Hati-Hati Madrid, PSG Punya Modal Untuk Membalikkan Keadaan

“Kami memiliki sebuah tim yang bisa mengalahkan Real Madrid”. Perkataan itu dilontarkan Presiden PSG Al-Khelaifi seperti dilansir dari ESPNFC menanggapi leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan juara bertahan El Real. Pernyataan bernada optimis memang perlu digaungkan PSG karena mereka menatap laga leg kedua di kandang mereka dalam posisi tertinggal 1-3 dan kehilangan Neymar yang tengah menderita cedera metatarsal.
Tanpa Neymar, Mbappe dan Cavani jadi tumpuan PSG di depan - Photo by Daily Mail
Bersama Neymar pada leg pertama pun PSG tetap takluk dari Real Madrid. Bagaimana bisa mereka berbuat sesuatu pada leg kedua tanpa kehadiran bintang sepakbola asal Brazil itu? Who Scored memberikan rating tertinggi untuk Neymar diantara punggawa PSG lainnya berdasarkan performa di Liga Champions.

Neymar jadi pemain tersubur dengan 6 gol bersama Edinson Cavani serta jadi pemberi 3 assist terbanyak bersama Kylian Mbappe. Disisi lain Neymar adalah pemain PSG paling agresif di lini serang dengan lesakan 4 shoot per laga. Wajar jika ketiadaannya dianggap akan mempengaruhi kemampuan PSG untuk membalikkan keadaan.

Tetapi tidak demikian dengan anggapan Al-Khelaifi. Presiden PSG itu menilai PSG adalah tim yang bisa membuat keajaiban untuk bangkit dari kekalahan di leg pertama. PSG memang punya segudang pemain bintang dalam skuad terkini. Absennya Neymar kemungkinan akan digantikan Angel Di Maria dan ini akan jadi semacam senjata rahasia PSG untuk Madrid.

Pengalaman Di Maria meraih juara Liga Champions 2014 bersama Madrid tentu bisa memberikan perbedaan pada penampilan PSG kali ini, meski kita sendiri belum bisa memperkirakan sebesar apa perbedaan yang bisa dihadirkan Di Maria. Pemain asal Argentina ini ditepikan Unai Emery pada leg pertama dan kami sempat mengulasnya sebagai salahsatu alasan mengapa PSG loyo dikandang Madrid.

Angel Di Maria memang hanya sedikit saja mendapatkan menit bermain di Liga Champions musim ini. Total baru 67 menit Di Maria beraksi diatas lapangan Liga Champions sehingga performanya memang sangat minim. Padahal di Ligue 1, mantan pemain MU itu bermain tidak kalah bagusnya dengan trio Neymar Cavani Mbappe.

Di Maria melesakkan 8 gol dan 5 assist di Liga Prancis sejauh ini. Jumlah golnya adalah keempat terbaik setelah Cavani, Neymar dan Mbappe. Adapun 5 assist Di Maria menempatkan dirinya dalam 3 besar pemberi assist terbanyak PSG di Ligue 1. Atas dasar ini, wajar jika Al – Khelaifi optimis PSG masih bisa berbuat sesuatu dihadapan Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Di Maria kemungkinan turun mengisi posisi Neymar - Photo by JOE
Apalagi selain Di Maria, PSG juga masih punya Edinson Cavani, Kylian Mbappe, Marco Verratti, Dani Alves, Julian Draxler dan Javier Pastore yang kualitasnya tidak kalah dengan pemain-pemain bintang Madrid. Dani Alves bahkan kenyang merasakan gelar juara Liga Champions bersama Barcelona.

Meski musim lalu gagal di final bersama Juventus, keberhasilannya meloloskan Si Nyonya Tua ke partai puncak dianggap sebagai salah satu tuah keberadaan dirinya yang berpengalaman di Liga Champions dalam skuad Juve. PSG tentu berharap tuah yang sama.

Jadi Madrid, hati-hati dengan laga leg kedua di kandang PSG. Tim raksasa Prancis itu hanya butuh menang 2-0 dan Unai Emery punya skuad yang bisa mewujudkannya. PSG musim ini sudah 30 kali menorehkan kemenangan dengan selisih 2 gol termasuk diantaranya kala menggasak 3-0 Bayern Muenchen dihadapan fans PSG.

Sinyal kesiapan PSG mendobrak ketertinggalan 1-3 dari Madrid pun sudah tampak. Dalam 4 laga terakhir usai Edinson Cavani dkk kalah dari Madrid, PSG menorehkan kemenangan pada 4 laga tersebut dengan skor yang selalu memiliki selisih 2 gol. Rinciannya 5-2 vs Strasbourg, dua kali menang 3-0 vs Marseille dan 2-0 vs Troyes.

“Kami akan lolos. Saya ulangi, kami memiliki pemain dan tim untuk itu” tegas Al-Khelaifi dilansir dari ESPNFC.  Ini jelas bukan sesumbar tanpa dasar. Lengah sedikit maka Madrid bisa menyesal. Apalagi musim ini El Real pernah merasakan kalah dengan selisih 2 gol dari Tottenham Hotspur (1-3) dan Barcelona (0-3). Nah lho, waspadalah, waspadalah!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.