Mengenang Michael Owen, Striker Hebat Yang Meredup Di Usia Emas

Fans timnas Argentina punya satu gol andalan untuk “diberikan” kepada pendukung timnas Inggris. Gol itu dibuat pada tahun 1986 dalam gelaran Piala Dunia 1986 saat tim Tango bertemu The Three Lions pada babak perempat final Piala Dunia Meksiko. Adalah Maradona mencetak gol dengan mengiring bola dari tengah lapangan melewati pemain-pemain Inggris. Gol yang sangat luar biasa.
Owen, striker andalan Inggris pada eranya - Photo by talskport.com
Berselang 12 tahun kemudian pada gelaran Piala Dunia 1998 di Prancis, fans timnas Inggris akhirnya menemukan “gol tandingan” untuk dibanggakan dihadapan fans tim Tango. Dengan prosesi yang hampir sama, seorang remaja yang baru berumur 18 tahun menggiring bola dengan cepat dari tengah lapangan melewati pemain-pemain Argentina dan menceploskan bola ke gawang juara dunia dua kali itu. Gol yang juga tidak kalah luar biasanya.

Michael Owen. Ya, nama remaja itu adalah Michael Owen. Legenda timnas Inggris itu memang merupakan tipikal penyerang haus gol. “ Finishingnya mengagumkan untuk seorang yang masih muda” puji Glen Hoddle, manager timnas Inggris yang memberikannya debut turnamen Internasional seperti dilansir dari BBC (19/3/2013). Pemain yang memulai karir profesionalnya bersama Liverpool ini sayangnya tidak mendapati raihan trofi juara yang setimpal dengan kemampuan luar biasanya sebagai seorang penyerang. Transfermarkt mencatat Owen tidak pernah memenangkan trofi Liga Champions meski pernah bermain juga untuk klub sebesar Real Madrid dan Manchester United

Gelar juara Liga Inggris musim 2010/2011 yang diraihnya bersama MU bisa dibilang sangat tidak bermakna karena pada musim tersebut Owen hanya mendapatkan 11 kali kesempatan merumput dengan hanya menyumbang 2 gol. Owen bak menumpang nama saja untuk kejayaan MU menjuarai Premier League musim itu.

Bersama Liverpool, klub yang paling lama dibelanya selama 8 musim, trofi terbesarnya hanya UEFA Cup 2001. Sisanya hanya berupa FA Cup, Piala Liga Inggris dan Community Shield, sama seperti yang diraihnya juga dengan MU. Bersama klub sebesar Real Madrid Owen hanya bertahan semusim dan tidak memberikan prestasi gelar juara satu pun.

Kepindahannya ke Real Madrid bahkan bisa dikatakan jadi keputusan terburuk sepanjang karirnya. Bagaimana tidak, setelah 8 musim tidak kunjung menjuarai liga domestik dan Liga Champions bersama Liverpool, Owen memutuskan hengkang ke klub ibukota Spanyol itu karena menganggap peluang juara disana lebih besar.
Owen 8 musim membela Liverpool - Photo by dailymail.co.uk
Sial tak bisa diduga, Liverpool justru memenangkan trofi Liga Champions pada musim pertama usai ditinggal pergi sang striker andalan tersebut. Jadilah Owen hanya meratapi keputusan berganti klub ke Real Madrid disaat Steven Gerrard dkk berpesta mengangkat trofi Liga Champions di Istanbul Turki pada tahun 2005.

Kepahitan ini jadi salahsatu kisah yang akan selalu dikenang dari seorang Michael Owen disamping heroisme gol indahnya ke gawang Argentina di Piala Dunia 1998. Jalan cerita Owen mungkin akan berbeda jika dirinya tetap bertahan di Liverpool karena faktanya usai pindah ke Real Madrid karirnya terus mengalami penurunan meski usianya saat itu baru 25 tahun, usia dimana pesepakbola sedang menjalani puncak performanya.

Gagal gemilang bersama klub, karir Owen bersama timnas Inggris juga nihil gelar. Meski sempat berstatus pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang masa sebelum dipecahkan oleh Wayne Rooney, pemain yang gantung sepatu di Stoke City ini tidak bisa berbuat banyak untuk kejayaan The Three Lions. Padahal Owen bermain bersama bintang sekelas Bekcham, Gerrard, Lampard dan Ronney sendiri. Generasi emas yang gagal kata orang-orang.

Boleh dikatakan Michael Owen adalah bintang sepakbola Inggris yang gagal mencapai puncak karir meski dibekali segudang talenta sebagai striker hebat di depan gawang lawan. Kombinasi cedera dan kendala fisik menghalanginya untuk berbuat lebih banyak di usia emasnya sebagai pemain. Keputusan hengkang dari Liverpool memperparah kondisi itu. Ah, sayang sekali Owen.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.