Sayang Sekali, Final Kepagian AC Milan vs Arsenal Di Babak 16 Besar Liga Europa

Bohong kalau tidak ada yang berpikir bahwa final Liga Europa ideal musim ini adalah laga AC Milan melawan Arsenal. Sejak Rossoneri dan The Gunners dipastikan menjadi kontestan kompetisi antar klub Eropa nomor dua itu, bayangan mereka akan bertemu pada partai puncak Liga Europa musim ini langsung terpatri dalam benak dan pikiran publik penggemar sepakbola.
Van Bommel vs Rosicky mewakili duel Milan dan Arsenal di masa lalu - Photo by Zimbio
Meski terdapat klub lain seperti Lyon, Lazio, Marseille dan Everton yang tidak kalah menjanjikan duel seru, tetap saja AC Milan dan Arsenal jadi favorit untuk mentas di partai final. Bahkan ketika Liga Europa kedatangan Atletico Madrid, Napoli dan Borussia Dortmund sebagai tim gusuran Liga Champions, proyeksi dan antusiasme membayangkan final AC Milan vs Arsenal tidak lantas surut.

Wajar jika kemudian banyak yang menyayangkan pertemuan terlalu dini Milan dan Arsenal di babak 16 besar Liga Europa. Kedua tim, demi kepentingan gengsi Liga Europa seharusnya bertemu di partai final. Sayangnya hasil undian seperti yang diperlihatkan laman resmi UEFA memang mempertemukan keduanya pada babak 16 besar dimana Milan akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu.

Alasan mengapa pertemuan Milan dan Arsenal dianggap terlalu kepagian didasarkan pada profil kedua tim. Orang yang baru menyukai sepakbola pun rasanya tahu bahwa AC Milan adalah raksasa sepakbola Italia sekaligus juga pemegang 7 trofi Liga Champions. Adapun Arsenal adalah klub elit Liga Inggris yang selalu masuk dalam kandidat juara tiap musimnya meski sudah puasa gelar Premier League cukup lama.

Pertemuan AC Milan dan Arsenal bukan hanya sekedar pertemuan dua tim elit Eropa tetapi juga menjadi representasi pertarungan wakil Liga Italia melawan Liga Inggris. Apalagi jika menimbang kondisi kedua tim musim ini yang tidak begitu bagus performanya di kompetisi domestic sehingga bakal menjadikan Liga Europa sebagai buruan utama.

Yap, Liga Europa bisa jadi jalan Milan dan Arsenal untuk memenangkan trofi juara di akhir musim sekaligus meraih tiket ke Liga Champions musim depan. Bayangkan serunya laga yang akan terjadi ketika dua tim dengan motivasi yang sama berburu trofi Liga Europa bertemu di babak final.
Arsenal bertemu kembali dengan AC Milan di Eropa - Photo by Zimbio
Nasi sudah jadi bubur. Pertemuan AC Milan dan Arsenal sudah diputuskan terjadi di babak 16 besar. Keseruan laga tetap akan tersaji karena Gattuso dan Wenger tentu tidak mau peluang mendapatkan gelar juara di kompetisi ini berakhir di babak 16 besar.

Latar belakang seperti ini menambah keseruan laga. Apalagi Soccerway mencatat rekor pertemuan kedua tim berimbang. AC Milan dan Arsenal sudah bertemu sebanyak 6 kali dan hasilnya masing-masing meraih 2 kemenangan, 2 kalah dan 2 imbang. Data ini menunjukkan betapa kedua tim memiliki level kekuatan yang setara.Tambahkan lagi fakta pertemuan terakhir keduanya pada tahun 2012 yang menjadi laga hujan gol.

Babak 16 besar Liga Champions musim 2011/2012 jadi saksi serunya laga AC Milan melawan Arsenal. Pada leg pertama di San Siro, Milan menang telak 4-0 lalu saat ganti menjamu Milan di leg kedua, gantian Arsenal menang telak 3-0. Tim asuhan Wenger memang gagal lolos tetapi 7 gol dalam 2 laga sudah menjadi tontonan menarik bagi publik penggemar sepakbola. Ah sayang sekali mereka bertemu bukan di partai final Liga Europa melainkan di babak 16 besar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.