Alvaro Morata Kena Kutukan Nomor Punggung 9 Chelsea?

Apa kabar Alvaro Morata? Kinerja penyerang yang didatangkan Chelsea pada awal musim 2017/2018 itu bisa dikatakan gagal memenuhi harapan. Mantan striker Real Madrid tersebut baru menyumbangkan 10 gol di Liga Inggris untuk Chelsea sampai pekan ke 27. Torehan golnya masih kalah dari 11 gol Eden Hazard. Tidak begitu tajam di Liga Inggris, Morata juga baru mencetak satu gol untuk The Blues di ajang Liga Champions. Wajar jika kinerjanya dipandang gagal memenuhi harapan Chelsea.
Morata belum terlalu tajam bersama Chelsea - Photo by Football 5 Star
Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa pemain baru di lini serang klub-klub elit Inggris, kinerja Morata juga masih kalah. Who Scored memperlihatkan ketika Mohamed Salah di Liverpool sudah melesakkan 22 gol dan Romelu Lukaku menyumbangkan 12 gol bagi MU di Liga Inggris, Morata baru mencapai 10 gol saja. Apakah ini semua ada kaitannya dengan kutukan nomor punggung 9 Chelsea yang kerap menghantui pemegang nomor punggung tersebut?

Pertanyaan besar yang menggelayuti perekrutan Alvaro Morata sebagai penyerang baru Chelsea bukan soal nilai transfernya semata. Morata hadir di Stamford Bridge membawa status sebagai penyerang termahal yang pernah direkrut The Blues namun kisah nomor punggung 9 yang dikenakan Morata menjadi cerita tersendiri.

Morata dihadapkan pada tugas berat melawan sejarah kelam pemilik nomor punggung 9 Chelsea. Beberapa penyerang tenar yang pernah mengenakan nomor punggung 9 Chelsea terbilang gagal menampilkan kualitas terbaik mereka. Seakan-akan nomor punggung 9 menjadi kryptonite yang melemahkan kekuatan Superman.

Tanda-tanda kesulitan Morata bersama kostum bernomor 9 itu sebenarnya mulai terlihat pada laga-laga pra musim. Penyerang timnas Spanyol itu terbilang melempem saat melakoni pra musim bersama Chelsea. Pada dua laga awal pra musim yang dijalaninya, Morata selalu keluar lapangan sebagai pihak yang kalah. Debut perdana terjadi ketika Morata turun sebagai pemain pengganti saat Chelsea takluk 2-3 dari Bayern Munich. Penampilan kedua Morata sebagai starter juga tidak menyelamatkan Chelsea dari kekalahan 1-2 atas Inter MIlan. Kurang impresifnya Morata dalam laga pra musim sampai memunculkan kembali kekuatiran akan kegagalan para penyerang Chelsea yang bernomor punggung 9.

Transfermarkt mencatat pada musim 2004/2005, Chelsea memiliki nama Mateja Kezman sebagai pemakai nomor punggung 9. Striker Serbia itu didatangkan ke London dengan riwayat luar biasa sebagai mesin gol PSV di Liga Belanda. Apa yang terjadi saat Kezman mengenakan nomor punggung 9 Chelsea? Kezman kehilangan ketajamannya dan hanya sanggup mencetak 7 gol dai 41 laga.

Nama berikutnya yang terbilang gagal di Chelsea adalah Hernan Crespo. Setelah melanglang buana menjadi raja gol di Serie A Italia bersama Parma, Lazio dan Inter Milan, Chelsea mendaratkannya pada musim 2003/2004. Ketajaman Crespo di Serie A ternyata tidak berlanjut di Liga Inggris. Pemain yang menjadi top skor Serie A musim 2000/2001 ini hanya sanggup mencetak 25 gol dari 73 laga. Uniknya ketika dipinjamkan ke AC Milan, Crespo menjadi bagian penting tim Ancelotti saat itu dan menyumbang dua gol di final Liga Champions 2005 meski Milan takluk dari Liverpool. Lebih cocok dengan tim Italia?
Crespo tajam di Italia namun melempem bersama Chelsea - Photo by Pinterest
Kegagalan penyerang bernomor punggung 9 yang paling tragis rasanya terjadi ketika Fernando Torres memakai nomor punggung keramat itu. Berstatus penyerang tajam dari Atletico Madrid yang kemudian tampak sangat menikmati Liga Inggris bersama Liverpool, Torres mendadak mandul saat berseragam Chelsea. Pencetak gol kemenangan Spanyol di final Piala Eropa 2008 itu memang turut berjasa membawa The Blues juara Liga Champions dan juara Europa League, namun jumlah gol yang dicetaknya selama berada di Stamford Bridge tidak sesuai harapan.

Kisah serupa juga menimpa Falcao. Penyerang yang menjadi mesin gol Porto, Atletico Madrid dan AS Monaco itu mandul setibanya di Liga Inggris saat merumput bersama Manchester United. Chelsea yang menjadi klub keduanya di Liga Inggris dicatat Soccerway tidak membantunya menemukan ketajaman setelah hanya sanggup mencetak 1 gol dari 10 laga di musim 2015/2016.

Meski tidak ada relasi kuat antara nomor punggung dengan kualitas teknis, Morata patut mewaspadai kegagalan penyerang-penyerang Chelsea yang mengenakan nomor punggung 9. Bagaimana Chelsea sampai mendatangkan seorang Olivier Giroud dari Arsenal pada bursa transfer Januari 2018 sebenarnya merupakan tamparan atas kinerja Morata di lini depan Chelsea. Tim asuhan Antonio Conte tidak perlu repot-repot mendatangkan penyerang baru andai saja Morata berhasil memenuhi harapan mereka. Jadi Morata, berhati-hatilah dengan faktor non teknis nomor punggung 9 ini. Atau bagaimana jika Morata ganti nomor punggung saja?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.