Claudio Marchisio, "The Next One Man One Club" Di Era Sepakbola Modern?

Pemandangan seorang pesepakbola bermain hanya untuk satu klub dalam karir profesionalnya dan mengakhirinya bersama klub yang sama adalah sebuah pemandangan yang langka dalam era sepakbola modern saat ini. Tuntutan prestasi yang ujung-ujungnya agar klub mampu meraih keuntungan bisnis menjadi domain utama mengalahkan kisah soal kesetiaan pemain hanya pada satu klub saja.
Marchisio hanya membela Juve sepanjang karir - Photo by Juventus.com
Perhatikan bagaimana pemain hebat seperti Raul Gonzales gagal mengakhiri karirnya bersama Real Madrid. Alessandro Del Piero yang digadang-gadang bakal berakhir di Juventus pun ternyata harus mengungsi ke Liga Australia di penghujung karirnya. Pun demikian dengan pemain sekelas Steven Gerrard yang menutup buku karirnya di Amerika Serikat.

Mendapati pemain yang bisa memulai dan menutup karirnya hanya untuk satu klub saja adalah sebuah pemandangan yang selalu menyejukkan. Pemain-pemain seperti Francesco Totti dan Paolo Maldini yang memulai dan mengakhiri karir di satu klub yang sama menjadi simbol kesetiaan dalam sepakbola. Kesetiaan untuk merasakan naik turun dan suka duka bersama klub kesayangan. Hal ini tidak bisa diukur dengan  gelimangan trofi juara atau uang yang banyak demi memindahkan jiwa yang mencintai sebuah klub ke klub yang lain.

Maka ketika Claudio Marchisio, gelandang senior Juventus menyatakan kesetiaannya pada Si Nyonya Tua, kami berharap di dalam hati agar melihat lagi pemandangan seorang pemain memulai dan mengakhiri karir untuk satu klub yang sama. “Jangan sentuh Marchisio. Tetaplah bersama kami” ujar tifosi Juventus pada sebuah spanduk dukungan seperti dikutip dari Vecchia Signora (16/1/2018).

Marchisio sendiri memang mendapati situasinya di Juventus tidak berjalan dengan baik. Usianya sudah 31 tahun dan kalah bersaing dengan barisan gelandang Juventus seperti Sammy Khedira dan Miralem Pjanic. Kondisi tersebut diperparah dengan kendala cedera lutut pada 2016 yang membuatnya tidak banyak mendapatkan menit bermain musim ini.

Meski demikian, kesetiaan Marchisio tidak luntur pada klub yang dibelanya sejak musim 2005/2006 itu. Pemain yang ikut berjuang bersama Juventus untuk naik promosi dari Serie B ke Serie A pada musim 2006/2007 itu bahkan menegaskan tidak ingin membela tim lain di Liga Italia selain Juventus. “Aku tak akan pernah mengenakan jersey tim lain di Serie A” tegas Marchisio seperti dilansir dari Sky Sports (7/2/2018).
Marchisio tidak ingin membela klub lain selain Juve - Photo by goal.com
Pernyataan yang tegas ini sebaiknya menjadi pertimbangan bagi manajemen Juventus untuk memberikan kesempatan pada pemain kelahiran 19 Januari 1986 tersebut untuk mengakhiri karir di kota kelahirannya, Turin Italia. Pemain yang sepanjang karirnya hanya membela Juventus ini (sempat dipinjamkan ke Empoli pada musim 2007/2008) layak menjadi “The Next One Man One Club” di era sepakbola modern.

Sumbangsih Marchisio bagi Juventus sangatlah besar untuk diabaikan dan teramat kejam jika membiarkannya menutup karir di tempat lain. Marchisio dicatat Transfermarkt mempersembahkan 6 scudetto, 3 Coppa Italia dan 3 Super Coppa Italy. Meski hanya sanggup membawa Juventus dua kali runner up Liga Champions, kinerja Marchisio jelas sangat pantas diapresiasi.

Dan apresiasi tertinggi yang bisa diberikan Juventus bagi pemain yang lahir dari didikan akademi Si Nyonya Tua itu adalah memberikannya kesempatan untuk mengakhiri karir dengan balutan kostum klub yang dicintainya. Sesuatu yang tidak diberikan Juventus untuk Alessandro Del Piero dulu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.