Pertarungan Pelatih Lokal Melawan Pelatih Asing Di Liga 1 2018

Keberhasilan Simon McMenemy membawa Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 musim lalu menambah imej positif keberadaan pelatih asing di Liga Indonesia. Pelatih asal Skotlandia itu membuat kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional menjadi rumah bagi juru taktik dari luar negeri.
Widodo nyaris juara Liga 1 bersama Bali United musim lalu - Photo from Liputan6
Tercatat dalam 10 tahun terakhir sejak 2007, gelar juara Liga Indonesia dimenangkan oleh klub yang ditangani pelatih asing sebanyak 6 kali. Rinciannya, Jacksen Tiago memenangkan gelar juara Liga Indonesia 3 kali bersama Persipura, Robert Rene Alberts bersama Arema Indonesia, Angel Alfredo Vera dengan Persipura dan terakhir Simon McMenemy bersama Bhayangkara FC.

Dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, pelatih lokal yang berjaya menjadi juara hanya Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC), Suhatman Iman (juara IPL bersama Semen Padang), Kas Hartadi (juara ISL bersama Sriwijaya FC) dan Djajang Nurjaman (Persib). Sebagai catatan, musim 2011/2010 kompetisi Liga Indonesia terbelah dua menjadi ISL dan IPL. IPL (Indonesia Premier League) sendiri gagal tuntas di tahun 2013 dan pada 2015 kompetisi tidak ada akibat sanksi FIFA.

Rekam jejak kinerja pelatih asing yang tokcer dalam 10 tahun terakhir terasa menggoda bagi klub-klub Indonesia untuk mempekerjakan juru taktik tim dari luar negeri. Wajar jika kemudian dalam 3 tahun terakhir terjadi peningkatak signifikan persentase pelatih asing di Liga Indonesia.

Dilansir dari Top Skor, persentase pelatih asing yang hanya berada di angka 35 persen pada tahun 2016 meningkat menjadi 55 persen pada 2017. Tahun ini jumlah tersebut sedikit menurun namun masih berada di angka 50 persen.

Ya, jumlah pelatih asing yang berkiprah di Liga 1 2018 adalah setengah dari jumlah pria asli Indonesia yang masih mendapatkan kepercayaan memimpin klub mengarungi kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional. Liga 1 2018 bak arena tarung adu strategi pelatih asing melawan pelatih lokal.

Deretan pelatih asing di Liga 1 2018 diwakili Simon McMenemy (Bhayangkara FC), Robert Rene Alberts (PSM), Alessandro Stefano Cugurra (Persija), Milomir Seslija (Madura United), James Butler (Persipura), Jacksen Tiago (Barito Putera), Rafael Berges (Mitra Kukar), Mario Gomez (Persib) dan Angel Alfredo Vera (Persebaya).

Dari deretan nama diatas, jika mengacu pada rekam jejak di Liga Indonesia maka Simon McMenemy, Robert Rene Alberts, Jacksen Tiago dan Angel Alfredo Vera layak mendapatkan atensi lebih berkat kesuksesan dimasa lampau menjuarai Liga Indonesia. Pengalaman positif itu menjadi indikator pemahaman mereka akan sepakbola nasional.

Dari tanah air, pria Indonesia yang akan bertarung menjaga nama baik pelatih lokal adalah Dwi Setiawan (sampai tulisan ini dibuat masih berstatus sementara di PSIS), Aji Santoso (Persela), Iwan Setiawan (Borneo FC), Djajang Nurdjaman (PSMS), Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC), Widodo C Putro (Bali United), Joko Susilo (Arema FC), Jafri Sastra (Mitra Kukar), I Putu Gede (Perseru), Rudy Eka (PS Tira).
RD pernah jadi juara Liga Indonesia dengan Sriwijaya FC - Photo from Bolanet
Dari deretan nama pelatih lokal diatas, hanya Rahmad Darmawan dan Djajang Nurdjaman saja yang berpengalaman pernah membawa tim asuhannya menjadi juara Liga Indonesia. Jika dibandingkan dua orang ini dengan empat sosok dari deretan pelatih asing yang pernah menjuarai Liga Indonesia maka persentase sukses arsitek luar negeri jelas lebih besar.

Meski demikian, selain pada Rahmad Darmawan dan Djajang Nurdjaman, kita tentu berharap pada nama lokal lain untuk unjuk gigi. Kami menilai sosok seperti Widodo C Putro yang membawa Bali United nyaris juara musim lalu layak diharapkan. Mantan striker timnas ini terlihat semakin baik dalam meracik sebuah tim.

Tentu akan menarik melihat persaingan pelatih asing dan lokal di Liga 1 2018. Atas dasar profesionalitas maka kami berharap tim terbaik yang menang, tidak peduli apakah ditangani pelatih asing atau lokal. Tetapi atas dasar kebanggaan sebagai anak bangsa, boleh dong berharap pelatih lokal yang berjaya musim ini.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.