Ketika Gol Tangan Tuhan Cutrone "Lebih Canggih" Daripada Milik Maradona

Masih ingat dengan gol Tangan Tuhan Maradona? Gol tersebut dicetak Maradona pada laga perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko kala Argentina berjumpa dengan Inggris. Gol yang dibuat Maradona pada menit ke 51 itu sejatinya bukanlah gol yang sah karena Maradona menggunakan tangannya untuk mendorong bola.
Aksi Cutrone saat mencetak gol ke gawang Lazio - Photo by channelnewsasia.com
Bukan hal yang mudah untuk “mengelabui” wasit Bin Nasser asal Tunisia agar bersikukuh mengesahkan gol itu meski pemain Inggris melakukan protes. Prosesi Maradona memanfaatkan tangannya untuk mendorong bola sembari beraksi bak menyundul bola dengan kepala plus berlari merayakan “gol palsu” itu ke pinggir lapangan membutuhkan kombinasi spontanitas, kelicikan sekaligus kecerdasan disaat bersamaan.

Ah, andai saja saat itu teknologi VAR ( Video Assistant Referee) sudah digunakan. Tentu Maradona tidak akan bisa berlenggang kangkung berakting seolah-olah baru saja mencetak gol. Wasit Bin Nasser akan dengan mudah menemukan kejanggalan gol itu untuk kemudian dianulir. Tapi benarkah VAR bisa mencegah gol seperti ini disahkan?

Sekitar 32 tahun kemudian, tepatnya pada laga Serie A Italia AC Milan melawan Lazio, Minggu (29/1/2018), pendapat bahwa VAR bisa mencegah terjadinya gol Tangan Tuhan terbantahkan. Pada laga yang dimenangkan Milan dengan skor 2-1 itu, striker muda Milan Pattrick Cutrone menyarangkan bola ke gawang Lazio dengan menggunakan tangan alias gol Tangan Tuhan.

Serunya lagi, meski sudah menerapkan teknologi VAR, gol tersebut luput dari pengamatan “asisten wasit” yang dikatakan canggih itu. Pada menit ke 15, Cutrone menyambut umpan tendangan bebas Hakan Calhanoglu “dengan sundulan kepala” dan membuat bola meluncur masuk ke gawang Lazio.
Gol Cutrone menyerupai gol milik Maradona - Photo by mirror.co.uk
Faktanya. Tayangan lambat televisi justru memperlihatkan bola tidak mengenai kepala Cutrone melainkan mengenai tangan mantan penyerang Primavera Milan itu. VAR luput dan gagal menangkap momen itu sehingga gol tersebut lantas disahkan wasit. Toh, tidak ada protes dari pemain-pemain Lazio.

Seisi stadion tidak ada yang menyadari gol Tangan Tuhan versi Cutrone tersebut sampai tayangan lambat televisi memperlihatkannya. “Saya pikir dia mencetak gol dengan kepalanya tapi setelah melihat (tayangan lambat), saya melihat itu gol yang tidak seharusnya” ujar Gattuso dikutip dari Reuters (29/1/2018). menanggapi gol tersebut. “Tendangan bebas yang dikonversi dengan tangan, sulit dipercaya” keluh pelatih Lazio Simone Inzaghi.

Jadi, dengan keberadaan VAR pun ternyata gol Tangan Tuhan ala Cutrone bisa lolos dari pengamatan.Terlepas dirinya sengaja atau tidak sengaja mencetak gol tersebut, bolehlah kita mengatakan bahwa gol Tangan Tuhan Cutrone "lebih canggih" daripada gol Tangan Tuhan Maradona karena gol Cutrone tidak hanya “menipu” wasit, seluruh pemain, official pelatih dan seisi stadion tetapi juga mengelabui “asisten wasit” secanggih VAR

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.