Egy Maulana Vikri, Kado Terbaik Untuk Sepakbola Indonesia Di Tahun 2017

Tahun 2017 menjadi salahsatu tahun terburuk bagi para pencinta sepakbola nasional khususnya mereka yang terus setia mengikuti kiprah timnas Indonesia. Tim Merah Putih di semua kelompok umur kerap gagal di sejumlah ajang resmi sepanjang tahun 2017.

Selebrasi Egy usai menjebol gawang lawan - Photo by goal.com
Pencapaian terbaik timnas tahun lalu hanya berupa medali perunggu SEA Games Malaysia. Timnas asuhan Luis Milla yang sedari awal ditargetkan untuk merebut medali emas gagal melaju ke partai final usai ditundukkan tuan rumah Malaysia di babak semifinal.

Kegagalan Evan Dimas dkk memenangkan medali emas sepakbola SEA Games melengkapi kegagalan racikan strategi Luis Milla yang sebelumnya juga gagal meloloskan tim yang sama ke putaran final Piala Asia U-23. Dengan kegagalan juga menghinggapi tim asuhan Luis Milla dalam ajang Islamic Solidarity Games 2017 yang berlangsung di atas lapangan becek, maka lengkap sudah kegagalan pelatih asal Spanyol itu memberikan impresi positif berupa titel juara pada sejumlah kesempatan di tahun 2017.

Seperti janjian, timnas Indonesia di kelompok umur yang lain juga ikut-ikutan gagal memberikan hasil maksimal pada ajang yang diikuti. Timnas U-19 arahan pelatih Indra Sjafrie gagal mengulang kisah manis Evan Dimas dkk setelah kandas di babak semifinal Piala AFF U-18 di tangan Thailand.

Pencapaian lumayan bagus dicatatkan timnas U-16 asuhan Fachri Husaini yang menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup di Vietnam. Keberhasilan Rendy Juliansyah dkk pada turnamen tersebut memunculkan optimisme jelang Piala AFF U-15. Sayangnya, seperti yang sudah-sudah, tiap kali kita berharap banyak maka saat itu pula kita dipaksa menelan kekecewaan. Timnas U-16 dicatat Soccerway gagal total di ajang yang sebenarnya setelah hanya meraih 1 menang, 1 imbang dan 3 kali kalah di Piala AFF U-15.

Keberhasilan timnas U-16 di babak kualifikasi Piala Asia U-16 pada September 2017 mengobati kegagalan tersebut. Sultan Diego Zico dkk berhasil mengamankan tiket ke putaran final yang akan berlangsung di Malaysia. Namun bicara soal keberhasilan mengobati kekecewaan, rasanya tidak ada obat paling ampuh selain melihat lahirnya sosok bintang sepakbola Indonesia yang baru di tahun 2017.

Ya, ditengah rentetan kegagalan timnas sepanjang tahun 2017, kemunculan nama Egy Maulana Vikri bak mengubah nasi yang telah menjadi bubur menjelma jadi bubur ayam yang nikmat rasanya. Egy adalah fenomena tahun 2017. Remaja yang bahkan belum terikat resmi dengan sebuah klub profesional saat berseragam Merah Putih itu memukau pencinta sepakbola nasional lewat aksi-aksinya bersama timnas U-19.

Nama Egy mulai mencuat saat Indonesia tampil pada turnamen Toulon Prancis Juni 2017. Meski timnas gagal menjadi juara namun Egy didapuk sebagai pemenang penghargaan Jouer Revelation Trophee. Bukan sembarang trofi karena penghargaan yang sama pernah diberikan pada mega bintang Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane. Dari sini dunia sudah mulai mencatat bahwa anak Indonesia yang satu ini berada di dimensi yang sama dengan para pemain potensial dunia.

Butuh lebih dari satu orang untuk mengawal Egy - Photo by goal.com
Catatan itu tidak salah sedikitpun setelah Egy tampil memukau dalam gelaran Piala AFF U-18. Meski timnas U-19 gagal menjadi juara tetapi Egy mampu mencuri perhatian lewat aksi-aksinya yang dinilai bak Messi dari Indonesia. Andaikan pengamat sepakbola dari Eropa tahu bahwa julukan Egy adalah Messi Kelok Sembilan hahahahaha

Egy dicatat Soccerway sebagai pencetak gol terbanyak Piala AFF U-18 dan kehebohan semakin menjadi-jadi ketika media terkemuka Eropa, Guardian memasukkan namanya kedalam daftar pemain muda berbakat di seluruh dunia saat ini. Egy kian membanggakan tanah air setelah dunia menasbihkan dirinya sebagai Messi dari Indonesia.

Tahun 2018 ini boleh jadi tiruan Messi tersebut akan merumput di salahsatu klub Eropa dan membawa kebanggaan bagi kita semua bahwa pemain Indonesia bisa bersaing dengan bintang sepakbola dari negara lain. Tahun 2018 akan menjadi tahun penting bagi Messi eh Egy. Di klub mana dirinya berlabuh dan seperti apa kiprahnya di Eropa akan menjadi bacaan wajib para pencinta sepakbola nasional.

Tidak salah jika kita menyatakan bahwa tahun 2018 dan tahun-tahun sesudahnya akan menjadi tahun pembelajaran sekaligus pembuktian bagi Egy karena tahun 2017 lalu sudah menjadi tahun kelahirannya. Kini saatnya tumbuh berkembang menjadi bintang sepakbola Indonesia yang memang pantas dibanggakan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.