Para Pemburu Treble Winner Musim Ini - Edisi Juventus

Musim kompetisi 2017/2018 di Eropa sudah mendekati fase-fase akhir. Liga domestik maupun Liga Champions sudah memasuki tahap akhir. Premier League Inggris tinggal menyisakan 8 laga saja sementara Serie A Italia dan La Liga Spanyol hanya menunggu 9 laga lagi untuk tuntas. Sementara itu Liga Champions sudah memasuki fase perempat final yang berarti hanya menunggu 5 laga lagi sebelum sang juara dinobatkan.
Higuaín dkk kembali berburu 3 gelar musim ini - Photo from Naijscrib
Persaingan menuju fase akhir kompetisi bakal semakin seru dan menegangkan karena calon kuat juara di Inggris, Spanyol dan Italia masih dalam track yang benar untuk berburu tiga gelar juara alias treble winner. Sebentar, bukankah ada juga Bayern Munich yang sedang berburu treble winner kedua bersama Juup Heynckes?

Benar, tetapi sayangnya kami melihat Liga Jerman tidak seprestisius Liga Inggris, Italia dan Spanyol. Level persaingan di Bundesliga yang menurut kami masih di bawah Serie A, La Liga dan Premier League membuat makna treble winner disana tidak begitu istimewa karena praktis Bayern Munich hanya harus banting tulang ekstra keras di Liga Champions.

Untuk itulah terasa lebih menarik dan mendebarkan menanti bagaimana kiprah para pemburu treble winner dari Liga Italia, Spanyol dan Inggris. Kami akan mengulasnya dalam tulisan berseri dimana pada tulisan kali ini kami mengulas perjalanan Juventus berburu treble winner dan seberapa besar peluangnya untuk mengulang kisah sukses Inter Milan di musim 2009/2010.

Percaya atau tidak, ini adalah kesempatan ketiga Massimiliano Allegri berburu treble winner bersama Juventus. Sebelumnya mantan Allenatore Milan itu gagal di musim 2014/2015 dan 2016/2017. Kegagalan Allegri selalu terjadi di partai final Liga Champions dan uniknya selalu dari tim La Liga. Allegri “alergi” dengan klub Spanyol?

Entahlah, faktanya Juventus takluk di final Liga Champions musim 2014/2015 dari Barcelona dan selanjutnya pada kesempatan kedua takluk dari Real Madrid. Musim ini Si Nyonya Tua sudah berada pada fase perempat final dan akan melawan kembali Real Madrid. Tentu menarik menantikan apakah klub La Liga kembali jadi penghadang ambisi treble winner Juventus.

Liga Champions bukan satu-satunya tantangan Juve di musim ini. Berbeda dengan musim ini Buffon dkk mendapatkan tantangan lebih seru dari Napoli dan AC Milan. Dua klub ini punya persyaratan yang dibutuhkan untuk menjegal misi Juventus memenangkan 3 gelar Coppa Italy, Scudetto dan Liga Champions.

Juve boleh saja memimpin puncak klasemen Liga Italia namun hanya jarak 2 poin yang memisahkannya dari Napoli terbilang riskan untuk disalip. Apalagi Marek Hamsik dkk sudah tidak memiliki agenda lain selain hanya fokus di Serie A Italia. Hal ini bisa saja menjadi pembeda karena konsentrasi dan stamina Napoli lebih terjaga daripada Juve.
Paulo Dybala jadi andalan di lini depan Juventus - Photo from Sport360
Pun demikian dengan tantangan yang menanti Juventus di Coppa Italy. Tim asuhan Allegri sudah berada di partai final dan akan melawan raksasa Italia yang baru panas setelah pergantian tahun baru, AC Milan. Ya, bersama Gattuso, Milan 2018 jelas berbeda sekali dengan Milan 2017. Tim ini sedang dalam motivasi tertinggi untuk menunjukkan bahwa mereka sudah bangkit dari keterpurukan. Motivasi seperti ini bisa mengeliminasi keunggulan teknis dan pengalaman juara Juventus.

Who Scored memperlihatkan Milan di tangan Gattuso sempat menjalani 13 laga tanpa kalah disemua ajang sebelum dikalahkan Arsenal. Meski catatan fantastis itu sudah terhenti ditangan The Gunners, Milan masih dalam catatan hebat lainnya dimana mereka sudah menjalani 10 laga beruntun di Serie A Italia tanpa terkalahkan.   

Melihat situasi diatas, pantas jika dikatakan bahwa perjuangan Juventus mengejar treble winner musim ini jauh lebih berat dibandingkan musim sebelumnya. Tanda-tanda Allegri gagal lagi merengkuh 3 gelar juara dalam semusim?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.