Beranikah Lewandowski Menguji Ketajaman Di Luar Bundesliga?

Robert Lewandowski ambil bagian penting dalam kemenangan telak 6-0 Bayern Munich saat menjamu Hamburg dalam lanjutan Bundesliga Jerman. Pada laga yang dilangsungkan di Allianz Arena, Sabtu (10/3/2018) malam WIB, penyerang timnas Polandia itu mencetak tiga gol alias hattrick. Rinciannya, dua gol di babak pertama dan satu gol dipenghujung laga lewat eksekusi penalti.
Lewandowski sangat tajam di Bundesliga - Photo from WTOP
Tambahan tiga gol membuat Lewandowski sudah mencetak 142 gol dalam 182 laga bersama Bayern Munich. Sebuah catatan yang menasbihkan dirinya sebagai pemain asing tersubur yang pernah dimiliki FC Hollywood. Lewandowski dicatat Transfermarkt melewati pencapaian 139 gol Giovane Elber, penyerang asal Brazil yang memperkuat Bayern Munich pada periode 1997-2003. Hebatnya lagi, jika Elber butuh 265 laga untuk mencetak gol sebanyak itu maka Lowandowski cuma butuh 182 laga untuk melewatinya.

Catatan mantan pemain Borussia Dortmund yang membelot ke Bayern Munich pada awal musim 2014/2015 itu makin mengkilap berkat sebuah fakta bahwa tiga gol ke gawang Hamburg membuat dirinya kini tercatat sudah mencetak 100 gol untuk Bayern hanya untuk laga di Bundesliga saja. Wow, luar biasa!

Semua statistik mengagumkan diatas mengingatkan kembali betapa pemain berusia 29 tahun tersebut merupakan satu dari sekian banyak striker papan atas Eropa saat ini. Wajar jika nama Lewandowski kerap dikaitkan dengan ketertarikan sejumlah klub elit Eropa seperti Real Madrid, MU sampai Arsenal. Pertanyaannya, apakah Lewandowski tetap akan setajam ini jika bermain di luar Bundesliga?

Pertanyaan ini pantas diajukan untuk memantapkan lagi pandangan bahwa Lewandowski adalah striker top di Eropa. Bagaimana pun anggapan bahwa Liga Jerman tidak seketat dan sekompetitif Liga Spanyol, Liga Inggris dan Liga Italia masih jamak muncul. Sebuah anggapan yang cukup berdasar jika melihat kinerja beberapa striker top Bundesliga dalam 10 tahun terakhir saat menjajal kompetisi di luar Jerman.

Mereka yang tajam di Bundesliga belum tentu juga tajam saat berkiprah di luar Jerman. Tengok kiprah Edin Dzeko. Penyerang timnas Bosnia ini merupakan striker tajam Bundesliga bersama Wolfsburg. Soccerway mencatat jumlah golnya bagi Wolfsburg di Bundesliga mencapai 66 gol dalam 111 laga selama 3,5 musim. Kualitas Dzeko saat hijrah ke Man City pada pertengahan musim 2010/2011 memang masih terjaga namun angka statistik tidak bisa berbohong bahwa performanya tidak setajam di Liga Jerman.

Jika bersama Wolfsburg Dzeko mencatat 66 gol di Bundesliga dalam 111 laga maka bersama The Citizen Dzeko memainkan jumlah laga yang 19 kali lebih banyak namun dengan torehan gol 16 kali lebih sedikit. Dzeko melalui 130 laga Liga Inggris dengan torehan 50 gol sebelum hengkang ke Serie A Italia pada musim 2015/2016.

Bersama klub ibukota itu, performa Dzeko membaik terutama di musim keduanya bersama AS Roma. Pada musim 2016/2017, pemain berusia 31 tahun itu mencetak 29 gol dalam 37 laga Serie A. Jumlah gol ini dicatat Transfermarkt sebagai rekening gol tertinggi Dzeko dalam semusim di sebuah liga domestik Eropa.  Meski demikian, Dzeko sama sekali belum memenangkan gelar juara apapun bersama AS Roma.
Dzeko, eks penyerang Bundesliga di Liga Italia - Photo from Metro
Miroslav Klose sedikit lebih baik daripada Dzeko. Penyerang legendaris Jerman yang tajam bersama Bayern Munich dan Werder Bremen itu mampu memenangkan Coppa Italia 2013 bersama Lazio. Dirinya datang ke Italia di usia 32 tahun namun masih bisa menyarangkan 54 gol dalam 139 laga Serie A. Sebuah sinyal bahwa Liga Italia bersahabat untuk eks striker Bundesliga? Hmm, Lewandowski perlu menimbang-nimbang fakta ini

Faktanya saat berlaga di Liga Inggris, penyerang eks Bundesliga tidak begitu tokcer. Contoh terkini adalah pada kasus Pierre Emerick Aubameyang. Datang ke Arsenal pada bursa transfer Januari 2018, penyerang yang tajam bersama Borussia Dortmund seperti mati kutu berlaga di Liga Inggris.

Kisah Aubameyang berpotensi mengulangi cerita Lukas Podolski yang tajam bersama FC Koln namun datang ke Arsenal hanya untuk gagal tampil tajam dan terpaksa dipinjamkan ke Inter Milan. Nah dengan sejumlah fakta tersebut, beranikah Lewandowski menjajal kompetisi di luar Bundesliga?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.