Jawaban Lukaku Untuk Para Pengkritiknya

It’s all about Lukaku! Yap, laga big match yang mempertemukan tuan rumah MU menjamu Chelsea pada Minggu (25/2/2018) menjadi panggung bagi Romelu Lukaku. Dalam momen kemenangan 2-1 MU atas Chelsea, Lukaku mencuri perhatian dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Sederhananya, Lukaku sangat terlibat atas kemenangan MU tersebut.
Romelu Lukaku jadi bintang kemenangan MU atas Chelsea - Photo by India Today
Menjadi menarik karena sebelum laga melawan Chelsea, Lukaku terus saja diterpa kritikan seputar ketidakmampuannya menjebol gawang tim elit Liga Inggris bersama MU musim ini. Lukaku memang sukses menjadi pencetak gol terbanyak MU di Premier League musim ini tetapi fakta bahwa dirinya “menghilang” di lini depan tiap kali MU bertemu tim besar Inggris mengurangi penghargaan atas kinerjanya selama ini.

Lukaku sesungguhnya memulai debutnya di Liga Inggris bersama MU dengan manis sekali. Penyerang timnas Belgia itu mencetak dua gol ke gawang West Ham United pada laga perdana MU di Liga Inggris musim ini.

Lukaku makin mempesona dengan terus mencetak 7 gol dalam 7 laga beruntun Liga Inggris seperti dicatatkan Soccerway. Sampai disini, Lukaku langsung membuat fans MU melupakan sosok Ibrahimovic sebagai penyerang utama MU musim lalu.

Masalah muncul ketika MU bertemu lawan berat perdana mereka musim ini, Liverpool. Setelah subur dihadapan gawang tim menengah seperti West Ham, Swansea, Stoke City, Everton dan Southampton, Lukaku mendadak mandek bikin gol dihadapan tim sekelas Liverpool. Hipotesa bahwa Lukaku hanya subur dihadapan lawan yang lemah mulai muncul.

Fakta pada laga-laga MU selanjutnya kemudian seperti memperkuat hipotesa tersebut. Lukaku absen bikin gol ketika MU melawan Tottenham Hotspurs, Chelsea, Arsenal dan Man City namun tetap menyumbang gol ketika lawan MU adalah tim sekelas Newcastle United, Bournemouth, West Brom, Stoke City dan Huddersfield.

Catatan diatas jadi bukti nyata betapa Lukaku kesulitan menembus pertahanan tim kuat Liga Inggris. Sebuah fakta yang menafikan kontribusi golnya yang sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Lukaku kadung dianggap bukan striker papan atas yang sesungguhnya karena hanya bagus di depan gawang tim lemah.
Lukaku membuktikan bahwa dirinya striker hebat - Photo by NDTV Sports
Sebuah anggapan yang dibayarnya lunas saat MU mengalahkan Chelsea pada laga pekan ke 28 Liga Inggris. Dikatakan lunas karena penyerang berusia 24 tahun itu tidak hanya mencetak gol ke gawang tim besar sekelas Chelsea tetapi juga menginisiasi gol kemenangan yang dicetak Jesse Lingard lewat umpan matangnya.

Bagaimana Lukaku “melakukan selebrasi” tanpa ekspresi pada gol pertamanya memperlihatkan ketersinggungannya atas anggapan bahwa dirinya lemah di depan gawang tim kuat. Gestur yang mencair saat dirinya ikut meledak merayakan gol Jesse Lingard.

Ya, Lukaku sangat pantas untuk merayakan penampilannya saat MU menang atas Chelsea. Penampilan yang membungkam para pengkritiknya selama ini. Sebuah jawaban telak yang membuyarkan hipotesa bahwa dirinya hanya sanggup mencetak gol ke gawang tim-tim lemah di Inggris. Congratulations Lukaku!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.