Persebaya Menang, Oknum Bonek (Tetap) Berulah, Dimana Logikanya?

Ada semacam alur yang umum terjadi dalam sebuah laga sepakbola di Indonesia terutama pada partai-partai yang terbilang rawan ricuh supporter. Alurnya sederhana saja. Jika tim tuan rumah kalah maka siap-siap saja supporter tim tuan rumah melakukan tindakan tidak terpuji alias ricuh. Sebaliknya jika tim tuan rumah menang maka nyaris bisa dipastikan kondisi akan aman-aman saja seusai laga.
Bonek selalu setia mendukung Persebaya - Photo by jawapos.com
Logika yang terbilang umum namun sebenarnya tidak bagus itu jadi berantakan ditangan oknum Bonek dalam laga Persebaya melawan Madura United. Meski tim Bajul Ijo memetik kemenangan 1-0 yang mengantarkan Persebaya lolos ke babak 8 besar dengan status juara Grup C Piala Presiden 2018, oknum Bonek tetap saja berulah.

Aksi menyalakan flare dilakukan oknum Bonek saat merayakan kemenangan 1-0 Persebaya atas Madura United. Parahnya lagi, bak sudah kegatelan, aksi itu dilakukan bahkan saat pertandingan belum berakhir seperti dilansir beritanya dari Detik (29/1/2018).

Aksi yang melanggar peraturan ini tentu saja mencoreng kemenangan Persebaya. Panpel pertandingan tim kebanggaan arek Suroboyo itu kini menanti surat dari Komdis mengenai sanksi yang akan diterima. "Kami sudah geledah setiap sudut stadion pada H-1. Bahkan, tadi pagi juga geledah kembali. Penonton saat masuk juga kami periksa, tapi masih bisa lolos," ujar Ketua Panpel Grup C Piala Presiden 2018 Wisnu Sakti Buana seperti dilansir dari Liputan6 (29/1/2018).

Pada sisi lain, diluar stadion juga terjadi kericuhan antara pihak keamanan dengan oknum pendukung Persebaya yang tidak memiliki tiket namun memaksa ingin masuk. Apa yang dipertontonkan oknum supporter ini menegaskan masih rendahnya kesadaran para pendukung untuk mendukung tim kesayangannya dengan cara yang tepat.

Dimana logika oknum supporter ini? Tim kesayangan mereka menang dan lolos ke babak 8 besar tetapi masih saja melakukan aksi yang melanggar peraturan. Tidakkah mereka paham aturan mana yang boleh dan tidak boleh dalam stadion? Ataukah sebenarnya sudah tahu tetapi memang pada dasarnya oknum supporter ini memiliki karakter sifat tidak taat pada peraturan?
Pahabol merayakan gol ke gawang Madura United - Photo by bola.tempo.co
Pun demikian dengan aksi oknum supporter yang memaksa masuk ke dalam stadion meski tidak memiliki tiket. Hellloooo. Memiliki tiket berarti boleh masuk ke stadion dan tidak ada tiket berarti tidak boleh masuk stadion. Masak hal sesederhana ini masih tidak bisa dipahami?

Kejadian pelanggaran oleh oknum supporter pada laga Persebaya melawan Madura United menjadi satu lagi pelajaran bagi setiap klub di Indonesia untuk meningkatkan pembinaan dan edukasi kepada kelompok supporter mereka. Disisi lain mereka juga harus legowo menerima sanksi atas pelanggaran yang diperbuat oknum supporter karena kita tentu berharap pihak keamanan termasuk Komdis PSSI dapat bersikap lebih tegas kepada ulah oknum supporter yang tidak dapat mematuhi peraturan yang ada.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.