Musim Ini Liga Europa Terasa Seperti Liga Champions

Pada awal bergulirnya Liga Europa musim 2017/2018, terdapat beberapa klub yang digadang-gadang sebagai kandidat juara atau minimal akan memiliki kiprah positif di kompetisi antar klub Eropa nomor dua tersebut. Sebut saja AC Milan, Arsenal, Lazio, Everton, Lyon dan Marseille.
AC Milan, kandidat juara Liga Europa - Photo by AC Milan
Enam klub ini cukup familiar di telinga pencinta sepakbola dunia sehingga kiprah mereka diharapkan berlangsung lama di Liga Europa musim ini. Semakin lama mereka bertahan diyakini akan membuat level kompetitif dan gengsi Liga Europa terjaga.

Sayangnya, setelah usai laga terakhir di fase grup, Everton yang diperkuat juara Liga Europa musim lalu, Wayne Rooney, tersingkir di fase grup. Apakah gengsi Liga Europa berkurang?

Jawabannya adalah tidak. Kompetisi yang dianggap tidak lebih bergengsi daripada Liga Champions itu wajib berterimakasih atas mekanisme penempatan tim peringkat tiga fase grup Liga Champions ke babak 32 besar Liga Europa.

Meski berstatus sebagai tim yang gagal melaju ke fase gugur Liga Champions, keberadaan tim peringkat ketiga di babak 32 besar Liga Europa dapat menaikkan gengsi kompetisi itu, bahkan mengancam kontestan asli Liga Europa dalam berburu gelar juara.

Fans AC Milan dan Arsenal yang sudah keburu bermimpi tim kesayangannya akan melaju jauh dalam perburuan gelar juara Liga Europa diminta untuk mengkoreksi lagi isi mimpinya. Liga Europa kini menjadi tidak semudah di awal musim. Kompetisi ini bahkan bisa dikatakan hampir menyamai ketatnya Liga Champions.

Perhatikan tambahan tim gusuran alias tim peringkat tiga dari fase grup Liga Champions. Dari delapan tim buangan fase grup Liga Champions, beberapa diantaranya tergolong tim elit. Sebut saja nama Atletico Madrid, Napoli dan Borrusia Dortmund.

Siapa tidak kenal Atletico Madrid? Inilah runner up Liga Champions musim 2013/2014 dan 2015/2016. Andaikan tim asuhan Diego Simeone tidak berada dalam grup ketat yang berisikan Chelsea dan AS Roma, mungkin saja juara La Liga musim 2013/2014 itu tidak harus berlaga di 32 besar Liga Europa.

Pun demikian dengan Borrusia Dortmund. Runner up Liga Champions musim 2012/2013 itu ketiban sial berada satu grup dengan juara bertahan Real Madrid dan tim Liga Inggris yang sedang on fire, Tottenham Hotspurs.

Napoli sendiri meskipun tersingkir dari fase grup Liga Champions tetap dipandang sebagai salahsatu tim kuat Italia bahkan Eropa saat ini. Bagaimana anak asuh Maurizio Sarri tengah bertarung ketat dalam perburuan scudetto Serie A Italia menunjukkan kelayakan Napoli untuk berada di deretan klub elit Eropa saat ini.

Liga Europa harus bersorak riang gembira dengan kedatangan tim-tim buangan Liga Champions. Kompetisi tersebut kini terasa seperti Liga Champions berkat bersatunya AC Milan, Arsenal, Lazio, Lyon, Marseille dengan Atletico Madrid, Napoli dan Borrusia Dortmund. Aroma Liga Champions makin menguat jika kita menyadari bahwa Liga Europa memiliki tiga mantan juara Liga Champions (Milan, Marseille, Dortmund) di babak 32 besar nanti.

Tim-tim elit diatas mungkin akan saling bertemu sehingga tercipta laga big match atau final kepagian. Tentu kita tidak berharap hal itu terjadi terlalu cepat karena meski tidak saling bertemu, tim-tim elit ini tetap akan menciptakan laga super sengit jika bertemu tim-tim lain yang bisa dikategorikan sebagai kuda hitam Liga Europa.
Arsenal, salahsatu tim elit di Liga Europa - Photo by The Indian Express
Jangan remehkan klub Rusia, Ukraina dan Portugal yang rutin bermain di kompetisi Eropa seperti Dynamo Kiev, CSKA Moskow dan Sporting Lisbon. Apalagi masih ada tim-tim papan tengah La Liga dan Serie A yang kekuatannya lebih teruji berkat habitat kompetisi domestik yang ketat seperti Villarreal, Athletic Bilbao, Real Sociedad dan Atalanta.

Sengitnya kompetisi Liga Europa musim ini sudah tampak pada hasil leg pertama babak 32 besar. Diluar dugaan, Napoli kalah telak 1-3 dari Leipzig dan Lazio ditundukkan FCSB 1-0.

Dua wakil Italia tersebut berpotensi gugur di babak 32 besar jika tidak mampu membalikkan keadaan pada leg kedua. Napoli dan Lazio bisa saja menyusul sejumlah klub “bagus untuk ukuran Liga Europa” seperti Atalanta, Dynamo Kyiv, Zenit dan Villarreal yang juga gagal meraih kemenangan di leg pertama.

Meski demikian, kalaupun hal tersebut terjadi kompetisi ini tetap terjaga gengsinya berkat potensi besar kelolosan tim-tim elit seperti Atletico Madrid, Arsenal, Borrusia Dortmund, AC Milan, Marseille, Glasgow Celtic dan Lyon dari babak 32 besar. Liga Europa musim ini memang berasa seperti Liga Champions.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.