Mengenang Del Piero Dan Totti, Dua Pangeran Sepakbola Italia Di Era Yang Sama

Siapa yang lebih baik, Alessandro Del Piero atau Francesco Totti? Ini adalah pertanyaan yang sering keluar dari remaja cowok pada akhir tahun 1990-an. Siapa yang lebih tampan, Del Piero atau Totti? Nah, kalau pertanyaan yang ini biasanya muncul dari remaja cewek pada masa itu.

Totti dan Del Piero, dua pangeran sepakbola Italia - Photo by calciomercato.com
Del Piero dan Totti adalah dua nama yang membuat remaja cewek bahkan cowok terbagi menjadi dua kubu. Satu kubu mengagumi Del Piero dan satunya lagi memuja Totti. Bisa dipastikan kebanyakan remaja cewek melakukannya karena paras tampan mempesona keduanya. Adapun remaja cowok mengagumi mereka berkat kinerja vital sebagai pemain penting di Juventus dan AS Roma, dua klub papan atas Italia.

Del Piero bisa dibilang mendapatkan jalan lebih baik dalam meniti prestasi ketimbang Totti. Keberadaan Del Piero di Juventus, klub yang rutin meraih trofi membuatnya lebih sering mendapatkan panggung juara. Bersama Juventus, Transfermarkt mencatat pemain kelahiran Conegliano Italia itu memenangkan 6 Scudetto, 1 Liga Champions, 1 Coppa Italia, 1 Piala Super Eropa dan 1 Piala Intercontinental (nama turnamen sebelum menjadi Piala Dunia Antar Klub FIFA).

Gelimangan prestasi Del Piero berbanding terbalik dengan raihan Totti. Masih dari Transfermarkt, pria yang lebih muda dua tahun dari Del Piero itu dicatat hanya meraih 1 Scudetto, 2 Coppa Italia dan 1 Super Coppa Italia. Dengan perbedaan prestasi tersebut wajar jika Del Piero lebih dulu menyegel posisi kunci di timnas Italia.

Soccerway mencatat ketika Del Piero sudah mentas bersama Gli Azzuri sejak tahun 1995, Totti baru mendapatkan kesempatan mengenakan kostum kebesaran timnas Italia pada tahun 1998. Pantas saja jika jumlah caps Del Piero lebih banyak (97) daripada Totti (58).

Meski demikian, kiprah keduanya di timnas Italia justru berbanding terbalik. Sejak mentas bersama timnas Italia tahun 1995, Del Piero sudah digadang-gadang menjadi penerus Roberto Baggio, bintang utama Italia ketika itu. Sayangnya harapan tinggal harapan. Del Piero tidak kunjung memberikan penampilan terbaik bersama Italia. Jika sekarang orang mempermasalahkan Messi hebat bersama Barcelona namun mentok bersama Argentina maka pada masa itu fans Italia mempermasalahkan Del Piero gemilang bersama Juventus namun gagal tampil oke bersama timnas Italia.

Di momen seperti inilah orang-orang lantas mulai membandingkan Del Piero dengan Totti. Meski minim trofi juara bersama AS Roma, Totti dipandang memiliki skill yahud yang tidak kalah hebat dari Del Piero. Bukan kebetulan jika keduanya sama-sama menjadi bintang utama di klub masing-masing, idola Italia saat itu dan berparas tampan (yang terakhir ini penting ga sih?).

Sama-sama mengenakan nomor punggung 10 di klub masing-masing membuat rivalitas yang terbangun diantara keduanya menemukan judul headline yang pas berbunyi “ Siapa Pemilik Nomor 10 Gli Azzuri?”. Yap, keduanya berburu status sebagai pemain sentral di timnas Italia.

Italia mengenal Roberto Baggio sebagai pemilik nomor 10 Gli Azzuri di Piala Dunia 1994. Del Piero lantas mendapatkan keistimewaan mengenakan nomor sakral itu pada Piala Dunia 1998, turnamen dimana dirinya gagal unjuk kemampuan. Nama Totti kian gencar diajukan sebagai pemain yang lebih hebat dan pantas mendapat peran utama di timnas Italia daripada Del Piero.

Dino Zoff, pelatih Italia di Piala Eropa 2000 masih mempercayakan nomor keramat itu pada Del Piero namun memberikan peran lebih pada Totti. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Totti tampil hebat membawa Italia melaju sampai partai final untuk melawan juara dunia 1998 Prancis. Partai puncak itu lantas menjadi pertunjukkan beda kualitas Totti dan Del Piero dalam balutan kostum Gli Azzuri.

Totti tampak akan mengakhiri turnamen itu dengan happy ending usai menginisiasi umpan Pesotto kepada Delvechio. Italia unggul 1-0 dan nyaris menambah keunggulan yang akan mengunci laga jika saja Del Piero tidak melewatkan peluang emas yang diperolehnya. Italia kemudian kalah menyakitkan lewat gol penyeimbang hanya beberapa detik jelang laga berakhir dan dimatikan dengan golden goal David Trezequet di masa perpanjangan waktu.

Banyak yang menilai Totti berjasa besar membawa Italia melaju sampai partai final sebaliknya Del Piero dijadikan kambing hitam karena gagal mengamankan keunggulan akibat melewatkan peluang emas pada partai final. Totti semakin mendapatkan tempat di hati fans timnas Italia. Del Piero? Masih menjadi raja di Juventus namun berubah status jadi pelapis di skuad Italia.

Baik Totti atau Del Piero punya fans setia - Photo by calciomercato.com
Usai gagal mempesona di Piala Dunia 1998 dan dianggap kalah bagus dari Totti di Piala Eropa 2000, perlahan tapi pasti status pemain penting Gli Azzuri beralih ke Francesco Totti. Pangeran AS Roma itu tidak melepaskan kesempatan untuk beraksi dengan puncaknya membawa Italia meraih trofi Piala Dunia 2006 di Jerman. Meski Del Piero turut andil pada kelolosan Italia dari hadangan Jerman di semifinal, sulit menyangkal bahwa sinar Totti lebih cemerlang pada turnamen itu.

Gagal memukau di timnas Italia, Del Piero tetaplah sosok yang dikagumi berkat prestasi hebatnya bersama Juventus. Pun dengan Totti yang minim gelar bersama Roma namun kesetiaannya bersama klub ibukota Italia itu dan kinerjanya bersama Gli Azzuri menempatkannya sebagai rival setara bagi Del Piero. Apapun itu keduanya layak masuk dalam daftar pemain hebat yang pernah dimiliki Italia.

Simak komentar Diego Maradona mengenai Del Piero dan Totti. “Antara Zidane dan Del Piero saya memilih Del Piero” ujar Diego Maradona, legenda Argentina seperti dilansir dari Goal (21/5/2012). “Totti pemain nomor satu dunia. Dia merepresentasikan Italia dan fans Italia berbahagia memilikinya” kata pemenang Piala Dunia 1986 itu dilansir dari Corriere della Sera (8/9/2015). Ya, meski terlibat rivalitas, Italia beruntung pernah memiliki keduanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.