Tiga Kiper Hebat Yang Membeku Di Bangku Cadangan Liga Inggris Musim Ini

Dalam permainan sepakbola terdapat satu posisi yang sangat ketat persaingannya. Saking ketatnya, jika posisi tersebut sudah ditempati seorang pemain maka hanya ada dua kejadian saja yang bisa membuat pemain lain dapat mengambil jatah bermain di posisi itu. Posisi yang dimaksud adalah posisi kiper. Tidak seperti posisi di lini serang, lini tengah dan belakang, posisi kiper menjadi sangat spesial karena hanya diperankan satu orang pemain.

Di lini serang, jika seorang penyerang tengah kalah bersaing dengan pemain lain, dia bisa saja bergeser menjadi penyerang sayap. Pun demikian seorang gelandang serang masih memiliki alternatif posisi sebagai gelandang sayap, penyerang sayap bahkan gelandang bertahan.

Begitu juga halnya dengan posisi di lini belakang Seorang bek tengah bisa bertransformasi menjadi bek sayap atau sebaliknya. Pada beberapa kejadian, seorang bek bahkan bisa maju menjadi gelandang bertahan atau sebaliknya.

Fleksibilitas ini yang tidak dimiliki posisi kiper sehingga seperti yang sudah disebutkan di awal tulisan, salah sedikit atau menunjukkan performa buruk bisa berakibat seseorang digeser dari posisi kiper. Repotnya, untuk mendapatkan kembali posisi itu bukan perkara yang mudah.

Demikianlah yang terjadi pada beberapa kiper di Liga Inggris musim ini. Tiga kiper yang akan kami bahas ini sejatinya adalah kiper berkelas namun karena gagal bersaing dengan kiper pilihan manajer membuat mereka harus membeku di bangku cadangan.

Sergio Romero (Manchester United)
Romero saat mengawal gawang MU - Photo by HITC
Kiper asal Argentina ini datang ke Old Trafford pada awal musim 2015/2016 ketika MU masih ditangani Louis Van Gaal. Kombinasi masa lalunya yang sukses menjuarai Liga Belanda bersama AZ Alkmaar ditangan Van Gaal serta situasi David De Gea yang kala itu gencar diberitakan akan hengkang ke Real Madrid membuat Romero digadang-gadang sebagai kiper nomor satu MU berikutnya.

Keputusan Van Gaal mendatangkan Romero jelas bukan tanpa alasan. Selain karena terbukti pernah membantu sang Meneer meraih juara Liga Belanda, Romero memang salahsatu kiper kelas dunia meski dicatat Transfermarkt hanya beredar di klub-klub seperti AZ Alkmaar, Sampdoria dan Monaco.

Performanya sebagai kiper nomor satu timnas Argentina adalah fakta yang tidak terbantahkan. Bersama tim Tango, Romero membawa Argentina melaju ke partai final Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015 meski kemudian gagal menjadi juara.

Memasuki musim ketiganya bersama MU, Romero tampak asik-asik saja dengan perannya sebagai deputi David De Gea. Keputusan Mourinho yang memberikan menit bermain bagi David De Gea di Liga Inggris dan Liga Champions sedangkan dirinya hanya bertarung di FA Cup dan Piala Liga diterimanya begitu saja.

Fans MU pun tahu bahwa meski lebih banyak berada di bangku cadangan, Romero sejatinya tidak kalah dengan De Gea. Bagaimana Romero membawa MU juara Europa League musim lalu, kompetisi yang diprioritaskan Mourinho untuk Romero bermain adalah sebuah bukti tak terbantahkan.

Joe Hart (West Ham United)
Joe Hart, dari Torino ke West Ham - Photo by HITC
Pada awalnya, keputusan Joe Hart untuk bermain bagi West Ham United selepas dipinjamkan Man City ke Torino dipandang sebagai keputusan terbaik mengingat pria berusia 30 tahun itu sudah kalah tersingkir dari Claudio Bravo dan makin tersingkir dengan kedatangan Ederson yang juga menggusur Claudio Bravo.

Naas tidak dapat ditolak, performa buruk West Ham yang berujung pada pemecatan Slaven Bilic dari kursi manajer The Hammers menjadi awal mula mimpi buruk Joe Hart musim ini. Pengganti Bilic, David Moyes ternyata lebih mempercayai Adrian untuk berdiri di bawah mistar gawang.

Apes bagi Hart (namun untung bagi Moyes), kinerja West Ham membaik dan terus menjauh dari zona degradasi seiring penunjukan kiper asal Spanyol itu mengawal gawang The Hammers. Jadilah kini Joe Hart berubah status dari kiper utama menjadi kiper cadangan.

Kondisi ini sungguh menjadi pergerakan nasib yang sangat drastis bagi Hart. Dua musim yang lalu dirinya masih dipandang sebagai salah satu kiper hebat di Liga Inggris bahkan juga dianggap sebagai salah satu kiper hebat dunia bersama Casillas, Buffon dan Neuer.

Keadaan Hart menjadi alarm bahaya mengingat Piala Dunia sudah tinggal menghitung hari saja. Jika tidak banyak perubahan maka Gareth Southgate bisa saja mempertimbangkan posisinya sebagai kiper utama timnas Inggris meski Hart termasuk pemain senior dalam skuad The Three Lions.

Claudio Bravo (Manchester City)
Claudio Bravo, musim ini jadi cadangan Ederson - Photo by Sky Sports
Inilah sosok yang menggusur Joe Hart dari posisi kiper utama Man City saat datang dari Barcelona pada awal musim 2016/2017. Bravo yang sukses menjadi juara bersama Barcelona dan timnas Cile dipandang sebagai kiper yang paling paham keinginan Pep Guardiola.

Sayangnya Bravo gagal menjaga kepercayaan Guardiola. Tanda-tanda kegagalan itu sebenarnya sudah terlihat ketika Bravo langsung memulai debut bersama The Citizen dalam derby Manchester. Kapten timnas Cile itu membuat blunder yang berujung gol Zlatan Ibrahimovic. Untung saja Man City kala itu memenangi laga.

Kinerja buruk pada laga derby rupanya terus berlanjut sepanjang musim 2016/2017. Saking buruknya, fans Man City sampai membandingkan kinerja Bravo dengan Joe Hart yang disaat bersamaan tampil gemilang bersama Torino di Serie A Italia. Kondisi yang lantas membuat Guardiola mendatangkan Ederson awal musim ini.

Praktis sejak Ederson hadir, Bravo menepi ke bangku cadangan dan hanya tampil pada ajang FA Cup dan Piala Liga Inggris. Nama baik Bravo sebagai kiper tangguh masih terjaga berkat keberhasilannya membawa Man City meraih gelar juara Piala Liga Inggris 2018, trofi perdana The Citizen bersama Pep Guardiola.

Nah, anda tentu bisa melihat kesamaan dari ketiga kiper tangguh yang membeku di bangku cadangan Liga Inggris musim ini. Yap, mereka sama-sama berstatus sebagai kiper utama di timnas masing-masing, Joe Hart di Inggris, Romero di Argentina dan Bravo di Cile.

Bravo dan Romero tampaknya tidak akan begitu terganggu dengan status mereka sebagai pilhan kedua di bawah mistar gawang klub musim ini. Cile tidak akan tampil di Piala Dunia 2018 sehingga Bravo tidak punya kepentingan berburu menit bermain. Adapun Romero dinaungi keberuntungan karena meski hanya menjadi kiper kedua di klub, timnas Argentina tetap mempercayakan posisi nomor satu di bawah mistar gawang kepadanya.

Kondisi tersebut tidak dimiliki Joe Hart. Sebagai kiper utama Inggris saat ini, Joe Hart niscaya deg-degan menanti pengumuman skuad pilihan Gareth Southgate ke Rusia 2018 mengingat jumlah menit bermainnya di level klub semakin berkurang.

Apalagi sejumlah kiper Inggris seperti Jordan Pickford, Jack Butland, Fraser Forster dan Tom Heaton yang rutin bermain tiap minggu sudah mengincar posisinya. Jika terus begini kondisinya, Hart bukan saja akan membeku di bangku cadangan tetapi bahkan gagal duduk di bangku cadangan Inggris di Piala Dunia 2018.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.