Senja Kala Gianluigi Buffon Dihadapan Tottenham Hotspur

Apa yang ada dalam pikiran Allegri saat menyaksikan 2 gol Tottenham Hotspur bersarang ke jala gawang Juventus? Meski beberapa kali melakukan penyelamatan pada laga yang berakhir imbang 2-2 tersebut, dua gol yang gagal diamankan Gianluigi Buffon memperlihatkan bahwa ketangguhan Buffon memang sudah termakan usia.
Buffon tidak mampu menahan Kane mencetak gol - Photo by footbal5star.com
Pada gol pertama Spurs yang dicetak Harry Kane di menit ke 35, kapten Juventus itu beraksi bak kiper kemarin sore saat dilewati dengan mudah oleh Kane. Kami sendiri sampai geleng-geleng kepala melihat kiper sekelas Buffon dilewati dengan cara seperti itu.

Gol kedua Spurs yang lahir dari tendangan bebas Christian Eriksen memperlihatkan satu hal yaitu refleks Buffon sebagai kiper semakin menurun. Bola hasil tendangan Eriksen sebenarnya berada pada jalur yang sangat terjangkau namun tetap saja gagal diantisipasinya. Seakan-akan bola itu meluncur terlalu deras dan tidak kuasa ditepis Buffon.

Atas kinerja tersebut, Who Scored memberikan rating 5.55. Nilai rating ini bukan hanya menjadi yang terendah dari seluruh pemain Juventus pada laga itu, tetapi juga menjadi rating terendah dari seluruh pemain kedua tim yang turun merumput pada duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions tersebut. Sederhananya, Buffon adalah pemain terburuk pada pertandingan itu.

Catatan ini mungkin menjadi sinyal bagi Allegri bahwa sang kiper sudah tergerus kemampuannya oleh waktu. Jangan lupakan bahwa usia Buffon saat ini sudah 40 tahun, umur yang terbilang sudah sangat uzur. Buffon seperti sedang menghadapi senja kala seorang kiper tua. Mantan kiper Parma ini memang sudah menyatakan bahwa musim ini akan menjadi musim terakhirnya bersama Juventus.

Pertanyaannya, sanggupkah Allegri menahan diri melihat gawang Juventus kebobolan banyak gol dengan dalih memberikan kesempatan untuk sang legenda mengakhiri pengabdian diatas lapangan alih-alih menemui ujung karir dibangku cadangan?

Pilihan ada pada Allegri. Dibelakang Buffon masih ada nama Wojciech Szczesny, kiper utama AS Roma musim lalu.
Szczesny sudah sangat siap menggantikan Buffon - Photo by dailystar.co.uk
Mantan kiper Arsenal itu memiliki kinerja lebih baik daripada Buffon musim lalu di Serie A Italia. Squawka mencatat Szczesny mencetak 14 clean sheet dan 93 penyelamatan dari 38 laga. Catatan kinerja itu lebih baik dari 12 clean sheet dan 61 penyelamatan yang dibuat Buffon dalam 30 laga.

Ketika berada pada tim yang sama dimana Szczesny menjadi deputi Buffon, kiper Polandia itu juga mencatatkan statistik lebih baik dengan membuat 8 clean sheet lebih banyak daripada 7 clean sheet Buffon di Serie A Italia. Artinya Allegri tidak perlu kuatir dengan kualitas dibawah mistar gawang jika ingin menahan Buffon di bangku cadangan.

Faktanya beberapa bintang sepakbola yang sudah termakan usia memang harus menerima kenyataan bahwa aksi-aksinya diatas lapangan sudah tidak sebanyak dulu lagi. Tanyakan hal itu pada Ryan Giggs dan Francesco Totti yang menit bermainnya terus berkurang drastis seiring penambahan usia mereka. Keduanya menjalani senja kala karir dengan menghabiskan banyak menit bermain di bangku cadangan.

Meski kiper tergolong posisi dalam sepakbola yang paling awet umurnya, Buffon tampaknya sedang menjalani senja kalanya sebagai seorang kiper legendaris. Dan hal itu makin terlihat jelas dihadapan 2 gol Spurs yang bersarang ke gawang Juventus.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.