Cerdasnya Allegri Membaca Dan Mengubah Strategi

Ada alasan tertentu mengapa Juventus memilih Massimiliano Allegri sebagai penerus Antonio Conte yang begitu sukses membawa Si Nyonya Tua meraih hattrick Scudetto. Kegagalan Allegri dimusim terakhir bersama AC Milan tidak menyurutkan niat Juventus untuk meminangnya agar mau menangani Gianluigi Buffon dkk.
Allegri saat mengarahkan pemain disisi lapangan - Photo by Yahoo Sports
Publik lantas memahami keputusan Juventus mendatangkan Allegri ketika dirinya langsung membawa Juventus scudetto di musim debutnya. Allegri bahkan bisa dianggap lebih sukses daripada Conte karena berhasil dua kali membawa Si Nyonya Tua mentas di partai final Liga Champions. Meski dua kali hanya jadi runner up, capaian itu tidak mengurangi pengakuan akan kehebatan Allegri dibalik layar Juventus.

Laga leg kedua Juventus kala melawat ke markas Tottenham Hotspur pada Kamis (8/3/2018) dini hari WIB niscaya semakin membuat kita paham mengapa Juventus berusaha agar Allegri tidak terpikat godaan hijrah menangani sejumlah klib elit Eropa di luar Serie A Italia. Allegri mempertontonkan kejeniusan dalam membaca laga dan kemampuan meresponnya.

Melihat Juventus tertinggal 0-1 hingga turun minum setelah gawang mereka dibobol Son Heung-min di babak pertama, Allegri mulai memikirkan perubahan strategi. Bagaimana pun Juve terlihat tidak bisa berbuat banyak sepanjang babak pertama bahkan bisa saja kemasukan lebih banyak gol andai Spurs lebih efisien memanfaatkan kesempatan.

Who Scored mencatat Juventus pada awalnya turun dengan formasi 4-3-1-2 yang dijabarkan menjadi 4-1-2-1-2. Kuartert pertahanan dihuni duet Benatia dan Chiellini di tengah yang diapit Barzagli disayap kanan dan Sandro di sayap kiri. Lini tengah dihuni Pjanic pada posisi sentral diapit Costa dikanan dan Matuidi di kiri menopang Khedira yang lebih maju ke depan untuk mendukung duet Higuain Dybala.

Cukup satu jam bagi Allegri mempertahankan komposisi tersebut. Melihat Juve tidak berkutik, Allegri menarik keluar Blaise Matuidi dan Medhi Benatia dalam waktu hampir bersamaan. Kwadwo Asamoah dan Stephan Lichtsteiner lantas masuk untuk membentuk komposisi yang baru dalam formasi Allegri.

Masuknya Lictsteiner yang menempati posisi bek kanan membuat Andrea Barzagli bergeser ke posisi bek tengah untuk mengisi posisi Benatia berduet dengan Giorgio Chiellini. Sementara itu, masuknya Asamoah mengisi posisi bek kiri dalam formasi empat bek sejajar mendorong Sandro maju ke depan mengisi posisi Matuidi.


Dua pemain cadangan masuk untuk posisi sayap. Allegri memang ingin menutup lubang di sisi kanan pertahanan Juve yang terus digempur Son Heung Min. Disaat bersamaan, lewat Lichtsteiner dan Asamoah, Allegri ingin membuat serangan Juve dari sisi sayap lebih menggigit. Sebuah pemikiran jenius. Memperkuat pertahanan sekaligus meningkatkan ketajaman serangan dari sisi yang sama


Efek perubahan strategi Allegri langsung terasa. Tidak sampai 5 menit setelah dua pemain baru itu masuk, Juventus menyamakan skor lewat Gonzalo Higuain di menit ke 64. Sebagai catatan, gol ini berawal dari umpan silang yang dikirimkan oleh Lichststeiner di sisi kanan. Bak mendapat angin perubahan, Juventus berbalik memimpin 2-1 usai Paulo Dybala menuntaskan umpan terobosan Higuain untuk menjebol gawang Spurs di menit ke 67.

Higuaín mencetak gol penyama kedudukan - Photo by Daily Mail
Dua pergantian pemain dan setelahnya hanya butuh 3 menit bagi Juventus membalikkan keadaan. Luar biasa! "Kami lelah di sisi sayap dan butuh kecepatan serta bermain lebih melebar," ujar Allegri seperti dilansir dari Mediaset Premium mengomentari perubahan strategi yang dilakukannya.

Apa yang dipertontonkan Allegri dengan keputusan strategisnya dalam laga melawan Spurs menunjukkan betapa mantan Allenatore Milan ini mampu membaca situasi laga dan meresponnya dengan baik. Membaca situasi laga saja tidak mudah, apalagi sampai mampu meresponnya dengan tepat.

Allegri mungkin bisa salah dengan keputusannya dalam laga tersebut, tetapi pada akhirnya keberanian Allegri membuat keputusan menjadi berkah bagi Juventus. "Saya kadang-kadang juga membuat kekacauan dan berusaha untuk menebusnya" ujar Allegri berusaha merendah. Apapun itu, Juventus lolos dari hadangan Spurs dan harus diakui salahsatunya karena kecerdasan Allegri dengan strateginya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.