Milan Memang Bermain Buruk Dan Pantas Kalah

Milan kalah dari Arsenal sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan mengingat Arsenal bukan klub kacangan Eropa tetapi kalah “saat ini” dari Arsenal menjadi mengejutkan bagi Rossoneri. Tim asuhan Gennaro Gattuso memasuki laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa dengan catatan 13 laga tak terkalahkan dan 8 clean sheet. Sebaliknya Arsenal datang ke San Siro membawa rentetan 4 kekalahan beruntun.
Pemain Milan tertunduk lesu dikalahkan Arsenal - Photo by Italian Football Daily
AC Milan yang bermain di kandang sendiri sejatinya diunggulkan menang atas Arsenal. Tren performa terkini Arsenal dan Milan yang bak langit dan bumi jadi rujukan utamanya. Apalagi pada jamuan terakhir Milan atas Arsenal di ajang Liga Champions berakhir dengan kemenangan telak 4-0. Namun fakta tersaji berbeda, Arsenal menang 2-0 atas tuan rumah Milan.

Apa yang salah dengan Milan? Gennaro Gattuso menyatakan anak asuhnya tidak bermain seperti biasanya. “Kami tidak bermain sebagai sebuah tim sehingga tiap kali Arsenal menyerang, ada bahaya” ujar Gattuso dilansir dari Football Italia. “Ini sebuah haru dimana kami bermain buruk” lanjut mantan gelandang bertahan Milan itu.

Atas analisa Gattuso itu, kapten Milan Leonardo Bonucci menjelaskan mengapa mereka bermain buruk. “Kami tidak memiliki keberanian untuk bertanggung jawab dari segi penguasaan bola dan menutup aliran bola. Kami bisa saja lebih baik dalam mengoper dan mengendalikan.Kami terlalu gelisah” ujar Bonucci dilansir dari Football Italia

Gattuso dan Bonucci benar. Milan bermain buruk karena terlalu gelisah. Penguasaan bola Milan yang dicatat situs resmi UEFA mencapai 55% tidak berarti banyak meski berhasil melesakkan 16 percobaan karena hanya 1 yang mengarah ke gawang. Sebaliknya Arsenal bermain sangat efektif dengan 4 tembakan mengarah ke sasaran dari 8 percobaan. Nah, 2 dari 4 yang mengarah ke gawang itulah yang berbuah gol kemenangan tim asuhan Arsene Wenger.

Dua gol yang disebut-sebut bek Milan Alessio Romagnoli sebagai dua gol bodoh.Gol pertama berawal dari keteledoran Lucas Biglia yang kehilangan bola di area permainan Milan dan berujung pada umpan matang ke Henrikh Mkhitaryan. Kesalahan berlanjut ketika Calabria gagal menutup pergerakan Mkhirtaryan sehingga mantan pemain MU itu bisa bebas melepaskan tembakan yang menjadi gol pertama The Gunners.

Gol kedua mungkin tidak pernah disangka-sangka punggawa Milan karena terjadi di menit-menit akhir injury time babak pertama. Ketika konsentrasi mulai menurun, Aaron Ramsey berhasil menaklukkan perangkap offside lini pertahanan Milan. Apesnya, Donnaruma yang maju menutup ruang tembak terlalu cepat menjatuhkan diri sehingga mudah saja dilalui Ramsey. Skor 2-0 semakin menyulitkan bagi Milan.
Pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Milan - Photo by Daily Express
“Kami kebobolan dua gol bodoh” keluh Romagnoli dilansir dari Sky Sport Italia. Ya, dua gol yang menjadi akumulasi buruknya penampilan Milan pada laga tersebut. Meski membaik pada babak kedua, segalanya sudah terlambat karena Milan juga tidak mampu mengkonversi perbaikan penampilan mereka pada babak kedua menjadi gol.

Kini Milanisti patut berharap agar kinerja Bonucci dkk pada babak kedua menjadi starting point performa Milan pada leg kedua di kandang Arsenal nanti. Hanya dengan itu maka Milan punya peluang untuk membalikkan keadaan. “Arsenal layak menang, kami akan belajar” tutup Gattuso menyiratkan optimisme yang masih tersisa.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.