kali musim ini. Spurs bahkan sudah kalah 5 kali. Kondisi ini menggambarkan inkonsistensi penampilan para pesaing Liverpool.

Skuad asuhan Juergen Klopp juga terbilang meyakinkan dari sisi permainan. Mereka adalah tim tertajam kedua dengan total 49 gol yang sudah dilesakkan serta menjadi yang paling kokoh di lini pertahanan dengan baru kemasukan 10 gol, selisih 6 gol dengan Chelsea sebagai tim kedua dengan jumlah kebobolan paling sedikit.

Gambaran tersebut memperlihatkan kualitas Liverpool musim ini dan keberhasilan Juergen Klopp memperbaiki kelemahan The Reds musim lalu. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Liverpool sangat menderita dengan lemahnya lini belakang musim lalu. Puncaknya adalah kala mereka harus takluk di final Liga Champions akibat blunder di bawah mistar gawang.

Kedatangan Virgil Van Dijk pada pertengahan musim lalu dan disusul kehadiran Alisson Becker pada awal musim 2018/2019 diyakini banyak memberikan perbaikan pada lini pertahanan Liverpool. Hal ini makin diperkuat dengan kinerja Dejan Lovren yang membuktikan kepantasannya sebagai Runner Up Piala Dunia 2018 bersama Kroasia.
Virgil Van Dijk membuat pertahanan Liverpool lebih baik - Photo taken from Rush The Kop
Kondisi tersebut membuat kini Liverpool tidak hanya tajam di depan tetapi juga tangguh di belakang. Jika musim lalu mereka berjaya di lini serang dengan trio Firmino Mane Salah namun bobrok di belakang maka musim ini lini serang tetap tajam dan bagian pertahanan membaik bahkan sangat jauh membaik.

Serunya lagi, Liverpool benar-benar mempersiapkan diri dengan baik musim ini. Demi melapis trio Firmino Mane Salah, The Reds mendatangkan Xerdan Shaqiri. Pilihan yang tepat karena beberapa kali pemain asal Swiss itu tampil apik dan menjadi sumber gol alternatif bagi trio Firmino Mane Salah.

Di lini tengah, Liverpool juga memperbaiki diri dengan kedatangan Fabinho dan Naby Keita. Keduanya menambah opsi bagi Klopp dalam menjaga soliditas di lini tengah. Ibarat akan menghadapi ujian kenaikan kelas, Liverpool benar-benar belajar dengan tekun dalam mempersiapkan diri dimana hasilnya sejauh ini sangat memuaskan.

Mohamed Salah dkk punya alasan yang kuat untuk percaya diri bahwa kali ini mereka tidak akan mengulangi momen hampir juara. Inilah musim yang sudah sangat lama dinantikan fans Liverpool diseluruh dunia. Musim saat Liverpool akhirnya kembali mengangkat trofi juara Premier League Inggris.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.