Prestasi Transfer Termahal Dunia 20 Tahun Terakhir, Neymar Bakal Sukses Atau Gagal?

Anda pengguna setia taksi online? Jika iya maka secara tidak langsung anda merupakan target responden yang bagus untuk mengkonfirmasi kualitas kenyamanan mobil LCGC dengan non LCGC. Jasa taksi online memang menyediakan berbagai macam armada untuk mengangkut penumpangnya, mulai dari mobil kelas LCGC sampai non LCGC yang menjurus ke mobil kelas menengah keatas.

Anda bisa membandingkan bagaimana kualitas mobil dengan harga terjangkau dibandingkan mobil yang menguras kocek lebih dalam. Kata orang, ada harga ada barang. Harga murah identik dengan kualitas kenyamanan yang alakadarnya.
Neymar, pemegang rekor transfer termahal dunia saat ini - Photo by Daily Star
Pun demikian jika kita membawa analogi ini pada harga transfer pemain dengan kualitas yang diberikannya bagi klub pembeli. Harga mahal yang muncul saat mendaratkan seorang pemain tentu diharapkan setimpal dengan kinerja yang diberikan diatas lapangan.

Inilah salahsatu pertanyaan besar yang muncul saat Neymar didatangkan PSG dengan banderol harga 222 juta euro yang menjadi rekor transfer termahal sepanjang sejarah. Bisakah Neymar mengkompensasi nilai triliunan rupiah yang dikeluarkan PSG untuknya dengan prestasi tertinggi?

PSG patut optimis pada potensi sukses Neymar bersama klub kota Paris itu jika melihat rekam jejak pemain yang didatangkan dengan rekor transfer pemain dalam 20 tahun terakhir atau sejak tahun 1997. Transfermarkt mencatat kecenderungan pemain dengan banderol mahal pada akhir 90-an atau jelang era 2000-an gagal memberikan prestasi sesuai harapan di klub barunya namun setelahnya pemain dengan nilai transfer termahal mampu memberikan prestasi yang memuaskan.

Pemain yang masuk kategori mahal namun gagal adalah Ronaldo Luis Nazario de Lima (Barcelona ke Inter Milan / 1997), Denilson (Sao Paulo ke Real Betis / 1998) dan Christian Vieri (Lazio ke Inter Milan / 1999). Diantara ketiga pemain ini, hanya Ronaldo saja yang cukup lumayan memberikan gelar Piala UEFA musim 1997/1998. Adapun Denilson melempem setibanya di Real Betis dan terpaksa dipinjamkan kebeberapa klub sebelum sempat memenangi Copa Del Rey musim 2004/2005 saat kembali dari masa peminjaman. Vieri? bomber timnas Italia itu tidak menyumbang satu pun trofi juara bagi Inter Milan.

Transfer mahal setelah tahun 2000 seperti berubah 180 derajat ketika pemain-pemain yang memecahkan rekor transfer memberikan prestasi bagi klub baru mereka. Adalah Luis Figo (Barcelona ke Real Madrid / 2000), Zinedine Zidane (Juventus ke Real Madrid / 2001), Cristiano Ronaldo atau CR7 (MU ke Real Madrid / 2009), Gareth Bale (Tottenham Hotspurs ke Real Madrid / 2013) dan Paul Pogba (Juventus ke MU / 2016) membayar harga mahal mereka dengan torehan gelar juara.

Transfermarkt mencatat secara detail bagaimana Luis Figo dan Zidane menyumbangkan semua titel juara yang mungkin diraih dari yang paling prestisius seperti gelar Liga Champions, La Liga Spanyol, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antar Klub (dulu bernama Piala Intercontinental), Copa Del Rey sampai Piala Super Spanyol. Zidane bahkan terus berlanjut memberikan sumbangsih lewat dua titel Liga Champions dan1 juara La Liga sebagai pelatih Real Madrid saat ini.

Jangan tanyakan bagaimana kontribusi CR7 terhadap Madrid. Pemilik nomor punggung 7 Madrid ini sudah memberikan 3 gelar Liga Champions dan 2 titel La Liga untuk El Real serta gelar Piala Dunia Antar Klub. Tidak sampai disitu, CR7 juga menjelma menjadi top skor Madrid sepanjang masa dengan sejumlah pemecahan rekor lainnya. Nilai 94 juta euro untuk mendatangkan kapten timnas Portugal itu dari MU kini terasa murah harganya dibandingkan kinerja sang pemain.
Ronaldo sangat sukses bersama Real Madrid - Photo by Fox Sports
Adapun Gareth Bale mungkin tidak memberikan efek sedahsyat CR7 tetapi bintang timnas Wales itu langsung unjuk gigi dimusim perdana bersama Madrid dengan raihan double winner trofi Copa Del Rey dan Liga Champions. Hal yang sama ditunjukkan Paul Pogba kala memberi gelar Piala Liga Inggris dan juara Europa League di musim debut kembalinya ke MU.

Apakah anda melihat benang merah kecenderungan sukses pemain dengan rekor transfer era 2000-an dengan era sebelumnya? Benang merah itu adalah pada pilihan klub baru mereka.

Ronaldo, Denilson dan Vieri hijrah ke klub yang tidak memiliki tradisi juara seperti pilihan Figo, Zidane, CR7, Bale dan Pogba ke Real Madrid dan MU. Ronaldo dan Vieri memang hijrah ke Inter Milan yang berstatus klub elit Italia namun di akhir 1990-an, Juventus dan AC Milan lah yang sedang berjaya di Serie A. Apalagi dengan pilihan Denilson berlabuh ke Real Betis di La Liga Spanyol yang sudah terang benderang dikuasai oleh Madrid dan Barca.

Real Madrid dan MU yang jadi tujuan kepindahan pemain dengan rekor transfer termahal era 2000-an merupakan klub yang punya tradisi juara bukan hanya di Liga Domestik tetapi juga sangat kompetitif di kompetisi Eropa. Nah, Neymar sudah memilih hijrah ke PSG, klub yang berstatus elit di Ligue 1 Prancis namun masih mencoba eksis di level elit Eropa. Jejak siapa yang akan diikuti oleh Neymar? Gagal seperti Ronaldo dan Denilson ataukah sukses besar seperti CR7 dan Zidane?

Melihat kinerja Neymar sejauh ini bersama PSG, rasanya gelar juara Liga Prancis tinggal menunggu waktu saja. Jika ukuran kesuksesan mengacu pada gelar juara maka Neymar bisa dianggap berhasil namun jika maksud mendatangkan Neymar bagi PSG adalah untuk berjaya di Eropa maka indikator kesuksesan tersebut tampaknya sulit dipenuhi pemain Brazil itu seturut kekalahan 1-3 PSG dari Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Silahkan anda menilai sendiri, Neymar termasuk yang sukses atau tidak sebagai pemain termahal dunia di akhir musim nanti.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.