Beruntunglah Ronaldo Karena Maradona Bukan Pemain Portugal

Tidak ada yang menyangsikan kehebatan Maradona saat berseragam klub. Meski tidak sedahsyat pencapaian Messi bersama Barcelona, penggemar sepakbola tetap mengapresiasi tinggi kejayaan Maradona bersama klub, terutama saat berseragam Napoli.
Bayangan seorang Maradona mampu mengangkat klub kecil seperti Napoli menerobos persaingan Liga Italia Serie A pada tahun 1990-an yang saat itu merupakan liga sepakbola terpopuler sekaligus terketat di dunia masih sangat jelas dalam ingatan.
Ronaldo, sudah menjadi legenda Portugal - Photo by Daily Post
Napoli merebut Scudetto disaat Serie A Italia memiliki Inter Milan, AC Milan dan Juventus yang menjadi hegemoni penguasa Serie A kala itu.Transfermarkt mencatat rekam jejak keberhasilan Maradona memimpin Napoli memenangkan Scudetto dan kemudian berlanjut dengan memenangkan UEFA CUP dinilai sama fantastisnya dengan kejayaan Messi bersama Barcelona memenangi La Liga dan gelar juara Liga Champions.

Bahkan dari sisi yang lain, penggemar sejati Maradona selalu memunculkan fakta bahwa Maradona berhasil meraih kejayaan bersama Napoli, klub tanpa sejarah prestasi yang kuat di tanah Italia apalagi Eropa. Maradona juga tidak dikelilingi pemain-pemain bintang yang selalu siap "melayaninya".

Cerita heroisme Maradona bersama Napoli seperti replikasi kisah kepahlawanan Maradona saat mengantarkan Argentina meraih gelar juara Piala Dunia 1986. Gelar juara yang konon dimenangkan sendiri oleh kehebatannya. Sampai-sampai ada pernyataan unik bahwa timnas Argentina yang meraih juara Piala Dunia 1986 adalah Maradona ditambah 10 pemain lain diatas lapangan.

Sebaliknya semua kejayaan Messi bersama Barcelona yang mengantarkannya meraih 5 penghargaan pemain terbaik dunia FIFA pada 2009,2010,2011, 2012 dan 2015 dianggap belum sebanding untuk melewati status legenda seorang Diego Maradona. Messi boleh jadi hebat bersama Barcelona, sangat hebat malah, tetapi selalu muncul ulasan bahwa kehebatan Messi bersama Barcelona terjadi karena dirinya berada di klub besar dengan sejarah prestasi yang kuat.

Messi juga dianggap sangat beruntung karena dikelilingi pemain-pemain hebat seperti Xavi, Iniesta, Thierry Henry, Samuel Etoo, Deco dan Ronaldinho. Bagaimana jika tidak ada pemain-pemain hebat tersebut di sekitar Messi? Lihatlah performa Messi bersama Argentina.

Messi saat berkostum klubnya Barcelona adalah seorang pemain terbaik dunia tetapi lain halnya ketika berbicara Messi saat berkostum timnas negaranya Argentina. Bersama Argentina, Messi belum sekalipun mempersembahkan gelar juara di level senior seperti halnya Maradona membawa Tim Tango Juara Piala Dunia 1986.

Pencapaian terbaik Messi saat berkostum Argentina dicatat Transfermarkt adalah saat masih memperkuat tim di level junior. Tepatnya saat Messi memimpin Argentina junior memenangkan Piala Dunia Junior 2005 dan medali emas Olimpiade 2008. Sisanya bersama timnas level senior, Argentina nihil gelar meski Messi sudah turun membela Argentina di tiga edisi Piala Dunia 2006, 2010 dan 2014.

Inilah yang kemudian menjadikan Messi sebagai sasaran kritik pendukung Argentina karena tidak kunjung mampu mentransformasikan kehebatannya bersama Barcelona di level timnas. Satu hal yang juga tidak bisa dilakukan kompetitor utama Messi, Cristiano Ronaldo.
Seperti halnya Messi, Ronaldo sudah merasakan semua gelar bergengsi di level klub baik saat berseragam Manchester United maupun saat mengenakan seragam Real Madrid. Dari pencapaian penghargaan pemain terbaik dunia FIFA pun Ronaldo tidak kalah dengan Messi. Ronaldo memenangkan penghargaan ini pada 2008, 2013, 2014, 2016 dan 2017.

Artinya selama 9 tahun terakhir sejak 2008 sampai 2017, penghargaan pemain terbaik dunia FIFA dikuasai oleh CR7 dan Messi. Ini juga sekaligus menasbihkan keduanya sebagai pesepakbola terbaik yang ada di muka bumi saat ini. Dua pesepakbola terbaik yang HANYA berjaya di level klub tetapi nihil kontribusi saat berseragam timnas di ajang sebesar Piala Dunia.

Ronaldo boleh meraih kejayaan saat berseragam klub tetapi bersama Portugal di Piala Dunia dirinya belum bisa berbuat banyak. Dibandingkan Messi, Ronaldo memang lebih baik di level timnas dengan sudah mempersembahkan trofi Piala Eropa 2016 kepada negaranya, namun Piala Dunia jelas jauh lebih bermakna. Dan Ronaldo sama saja tidak berdayanya di Piala Dunia dengan Messi.

Jika demikian kesamaan antara Messi dan Ronalo di Piala Dunia, mengapa hanya Messi yang menjadi bulan-bulanan atau setidaknya mendapatkan ekspose lebih besar setiap kali gagal bersama timnas di turnamen sepakbola terbesar di dunia tersebut? Jawabannya adalah karena Diego Maradona bukan berasal dari Portugal.


Yap, andaikan saja Maradona bukan berasal dari Argentina, maka Messi tidak akan mendapatkan tekanan dan kritik hebat setiap kali gagal memberikan performa terbaik saat tampil mengenakan kostum timnas Argentina di Piala Dunia. Maradona boleh jadi adalah alasan terbesar mengapa Messi selalu menjadi satu-satunya "terpidana" setiap kali timnas Argentina gagal di Piala Dunia.


Perbandingan keduanya selalu menjadi pembahasan terutama jika menyangkut kehebatan kedua legenda ini saat berkostum Argentina. Kemunculan awal Messi yang kemudian mendapat julukan Messidona, nomor punggung 10 dan ban kapten timnas Argentina seperti menggiring Messi masuk dalam wilayah pembandingan tanpa henti dengan sang legenda Maradona yang notabene sudah mengakui bahwa Messi tidak seharusnya dibanding-bandingkan dengan dirinya.


Perbandingan seperti ini yang tidak ditemui Ronaldo di Portugal. Bersama Portugal, Ronaldo hanya akan mendapat perbandingan dari dua legenda Portugal bernama Eusebio dan Luis Figo. Status legenda Ronaldo bahkan bisa jadi sudah dianggap melewati Eusebio dan Luis Figo.


Eusebio dan Luis Figo adalah dua legenda Portugal yang berstatus pemenang Piala Champions bersama klub mereka masing-masing. Eusebio memenanginya pada tahun 1962 sedangkan Luis Figo pada tahun 2002. Ronaldo? Dia melebihi pencapaian kedua legenda tersebut dengan memenanginya sebanyak 4 kali pada 2008, 2014, 2016 dan 2017.
Messi selalu dibandingkan dengan Maradona - Photo by DNA India
Pencapaian Ronaldo bersama timnas bahkan lebih baik daripada Luis Figo. Jika Figo hanya mampu meraih runner up Piala Eropa 2004 maka Ronaldo memenanginya di 2016. Meski demikian,jika dibandingkan dengan Eusebio, Ronaldo kalah dalam pencapaian di Piala Dunia.  Eusebio meraih peringkat ketiga saat Piala Dunia 1966. Pencapaian yang nyaris saja disamai Ronaldo saat Portugal takluk dari Jerman dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2006.

Meski demikian, secara keseluruhan bolehlah dikatakan bahwa status legenda Ronaldo sudah melebihi dua legenda Portugal yang menjadi pembanding bagi pencapaiannya sebagai pesepakbola. Kualitas pembanding inilah yang kemudian membuat Ronaldo praktis tidak terlalu menjadi sorotan tiap kali Portugal gagal di Piala Dunia.

Lain halnya dengan Messi yang dibandingkan dengan seorang megabintang sekelas Diego Maradona. Pencapaian seorang Maradona yang melebihi pencapaian Eusebio apalagi Figo di Piala Dunia adalah pijakan yang mesti dilalui Messi untuk mengukuhkan statusnya sebagai legenda sepakbola terbaik yang pernah dimiliki negaranya. Dan Ronaldo tidak mendapati pijakan yang tinggi seperti itu di Portugal. Beruntunglah Ronaldo karena Maradona bukan pemain Portugal.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.