Aubameyang (Belum Tentu) Lebih Baik Daripada Lacazette

Apa perasaan Alexandre Lacazette melihat Arsenal begitu kesengsem dengan Pierre Emerick Aubameyang dan kini berhasil mendaratkan striker Borussia Dortmund itu ke Arsenal? Upaya mati-matian The Gunners mengupayakan kedatangan Aubameyang tentu bukan tanpa sebab.
Aubameyang jadi penyerang baru Arsenal - Photo by metro.co.uk
Sederhananya, Aubameyang adalah seorang penyerang, posisi yang sama dengan Lacazette. Mendatangkan Aubameyang tentu ditujukan untuk memperkuat lini penyerangan dan itu artinya secara halus Arsenal ingin mengatakan “ternyata Lacazette belum bisa menjamin lini serang yang tajam”

Kedatangan Aubameyang menjadi “tamparan” bagi Lacazette karena seharusnya Arsenal sudah berhenti memburu seorang penyerang dengan kedatangan Lacazette diawal musim. Apakah ini semua karena kepergian Alexis Sanchez?

Rasanya tidak juga karena setelah pemain Cile itu pergi Arsenal mendapatkan Henrikh Mkhitaryan. Selain itu The Gunners masih memiliki Giroud, Wellbeck dan Lacazette sendiri di lini depan. Singkat cerita ditambah dengan Iwobi dan Ozil, lini serang Arsenal sebenarnya punya komposisi bagus. Apalagi Who Scored mencatat lini serang Arsenal menjadi satu dari lima tim dengan lini serang tertajam di 10 besar klasemen sementara Liga Inggris.

Catatan ini menunjukkan bahwa bersama Lacazette, lini serang Arsenal baik-baik saja dan tidak perlu sampai repot-repot mendatangkan Aubameyang. Terkait dengan performa individu, Lacazette sendiri dicatat Who Scored berstatus sebagai pemain tersubur Arsenal sejauh ini di Liga Inggris dengan 9 gol. Fakta ini semakin menguatkan bahwa Lacazette sudah cukup menunjukkan bahwa dirinya adalah striker yang tepat bagi Arsenal.

Lacazette sudah bikin 9 gol untuk Arsenal di Liga Inggris - Photo by dailystar.co.uk
Meski demikian, jika kita membandingkan kinerja Lacazette dengan Aubameyang musim ini maka terlihat bahwa Aubameyang memang lebih baik daripada Lacazette. Buktinya? Jika Lacazette sudah mencetak 9 gol di Liga Inggris maka Aubameyang lebih banyak lagi dengan torehan 13 gol di Bundesliga Jerman.

Soccerway menggarisbawahi bahwa jumlah gol Aubameyang yang lebih banyak itu diperolehnya lewat kesempatan bermain yang lebih sedikit. Lacazette butuh 22 laga untuk 9 gol sedangkan Aubameyang hanya butuh 16 laga untuk bikin 13 gol.

Pada sisi yang lain, Aubameyang juga punya kecenderungan lebih agresif di lini serang daripada Lacazette. Who Scored mencatat Aubameyang membuat 3.6 shoot per laga lebih banyak daripada 2.2 shoot per laga Lacazette. Sekali lagi, data berbicara bahwa Aubameyang lebih baik daripada Lacazette.

Data-data ini memperlihatkan mengapa Arsenal begitu ngotot mengejar Aubameyang. Secara statistik penyerang berusia 28 tahun itu terlihat lebih menjanjikan peningkatan ketajaman lini serang untuk Arsenal. Meski demikian, jangan lupakan satu hal bahwa semua catatan kinerja Aubameyang dibuatnya di Bundesliga sedangkan Lacazette mencatatkannya di Liga Inggris.

Kita sama-sama paham bahwa ini dua liga yang berbeda dengan tingkat persaingan yang berbeda pula. Pada titik ini kita tidak bias memastikan apakah Aubameyang benar-benar lebih baik daripada Lacazette. Kita lihat saja nanti.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.