Bukan Karena Spurs Jelek Tetapi Karena Lawannya Adalah Juventus

“Dalam dua laga Spurs adalah tim yang lebih baik tetapi dalam tiga menit saja pertemuan ini jadi milik Juventus” demikian komentar manager Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino di situs resmi UEFA usai mendapati Harry Kane dkk disingkirkan Juventus pada babak 16 besar Liga Champions.
Spurs disingkirkan Juventus meski sudah bermain bagus - Photo by Daily Express
Pochettino patut meratapi kegagalan mereka melewati Si Nyonya Tua. Spurs sudah melakukan apa yang perlu ditampilkan saat berhadapan dengan raksasa Serie A Italia itu. The Lily Whites menahan imbang 2-2 Juventus di kandangnya dan mendominasi laga leg kedua di kandang sendiri.

Menjamu Juventus di Wembley, laga memang seperti akan jadi milik Tottenham Hotspur. Memulai leg kedua dengan keunggulan agregat 2-2, Harry Kane dkk menguasai permainan dan mengurung pertahan Juventus. Secara kasat mata, Spurs terlihat bakal melewati hadangan Juventus.

Selama 60 menit lamanya, Spurs terus menggempur pertahanan Juventus termasuk diantaranya mencetak satu gol pada menit ke 39. Gol Son Heung Min itu semakin menegaskan keunggulan psikologis tuan rumah. Skor agregat menjadi 3-2 dengan kondisi permainan berada dalam kendali mereka.

Namun Juventus tetaplah Juventus. Orang-orang mungkin belum lupa bahwa klub ini dikenal punya mental juara yang kerap ditunjukkan dengan memetik kemenangan lewat cara yang tidak disangka-sangka. Ya, siapa juga yang menyangka bahwa tim asuhan Massimiliano Allegri hanya butuh 3 menit untuk membalikkan keadaan?

Selepas sejam laga berjalan, Juventus mulai bereaksi. Pada menit ke 64 Gonzalo Higuain mencetak gol yang menyamakan skor menjadi 1-1. Tidak lama berselang pada menit ke 67, Paulo Dybala mencetak gol kedua Juventus. Jawara Italia itu kemudian berbalik unggul 2-1 dan itu dilakukan hanya dalam tempo 3 menit!

Hebatnya lagi, dua gol Juventus itu dicatat situs resmi UEFA datang dari dua tembakan on target pertama mereka di laga tersebut. Total Juventus hanya melepaskan 3 tembakan tepat sasaran dari Sembilan percobaan. Jumlah tersebut bak langit dan bumi dengan upaya yang diperbuat Spurs. Harry Kane dkk memiliki 23 tembakan dengan 6 diantaranya mengarah ke gawang.
Higuaín merayakan gol ke gawang Spurs - Photo by Yahoo Finance
“Tim ini bermain fantastis tapi kami kalah. Anda bisa melabeli apapun : kurang pengalaman, kurang konsentrasi, tetapi jika anda menilai dan menyaksikan ulang laganya, selama 70 menit kami lebih baik daripada Juventus dan menciptakan banyak peluang” ujar Pochettino di situs resmi UEFA. Spurs memang harus diakui bermain lebih baik dalam dua pertemuan, tetapi pada akhirnya tim yang lolos adalah tim yang menang dan bukan yang “sekedar bermain baik”.

"Juventus adalah salah satu tim terbesar di Eropa. Mereka punya banyak pengalaman dan mereka menunjukkan mentalnya hari ini karena bahkan saat tertinggal 0-1 mereka tidak menyerah dan terus percaya kepada diri sendiri. Kami tim yang masih muda. Juventus terbiasa menang. Mereka terbiasa bermain di Liga Champions dan mereka punya pengalaman di level ini, di kompetisi ini," tambah kiper Spurs Hugo Lloris di laman resmi Spurs mengakui kehebatan Si Nyonya Tua

Yap. Keberhasilan Juventus melewati hadangan Spurs dalam kondisi tertinggal agregat dan digempur serangan tuan rumah memperlihatkan sekali lagi bahwa klub ini masih memiliki mental juara. Bukan sembarang tim yang bisa melakukan hal tersebut. Ini Juventus!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.