Juventus Mungkin Sudah Terbiasa Meraih Scudetto, Apapun Keadaannya

Juventini sebutan fans Juventus mungkin saat ini sedang senyum-senyum penuh arti melihat klasemen sementara Serie A Italia. Klub kesayangan mereka memuncaki klasemen setelah sekian lama posisi tersebut dikuasai Napoli. Klub yang disebut terakhir bahkan sudah disebut-sebut sebagai tim yang akan mengakhiri hegemoni Juventus di Italia yang sudah berjalan selama 6 musim.
Juventus semakin mendekati gelar Scudetto - Photo from Yahoo
Fakta kini tersaji, Si Nyonya Tua berada di posisi teratas klasemen dengan keunggulan 1 poin dan masih memiliki sisa 1 laga. Makin lebarlah senyuman Juventini mengingat Liga Italia hanya tersisa 10 pekan saja. Bayang-bayang Scudetto ketujuh beruntun sudah terlintas di depan mata.

Juventus dengan hegemoninya selama 6 musim terakhir memang sudah menjelma jadi klub yang sulit bikin patah hati fansnya. Juventus boleh saja terlihat bakal terpuruk tetapi pada akhirnya tim asuhan Massimiliano Allegri dapat bangkit meraih sukses. Klub ini seperti punya mode khusus untuk bikin senang para pesaing dengan membiarkan mereka menguasai papan atas klasemen untuk kemudian disalip jelang akhir musim.

Transfermarkt mencatat dalam hegemoni Juventus selama beberapa musim terakhir, dua kali Juventus menjalani performa yang sangat mengkhawatirkan. Musim 2011/2012 saat Antonio Conte menjalani musim perdana menangani Juve, 8 pekan awal dilalui dengan 5 hasil imbang dan hanya 3 kali menang. Conte membawa Juventus meraup 15  poin dalam 8 pekan awal. Catatan tersebut sebenarnya lebih buruk daripada kinerja Juventus dalam 8 pekan awal musim ini. Tim asuhan Allegri masih mampu mendapatkan 19 poin dari 6 kemenangan dan 1 hasil seri dan kalah.

Menariknya, diakhir musim Conte sukses memenangi Scudetto pertamanya bersama Juventus. Hebatnya lagi, Juventus melahap seluruh laga tanpa terkalahkan dengan Si Nyonya Tua sempat menjalani periode 8 kemenangan beruntun dari pekan 28 sampai pekan ke 35.

Cerita luar biasa itu berulang lagi pada musim 2015/2016. Transfermarkt mencatat 8 pekan awal musim itu bahkan menjadi yang terburuk sepanjang hegemoni Juventus dalam beberapa musim ini. Juve yang saat itu sudah ditangani Allegri merasakan kalah 3 kali, seri 3 kali dan hanya mampu menang 2 kali pada 8 pekan awal.

Buffon dkk ketika itu duduk di peringkat 12 klasemen pada pekan ke 8 alias lebih baik daripada musim ini dimana Juve bertengger pada posisi 4 klasemen sementara di pekan ke 8 Serie A Italia. Pada kondisi terpuruk seperti itu, Juventus bersama Allegri tetap menjadi perebut Scudetto di akhir musim.

Allegri secara luar biasa membawa anak asuhnya menjalani 26 laga tak terkalahkan sejak pekan ke 11 sampai pekan ke 36. Juventus bahkan mencatatkan sebuah rentetan kemenangan beruntun yang luar biasa selama 15 pekan sejak pekan ke 11 sampai pekan ke 25. Tidak ada yang menduga Juventus mampu membalikkan prediksi yang meragukan kapabilitas mereka mempertahankan Scudetto setelah 8 pekan awal yang buruk.
Allegri sudah terbiasa menyalip di akhir musim - Photo from Daily Star
Dua keajaiban yang dipertontonkan Juventus tersebut direkam dengan jelas dalam memori Juventini sedunia. Mereka kini paham untuk tidak segera panik dan berputus asa jika satu waktu ketika tim kesayangan mereka terlihat kepayahan. Alam bawah sadar Juventini sudah terisi memori kisah kebangkitan di masa lalu.

Apalagi Allegri sebagai sosok yang membidani perjalanan fantastis musim 2015/2016 masih berada di belakang layar. Harapan Juventini agar Juventus kembali melakukan sebuah comeback luar biasa bukan sebuah harapan tanpa dasar. Juventus sudah pernah melakukannya dan Juventini percaya Buffon dkk bisa mengulanginya.

Itulah yang hari ini tersaji dihadapan kita semua. Juventus kembali berada di posisi yang sudah biasa mereka tempati sementara di sisi lain Napoli kembali berada di posisi pemburu. Bagaimana akhir ceritanya? Tentu Juventini berharap bakal semanis kisah-kisah kebangkitan sebelumnya yang berujung gelar Scudetto. Akhir kisah yang kontradiktif dengan keinginan fans Napoli dan mungkin sebagian fans netral yang sudah bosan melihat Juventus juara terus.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.