Tidak Ada "Like Father Like Son" Dalam Sepakbola


Dunia sepakbola seringkali mengenal seorang pemain bukan karena kehebatan permainannya tetapi lebih karena embel-embel namanya yang mengingatkan kita pada seorang pemain sepakbola yang hebat dan terkenal. Sebut saja nama Jordy Cruyff dan Diego Armando Maradona Jr. Anda kenal nama-nama ini karena kehebatan bermainnya atau karena embel-embel namanya? Kami yakin nama mereka terdengar tidak asing berkat embel-embel nama Cruyff dan Maradona di belakang nama mereka.
Kasper Schemeichel mengikuti jejak ayahnya menjuarai Liga Inggris - Photo by Daily Star
Digadang-gadang bakal meneruskan kehebatan sang ayah Johan Cruyff, awalnya karir Jordi Cruyff terlihat menjanjikan dengan bergabung ke Manchester United.dari Barcelona. Namun yang terjadi sinarnya tidak kunjung muncul dan tenggelam di tengah nama besar sang ayah. Jordy Cruyff tidak pernah benar-benar menjadi seorang bintang lapangan hijau seperti ayahnya Johan Cruyff yang melegenda di Belanda dan Barcelona.

Contoh selanjutnya adalah Diego Armando Maradona Jr. Mudah sekali mengenalinya sebagai anak dari seorang legenda sepakbola dunia Diego Maradona. Namun publik hanya mengenalnya sebatas itu saja. Pilihannya untuk berkostum Napoli rupanya tidak serta merta mentransfer kebintangan sang ayah kedirinya. Jadilah Diego Jr hanya bisa gigit jari melihat publik justru menjustifikasi Lionel Messi sebagai "keturunan" sesungguhnya dari Diego Maradona.

Dua cerita diatas menunjukkan bahwa ikatan DNA tidak selamanya mengantarkan keahlian dari sang ayah kepada anaknya. Tentu teori ini masih sangat terbuka untuk diperdebatkan karena faktanya beberapa anak dari bintang sepakbola dunia bisa berprestasi seperti sang ayah.


Ambil contoh Kasper Schemeichel. Anak dari kiper legendaris MU Peter Schemeichel itu mengikuti jejak ayahnya menjadi juara Premier League Inggris. Hebatnya lagi, Kasper melakukannya bersama Leicester City, klub yang diatas kertas tidak punya kans sebesar MU untuk memenangkan gelar juara Liga Inggris.

Contoh lain tengoklah kiprah keluarga Maldini di AC Milan. Jika Cesare Maldini dicatat Transfermarkt  memenangkan 4 Scudetto dan 1 Piala Champions maka sang anak Paolo Maldini meraih gelar yang sama lebih banyak lagi. Kapten legendaris Milan itu memenangkan 7 Scudetto dan 5 trofi Piala / Liga Champions.
Paolo dan Cesare Maldini, wakil keluarga Maldini yang berprestasi - Photo by Quora
Ada contoh kisah sukses yang “menular” dari sang ayah kepada anaknya tetapi ada juga cerita sang anak yang tidak dapat meneruskan kisah gemilang karir professional sang ayah. Satu hal yang pasti, kehebatan bermain sepakbola tidak diturunkan atau diwariskan begitu saja meski ada ikatan darah antara ayah dan anak.

Jordi Cruyff dan Diego Maradona Jr tidak lantas jadi ikutan hebat meski memilih darah legenda sepakbola sekelas Johan Cruyff dan Diego Maradona dalam tubuh mereka. Paolo Maldini dan Kasper Schemeichel bisa menjadi seorang juara pun bukan karena memiliki hubungan ayah anak dengan Cesare Maldini atau Peter Schemeichel.

Diperlukan sebuah kerja keras dan latihan yang rutin untuk mengasah kemampuan agar mampu menjadi pesepakbola yang hebat. Soal nama hebat sang ayah yang melekat cukuplah menjadi tambahan motivasi untuk bisa menjadi lebih baik. Setuju?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.