Mesut Ozil, Mimpi Buruk Gattuso Yang Jadi Kenyataan

“Saya mengkhawatirkan bagaimana menghentikan Arsenal mencetak gol. Saya memimpikan Ozil dan Wenger” ujar Gennaro Gattuso dilansir dari Football Italia sebelum laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa menjamu Arsenal. Agak aneh memang jika kekhawatiran Gattuso pada Arsenal sampai membuat mantan gelandang Milan itu terbawa mimpi akan Ozil dan Wenger.
Mesut Ozil dimimpikan Gattuso - Photo by Xania News
Milan era Gattuso sedang berada pada tren bagus dengan 13 laga tak terkalahkan sementara Arsenal datang dengan bekal 4 kekalahan beruntun. Namun hasil laga yang memunculkan Arsenal sebagai pemenang dengan skor 2-0 seakan jadi pernyataan keras pada Gattuso yang berbunyi : “Kamu sudah diperingatkan lewat mimpi tetapi kamu gagal memahami makna mimpi tersebut”

Ya, Mesut Ozil yang dimimpikan Gattuso dalam mimpi buruknya menjelma jadi salahsatu sosok kunci yang menghentikan rentetan 13 laga tanpa kalah Milan. Pemain timnas Jerman itu benar-benar mewujudkan kekhawatiran Gattuso dengan terlibat pada kedua gol Arsenal yang diciptakan Mkhitaryan dan Ramsey.

Ozil mengkreasi umpan yang meloloskan Mkhirtaryan ke dalam kotak penalti untuk kemudian mengecoh Calabria dan melesakkan tendangan yang berbuah gol pertama Arsenal. Pada gol kedua, gantian umpan Ozil membelah jebakan offside pertahanan Milan dan membuat Ramsey berhadapan satu lawan satu dengan Donnaruma yang tampak terlalu cepat menjatuhkan diri.

Dua assist dari Ozil tidak hanya bermakna kemenangan yang penting bagi Arsenal tetapi juga menambah catatan khusus bagi mantan gelandang Real Madrid itu. Opta mencatat Mesut Ozil kini sudah terlibat dalam 100 gol Arsenal sejak 2013. Rinciannya, Ozil membuat 37 gol dan 63 assist.

Kegemilangan Ozil dalam laga melawan Milan boleh jadi dipengaruhi faktor kegagalan tim asuhan Gattuso menekan Ozil di lini tengah. Dilansir dari Squawka, pemain berusia 29 tahun itu terlalu dibiarkan bebas mendapatkan ruang pada babak pertama. Tanpa tekanan berarti dari pemain-pemain Milan membuat Ozil bebas berkreasi di lini tengah dan buahnya adalah dua umpan yang mengawali dua gol Arsenal.
Aaron Ramsey merayakan gol kedua Arsenal - Photo by Daily Express
Momen “terlepasnya” Ozil dari pengawalan ketat di babak pertama dianggap berperan penting pada kekalahan Milan. Ozil bermain seperti seorang maestro lapangan tengah di babak pertama. Saat laga memasuki babak kedua dan Ozil sudah mendapatkan pengawalan ekstra keras, pemain Jerman keturunan Turki itu kembali pada performa “biasa-biasa saja” yang kerap membuatnya dikritik oleh fans Arsenal.

Gattuso mungkin tipikal orang yang tidak begitu mudah mempercayai mimpi tetapi bagaimana kekhawatirannya pada Ozil yang sampai terbawa ke mimpi seharusnya coba disikapi lebih serius. Terlepas ada mimpi atau tidak, Ozil memang bukan tipikal gelandang serang yang bisa dibiarkan bebas tanpa tekanan di lini tengah. Bukti sudah tersaji ketika Ozil menjadi mimpi buruk bagi Milan di babak pertama, dan untuk yang satu ini Gattuso tidak sedang bermimpi. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.