MU Memang (Sedang) Tidak Jago Di Liga Champions

Jangan buru-buru percaya kalau ada yang mengatakan bahwa MU adalah klub yang jago di Liga Champions. Bukan hanya karena MU baru saja disingkirkan Sevilla di babak 16 besar Liga Champions, tetapi juga karena fakta sejarah klub tersebut di kompetisi elit antar klub Eropa itu.
Romelu Lukaku tak berdaya melawan Sevilla - Photo by The Indian Express
Sebagai komparasi sederhana, anda bisa menghitung bagaimana prestasi MU di Liga Champions saat masih ditangani manajer terbaik mereka sepanjang masa, Sir Alex Ferguson. Ditangan pria Skotlandia itu, MU hanya mampu memenangkan 2 trofi juara Liga Champions dalam 3 kesempatan lolos ke final. Padahal jika dipikir-pikir MU dipimpin Sir Alex dalam kurun waktu yang sangat panjang dari tahun 1986 sampai 2013 alias 27 tahun lamanya.

Jika ukurannya dari jumlah raihan trofi juara, MU sangat kalah dari klub elit Eropa lainnya. Transfermarkt mencatat dalam kurun waktu 27 tahun tersebut, klub seperti Real Madrid sudah memenangkan 6 trofi Liga Champions serta Barcelona dan AC Milan sebanyak 5 kali mengangkat Si Kuping Besar.

Kegagalan MU melewati hadangan Sevilla di babak 16 besar Liga Champions musim ini semakin menegaskan bahwa MU mungkin salahsatu tim tersukses Inggris di Eropa tetapi bukan jagoan yang sesungguhnya di kompetisi ini. Setidaknya sejak MU kalah dari Barcelona dalam final Liga Champions 2011 di Wembley.

Opta mencatat, termasuk dengan laga final 2011 itu, MU hanya meraih satu saja kemenangan dalam sembilan laga di fase gugur setelahnya. Rinciannya MU menang sekali, imbang tiga kali dan kalah sampai lima kali. Jadi dari sisi rekam jejak performa sejak 2011, tidak mengherankan melihat MU gagal di Liga Champions musim ini.

Apalagi Opta menambahkan catatan MU tersingkir 2 kali dari 3 penampilan terakhir di babak 16 besar Liga Champions. Salahsatunya yah saat disingkirkan Sevilla musim ini dan satu lagi saat MU menjalani musim terakhir bersama Sir Alex di ajang Liga Champions musim 2012/2013.

“Tentu saja semua orang sedih tapi tak ada waktu untuk lama-lama bersedih” ujar Mourinho disitus resmi MU. The Special One benar. MU memang jangan lama-lama bersedih karena mereka sudah ditunggu laga perempat final FA Cup Sabtu (17/3/2018) melawan Brighton & Hove Albion.
Pemain MU jangan lama-lama bersedih - Photo by Sleekarena
“Kami punya pertandingan di hari Sabtu dan semoga para pemain kembali ke tempat latihan dengan fokus ke laga penting itu” ujar Mourinho mengingatkan skuadnya agar segera melupakan hasil menyakitkan di Liga Champions dan kembali fokus mengamankan posisi 4 besar di Liga Inggris dan mencoba meraih satu trofi juara yaitu FA Cup.

Memenangkan FA Cup jelas tidak sebanding dengan menjuarai Liga Champions tetapi akan lebih baik ketimbang mengakhiri musim tanpa gelar. MU memang gagal di Liga Champions musim ini tetapi dengan semakin matangnya skuad MU bersama Mourinho maka peluang untuk berbicara lebih banyak di Liga Champions musim depan selalu terbuka.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.