Szczesny Layak Jadi Penerus Buffon Di Juventus?

“Buffon adalah salahsatu pemain terhebat sepanjang masa. Kami akan sangat merindukannya. Saya merasa terhormat bisa bermain dengannya” demikian komentar Miralem Pjanic dilansir dari Football Italia menyoal momen laga terakhir Gianluigi Buffon bersama Juventus.
Szczesny layak jadi penerus Buffon? - Photo taken from Daily Mail
Yap, kapten timnas Italia dan Juventus sekaligus kiper legendaris itu telah mengakhiri perjalanan panjang bertahun-tahun bersama Si Nyonya Tua. Adalah Hellas Verona yang “mendapat kehormatan” menjadi lawan terakhir kiper panutan bagi sederet kiper papan atas dunia itu. Tidak kurang dari Manuel Neuer dan Iker Casillas pernah menyatakan kekaguman dan respek bagi Buffon.

Buffon sendiri hanya bermain sampai menit ke 63 pada laga pekan terakhir Serie A Italia pada Sabtu (19/5/2018). yang dimenangkan Juventus dengan skor 2-1 itu. Setelahnya, kiper berusia 40 tahun tersebut tampak berkaca-kaca sampai akhirnya tidak kuasa lagi menahan air mata perpisahan dengan seisi stadion.

Inilah momen mengharukan ketika seseorang yang sudah 17 tahun berada di sebuah klub mendapati momen terakhirnya dihadapan fans yang mengelu-elukannya. Keputusan Buffon mundur sejatinya tidak meninggalkan banyak kejutan mengingat usianya memang sudah terbilang uzur.

Anda tentu tidak lupa ketika musim ini gawang Buffon digelontor gol saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur dan Real Madrid di ajang Liga Champions. Mantan kiper muda Parma itu seperti sedang “mengirim sinyal” bahwa dirinya tengah berada pada senja kala seorang kiper tua. Keputusan untuk menyudahi kiprah bersama Juventus rasanya sudah tepat.

Pertanyaannya selanjutnya bukan lagi soal dimana Buffon akan bermain? Mengingat dirinya juga tidak mengisyaratkan pensiun dari dunia sepakbola. Saya sendiri menilai Buffon “sudah selesai” dengan karirnya di level teratas. Kalaupun kiper terbaik dunia FIFA tahun 2017 itu masih ingin beraksi maka rasa-rasanya lebih tepat jika dirinya berkiprah di “liga persiapan masa pensiun” seperti liga sepakbola Amerika Serikat, Qatar atau Cina.

Pertanyaan krusial yang patut dicermati adalah siapa pengganti Buffon di Juventus dan timnas Italia? Jika nama Gianluigi Donnaruma sudah sangat mengemuka sebagai suksesor Buffon di Gli Azzuri maka nama penerus Buffon di bawah mistar gawang Juve masih spekulatif.

Berharap Donnaruma ikut jadi penerus Buffon di Juventus? Peluang ke arah sana masih terbuka seturut kabar yang menyebutkan Milan tertarik mendatangkan Pepe Reina. Apalagi kinerja Donnaruma di Milan justru tengah memburuk terutama atas dua blunder saat melakoni final Coppa Italia melawan Juventus.

Jalan Donna ke Juventus Stadium bakal menjadi sulit jika melihat usia Donna yang masih muda dan Milan memandangnya sebagai asset berharga dimasa depan. Meski demikian, Juventus sejatinya tidak perlu repot-repot mencari pengganti Buffon dari luar. Mereka sebenarnya sudah memiliki sosok itu dalam diri Wojciech Szczesny, kiper pelapis Buffon di musim terakhirnya bersama Juventus.

Kiper AS Roma musim lalu itu sejatinya sudah membuktikan diri pantas untuk naik pangkat menggantikan Buffon. Mantan kiper Arsenal itu memiliki kinerja lebih baik daripada Buffon musim lalu di Serie A Italia.

Squawka mencatat Szczesny di bawah mistar gawang AS Roma mencetak 14 clean sheet dan 93 penyelamatan dari 38 laga. Catatan kinerja itu lebih baik dari 12 clean sheet dan 61 penyelamatan yang dibuat Buffon dalam 30 laga. Di musim ini pun saat beraksi melapis Buffon, Szczesny tidak mengecewakan.
Allegri bisa menaikkan status Szczesny dari pelapis menjadi pengganti Buffon - Photo taken from Daily Mail
Squawka mencatat di Liga Italia musim ini Szczesny memainkan hanya satu laga lebih sedikit daripada Buffon. Jika Buffon memainkan 18 laga maka Szczesny memainkan 17 laga. Catatan kinerja Szczesny juga meyakinkan untuk melabelinya sebagai penerus Buffon.

Szczesny mencatat 10 clean sheet, hanya berbanding 1 dengan 11 clean sheet Buffon. Szczesny bahkan memiliki persentase akurasi distribusi bola lebih baik sebesar 81% mengalahkan angka 79% milik Buffon. Artinya kiper Polandia ini lebih mampu menyusun serangan dari lini belakang.

Hal ini seharusnya membuat petinggi Juventus tidak perlu pusing tujuh keliling saat mencari pengganti Buffon. Saya sendiri menilai ketimbang repot-repot mencari pengganti dari luar, Allegri bisa mempromosikan Szczesny sebagai kiper utama Si Nyonya Tua.

Pengalaman semusim bersama Juventus dan sensasi pernah berbagi ruang ganti dengan kiper legendaris seperti Buffon adalah modal berharga baginya untuk menapaktilas kisah abadi Buffon bersama Juventus. Bagaimana Juventini? Anda setuju?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.