Tanpa Grup Neraka, Piala Dunia 2018 (Mungkin) Baru "Panas" Di Fase Gugur

Apa reaksi pertama anda melihat hasil pengundian grup Piala Dunia 2018 di Rusia? Banyak yang spontan menilai bahwa tidak ada grup neraka dari hasil pengundian grup tersebut. Kekuatiran (atau justru harapan?) penggemar sepakbola akan munculnya grup neraka dalam fase grup Piala Dunia 2018 bisa dikatakan tidak terjadi.
Argentina vs Nigeria di Piala Dunia 2010 terulang lagi di Rusia - Photo by Zimbio
Sebelum kita mengulas lebih lanjut perihal grup neraka, kita sepakati dulu bahwa yang dimaksud grup neraka disini adalah ketika sebuah grup berisikan minimal 3 negara yang setara atau nyaris setara dari level teknis, punya sejarah bagus di turnamen sepakbola internasional dan tergolong tim hebat karena keberadaan bintang-bintang sepakbola dunia dalam skuad tim tersebut.

Mengacu pada kategori tersebut maka status grup neraka tidak terjadi dari hasil undian fae grup piala dunia 2018. Delapan grup yang menaungi masing-masing 4 negara semuanya berisikan komposisi yang identik yaitu dua negara kuat lalu dua negara lain sebagai pelengkap dan mungkin kuda hitam. Perhatikan hasil pembagian grup Piala Dunia 2018 berikut :

Grup A – Rusia, Uruguay, Mesir, Arab Saudi
Tuan rumah Rusia dan jagoan Amerika Latin Uruguay menjadi tim terkuat disini. Kuda hitamnya adalah Mesir dan Arab Saudi sebagai pelengkap

Grup B – Portugal, Spanyol, Iran, Maroko
Tanpa perlu banyak analisa, kita sama-sama paham bahwa dua tim terkuat disini adalah Portugal dan Spanyol. Iran dan Maroko sudah cukup beruntung bisa berkesempatan berada satu lapangan dengan Juara Piala Eropa 2016 dan Piala Eropa 2012 itu.

Grup C – Prancis, Peru, Denmark, Australia.
Grup yang mudah bagi Prancis sementara tiket tersisa diperebutkan Peru, Denmark dan Australia dengan ketiganya punya peluang sama kuat.

Grup D – Argentina, Kroasia, Islandia, Nigeria
Banyak yang mengatakan ini grup tricky tetapi rasanya yang dimaksud tricky itu adalah soal siapa diantara Kroasia, Islandia dan Nigeria yang akan mendampingi Messi dkk lolos ke fase gugur. Kroasia punya peluang meski harus mewaspadai kejutan Islandia dan Nigeria

Grup E – Brazil, Swiss, Kosta Rika, Serbia
Sama saja dengan grup D. Kita hanya perlu membahas siapa pendamping Brazil ke fase gugur dimana tiga tim tersisa punya peluang sama baiknya.

Grup F – Jerman, Meksiko, Swedia, Korea Selatan
Meski Meksiko, Swedia dan Korea Selatan punya potensi membuat kejutan, tetapi terlalu berlebihan memandang Jerman sulit lolos dari grup ini. Meksiko dan Swedia akan bertarung ketat untuk posisi runner up sementara Korea Selatan menunggu keduanya lengah.

Grup G – Belgia, Inggris, Tunisia, Panama
Grup ini adalah soal siapa yang akan jadi juara grup, Belgia atau Inggris? Sisa dua negara di grup ini sudah cukup happy bisa tampil di Rusia.

Grup H – Polandia, Kolombia, Senegal, Jepang
Ini grup yang seimbang. Keempat negara di dalamnya punya potensi untuk saling menyingkirkan meski Kolombia menjadi yang terdepan untuk lolos ke fase gugur.

Nah, anda bisa melihat sendiri bukan? Tidak ada grup neraka dari hasil pengundian fase grup Piala Dunia 2018. Bandingkan dengan dua perhelatan Piala Dunia sebelumnya di Brazil (2014) dan Afrika Selatan (2010).

Laman resmi FIFA menunjukkan pada dua pelaksanaan Piala Dunia terdahulu selalu memunculkan grup-grup neraka. Pada Piala Dunia 2010 kita mendapati Brazil, Portugal dan tim kuat Afrika Pantai Gading berada dalam satu grup. Selanjutnya pada Piala Dunia 2014 gantian Belanda, Cile dan Spanyol berkumpul dalam satu tim.

Tidak cukup satu, Piala Dunia 2014 juga mengumpulkan Uruguay, Italia dan Inggris dalam satu grup yang sama. Jika masih kurang, berkumpulnya Jerman, Amerika Serikat, Portugal dan Ghana juga tergolong grup neraka pada Piala Dunia 2014.
Jerman vs Portugal di Piala Dunai 2014 - Photo by Zimbio
Begitulah, Piala Dunia 2018 relatif tidak memunculkan grup-grup yang teramat ketat dan berlabelkan grup neraka. Jangan buru-buru menilai Piala Dunia Rusia tidak akan menarik karena dengan pembagian undian grup seperti ini justru akan menjadikan fase gugur nanti berlangsung sangat sengit.

Hal dikarenakan tim-tim klasik nan tangguh berpotensi besar terus melaju ke fase gugur. Pada saat itulah tensi turnamen akan semakin meningkat. Inilah enaknya ketika fase grup Piala Dunia 2018 tidak memiliki grup berstatus neraka.

Laman FIFA mencatat saat Piala Dunia 2014 turnamen itu kehilangan Portugal, Italia, Inggris serta Spanyol di fase grup gara-gara kalah bersaing di grup neraka. Turnamen memang tetap berjalan sengit namun harus diakui banyak yang menilai tim-tim elit itu terlalu cepat pulang ke negara masing-masing.

Kejadian tersebut kecil kemungkinan terulang di Piala Dunia 2018 karena pembagian grup seperti memberi jalan agar tim-tim besar baru akan bertemu di fase gugur. Jadi tanpa grup neraka di fase grup Rusia 2018? Tidak masalah karena itu justru menjaga gengsi turnamen terus terjaga sampai akhir.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.