Ketika FA Cup Musim Ini Menjadi Sangat Berarti Untuk Mourinho Dan Conte

Mungkin ini tidak pernah disadari tetapi menempatkan final FA Cup sebagai laga paling terakhir dalam perjalanan sebuah musim ternyata memberikan efek drama pada partai puncak turnamen sepakbola tertua didunia itu. Yap, final FA Cup yang selalu dihelat setelah pekan terakhir Liga Inggris atau usai musim Premier League berakhir menjadikan laga di Stadion Wembley bak lagu penutup sebuah konser yang kerap bernuansa megah.
Mourinho dan Conte berburu FA Cup musim ini - Photo from Daily Express
Sebagai laga memperebutkan trofi domestik terakhir di sebuah musim, final FA Cup juga kerap menjadi laga pertaruhan sebuah klub. Bakal menambah trofi atau justru menyelamatkan musim lewat raihan gelar juara FA Cup. Pemandangan itulah yang tersaji pada final FA Cup tahun lalu kala Chelsea bertemu dengan Arsenal.
Tagline laga itu adalah apakah Chelsea akan menutup musim dengan status double winner ataukah Arsenal yang menyelamatkan musim mereka dengan meraih trofi FA Cup. Tim asuhan Conte membawa misi melengkapi gelar juara Premier League dengan trofi FA Cup sedangkan skuad Arsene Wenger ingin melampiaskan kegagalan lolos ke Liga Champions dengan sebuah trofi juara di laga terakhir musim itu.

Tahun ini, drama dan prestise boleh jadi tidak berkurang seturut kegagalan MU dan Chelsea di Liga Champions. Tersingkirnya MU ditangan Sevilla dan kegagalan Chelsea membuat keajaiban di Camp Nou menempatkan kedua tim pada situasi hanya memiliki FA Cup sebagai satu-satunya trofi yang masih bisa dimenangkan.

Tunggu, tunggu. Bukankah masih ada Tottenham Hotspur yang berstatus tim elit pada fase perempat final FA Cup? Benar, tetapi rasanya sulit menyangkal bahwa atensi pada kiprah Jose Mourinho dan Antonio Conte berburu trofi FA Cup musim ini jauh lebih menarik dan mendebarkan.

Spurs sejatinya sama-sama merasakan pahit atas kegagalan di babak 16 besar Liga Champions tetapi tekanan lebih terasa menerpa ke wajah Mourinho dan Conte usai kegagalan di Eropa. Mungkin karena Spurs belum dianggap sebagai tim yang wajib juara ketimbang MU dan Chelsea sehingga Mauricio Pochettino relatif tidak begitu merasakan pressure usai Harry Kane dkk tersingkir di Liga Champions. Manajemen Spurs sejauh ini terlihat sudah puas melihat konsistensi The Lily Whites bertarung di 4 besar klasemen.
Nah, kondisi seperti itu tidak berlaku bagi MU dan Chelsea, khususnya bagi Mourinho dan Conte. Kegagalan di Premier League dan Piala Liga Inggris saja sudah cukup memberikan tekanan apalagi ditambah dengan keterpurukan di Liga Champions. Memenangkan trofi FA Cup bagi Mourinho dan Conte adalah sebuah harga mati, bukan saja demi reputasi mereka sebagai manager papan atas tetapi juga karena nama besar klub yang mereka tangani.

Trofi FA Cup akan menjadi pertaruhan terakhir bagi MU dan Chelsea untuk menyelamatkan musim mereka. Anda bisa juga melihatnya sebagai kesempatan terbaik bagi Mourinho dan Conte untuk menyelamatkan muka mereka musim ini. Terutama bagi Conte.

Rumor pemecatan yang terus menerpa pria Italia itu sudah lama berhembus kencang sejak Chelsea terpuruk di Liga Inggris musim ini. Memenangkan FA Cup (jika memang Conte bisa memenangkannya) mungkin hanya akan menjaga reputasi Conte pribadi sebagai seorang manager yang mampu memberikan trofi juara tetapi mungkin tidak kuasa mencegahnya menerima surat pemecatan. Terbayang bukan bagaimana jika Conte justru gagal pada satu-satunya kesempatan memberikan trofi juara musim ini?

Sedikit berbeda dengan Mourinho. The Special One sejauh ini terlihat masih aman-aman saja bersama MU meski cukup banyak kritik yang menerpanya atas kegagalan melewati Sevilla di Old Trafford. Keberhasilannya membawa MU meraih juara Piala Liga Inggris dan Europa League di musim perdana teramat berarti bagi klub yang merindukan gelar juara usai ditinggal pensiun Sir Alex.
Meski demikian, arah angin bisa saja berubah jika MU gagal memenangkan satu-satunya trofi juara yang tersisa musim ini. Sesuatu yang bisa diyakini fans MU tidak akan terjadi. Mengapa? Ini alasannya.

Soccerway mencatat rekam jejak Mourinho di ajang FA Cup masih lebih baik daripada Conte. The Special One sudah berpengalaman menjuarai FA Cup pada musim 2006/2007 bersama Chelsea sebaliknya Conte gagal di final FA Cup musim lalu yang sekaligus jadi momen pertamanya beraksi di ajang tersebut.
Mourinho pernah membawa Chelsea juara FA Cup - Photo from Daily Mail
Catatan lain yang memperlihatkan arah angin menguntungkan Mourinho adalah fakta bahwa manager MU itu berpengalaman menjuarai ajang trofi. Soccerway memperlihatkan diluar sukses menjuarai FA Cup bersama Chelsea, Mourinho juga sukses mengangkat trofi Coppa Italia 2009/2010 bersama Inter Milan dan Copa Del Rey 2010/2011 bersama Real Madrid.
Catatan yang kontradiktif justru terekam dalam perjalanan karir Antonio Conte. Mantan arsitek Juventus itu tidak sekalipun memenangkan Coppa Italia meski 3 musim sukses meraih Scudetto bersama Si Nyonya Tua. Tanda-tanda Mourinho yang akan memenangkan FA Cup musim ini?.

Mungkin masih terlalu dini membuat prediksi akan hal ini, tetapi sulit menyangkal bahwa akan sangat seru dan menarik jika MU bersua dengan Chelsea di partai final FA Cup nanti. Pertemuan Mourinho dan Conte (jika tidak keburu dipecat Abramovich) di Wembley bakal jadi final yang sayang untuk dilewatkan. Setuju?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.