Napoli Menempel Ketat Tapi Juventus Masih Favorit Scudetto

Napoli memanfaatkan dengan baik hasil mengejutkan Juventus saat ditahan imbang 0-0 SPAL. Ya, siapa juga yang menduga Gonzalo Higuain dkk bakal tertahan seri di kandang klub promosi tersebut. Napoli dengan sigap mengambil keuntungan dengan meraup 3 poin penuh saat menjamu Genoa.
Juve kini ditempel ketat lagi Napoli - Photo from Italian Football Daily
Marek Hamsik dkk memang bersusah payah untuk sekedar menang tipis 1-0 namun hasil itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupkan kembali persaingan perburuan Scudetto dengan Juventus. Gol tunggal Raul Albiol membawa Napoli kini hanya berselisih 2 poin dengan Juventus di puncak klasemen.

Jarak 2 poin adalah jarak yang sangat krusial karena setiap laga sisa yang dilakoni Juventus dan Napoli menjadi laga final bertajuk Sudden Death. Kegagalan meraup poin penuh bakal berakibat fatal karena bisa berarti perubahan posisi di puncak klasemen, sesuatu yang sangat krusial jelang musim berakhir.

Who Scored memperlihatkan Napoli dan Juventus sama-sama menyisakan 9 laga sisa di Liga Italia. Jika merujuk pada jadwal dan lawan-lawan mereka di sisa musim, Juventus tampaknya masih berada di atas angin. Si Nyonya Tua memiliki  5 laga kandang dan 4 kewajiban bertandang ke markas lawan dimana Juventus punya dua laga tandang berat ke markas Inter Milan dan AS Roma.

Sementara itu Napoli memiliki 4 sisa laga di kandang sendiri dan 5 laga yang mengharuskan mereka bermain di kandang lawan. Merujuk pada jadwal laga tandang, Napoli mendapati lawan yang lebih berat karena harus bertamu ke markas AC Milan dan Juventus serta bermain di markas Fiorentina dan Sampdoria yang kerap sulit dikalahkan.

Lawan yang dihadapi pada laga tandang menjadi perhatian karena bagaimanapun bermain di kandang lawan membutuhkan kerja keras ekstra, apalagi jika sang empunya kandang tersebut adalah tim yang tergolong tangguh. Bisa mengamankan satu poin saja sudah merupakan keberhasilan tersendiri.

Atas dasar ini, kami berkesimpulan bahwa peluang Juventus meraih Scudetto tetap lebih besar meski jarak poin mereka dengan Napoli menipis. Juventus hanya berpotensi kehilangan angka pada dua laga tandang di markas Inter Milan dan AS Roma sedangkan Napoli bisa kehilangan angka di empat laga tandang mereka ke kandang AC Milan, Juventus, Fiorentina dan Sampdoria.

Satu-satunya harapan Napoli untuk bisa menyalip Juventus adalah pada dua hal yaitu konsentrasi Si Nyonya Tua ke Liga Champions dan berulangnya kejutan ala SPAL. Juventini pasti akan lebih menunjuk Liga Champions jika diminta memilih tim asuhan Massimiliano Allegri sebaiknya fokus antara Liga Italia atau Liga Champions.

Masalahnya, Juventus tentu tidak akan melewatkan kesempatan yang jarang muncul untuk meraih treble winner. Mereka sudah menjejakkan kaki di partai final Coppa Italy, perempat final Liga Champions dan tengah memuncaki Serie A Italia. Allegri bakal bersemangat untuk terus menjaga fokus Gianluigi Buffon dkk.
Juventus tertahan di kandang SPAL - Photo from Sportsmax
Napoli bisa saja berharap kejadian mengejutkan Juve tertahan di kandang SPAL sering-sering terjadi di 9 laga sisa nanti. Dengan demikian, Napoli tinggal melakukan tugas mereka yaitu menang dan menyalip Juventus lalu bertahan di puncak klasemen sampai akhir musim.

Masalahnya, Juve jelas tidak akan mau terperosok ke lubang yang sama sampai dua kali, apalagi jika itu terjadi jelang Liga Italia berakhir. Bagaimana Massimiliano Allegri tidak “baperan” ditahan imbang SPAL memperlihatkan percaya dirinya bahwa Juve masih sangat kokoh di jalur Scudetto.

“Saya tidak marah atau kecewa. Kami mengambil pelajaran dari laga ini. Kami harus siap pada apapun yang mungkin terjadi” ujar Allegri pada Mediaset Premium usai Juve ditahan seri di kandang SPAL. Kata-kata Allegri sangat jelas menunjukkan bahwa Juve tidak akan terganggu banget dengan hasil tersebut dan siap untuk tetap berada di puncak klasemen sampai gelar Scudetto resmi digenggam kembali.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.