Barcelona Dan Nostalgia Bintang Sepakbola Brazil Dalam Diri Coutinho

Mengapa Barcelona begitu ngotot mengejar Philippe Coutinho? Meski sudah ditolak berkali-kali oleh Liverpool, klub Catalan tersebut tetap keukeuh berusaha memindahkan pemuda berusia 25 tahun itu dari Anfield ke Camp Nou. Usaha tanpa kenal lelah Barcelona yang kemudian terbayarkan lunas karena Coutinho kini resmi berseragam Barca.

Coutinho saat sesi perkenalan pada fans Barca - Photo by express.co.uk
Kembali pada pertanyaan awal, mengapa Barcelona sangat ingin mendaratkan Philippe Coutinho di Barcelona? Ketika tawaran Barcelona pada Liverpool untuk Coutinho ditolak, klub Catalan itu terbukti tetap mampu menjalani separuh musim dengan gemilang. Tim asuhan Ernesto Valverde belum terkalahkan dan memimpin klasemen sementara La Liga Spanyol dengan selisih poin jauh dari rival-rivalnya.

Who Scored mencatat Messi dkk bahkan berstatus tim dengan lini serang tertajam di Spanyol berkat lesakan 48 gol dan baru kebobolan 7 gol yang menasbihkan mereka sebagai tim dengan pertahanan terkuat. Tajam di depan dan tangguh di belakang menunjukkan Barcelona sudah solid dan kuat meski tanpa Coutinho sekalipun. Barcelona bahkan menjadi tim dengan kemampuan possession ball dan pass accuracy terbaik di La Liga Spanyol sejauh ini.

Sekali lagi, mengapa Coutinho tetap menjadi buruan Barcelona meski klub itu pun sadar mereka tidak akan bisa menggunakan jasanya di Liga Champions? Jawabannya boleh jadi berkaitan dengan sosok Messi dan kepergian Neymar ke PSG pada bursa transfer musim panas kemarin.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kepergian Neymar ke PSG membuat Barcelona dituntut mencari sosok pengganti yang pas bagi bintang sepakbola Brazil itu. Masalahnya mencari pengganti Neymar bukan sekedar mencari pemain dengan kualitas teknik yang beda-beda tipis dengan Neymar tetapi juga mencari sosok yang akan meneruskan peran Messi sebagai bintang utama di Barcelona.

Neymar sejatinya sudah digadang-gadang sebagai penerus Lionel Messi di Barcelona. Peran vitalnya membentuk trio MSN di lini serang Barcelona bersama Messi dan Suarez memperlihatkan kepantasannya menjadi penerus Messi. Dengan usia Neymar yang baru menginjak 25 tahun dan Messi yang sudah berumur 30 tahun, Barcelona memang sedang menyiapkan regenerasi dari Messi ke Neymar. Sayangnya, Neymar tidak ingin berlama-lama menunggu berada di bawah bayang-bayang Messi. Mantan pemain Santos itu ingin segera menjadi bintang utama di panggung miliknya sendiri, dan PSG mampu menyediakan itu untuknya.

Kepergian Neymar menjadi pukulan telak atas rencana Barcelona menyiapkan penerus bagi Messi. Klub itu mau tak mau harus segera mencari bintang sepakbola muda seperti Neymar yang memenuhi syarat untuk jadi bintang utama seperti Messi di Barcelona. Philippe Coutinho lantas segera menjadi pilihan utama mereka. Bukan Eden Hazard, bukan Kevin De Bruyne apalagi Kylian Mbappe. Mau tahu kenapa? Karena Coutinho berasal dari Brazil.

Ya, preferensi Barcelona pada pemain Brazil memiliki alasan kuat. Klub juara Liga Champions 5 kali ini seperti berjodoh menjadi tempat terbaik bagi bintang sepakbola asal Brazil. Messi yang berasal dari Argentina bahkan bisa dikatakan merupakan sebuah pengecualian karena sebelum kapten timnas Argentina itu menjadi “Dewa” di Barcelona, klub Catalan itu pernah memiliki Juan Roman Riquelme, Javier Saviola sampai Diego Maradona.

Ketiga pemain ini berstatus bintang sepakbola Argentina tapi tidak pernah benar-benar menjadi “Dewa” seperti kiprah Messi di Barcelona selama ini. Transfermarkt mencatat Riquelme hanya bermain sebanyak 42 laga dengan sumbangan 6 gol untuk Barcelona. Riquelme justru membaik ketika dipinjamkan ke Villarreal. Apalagi dengan Saviola. Meski cukup produktif di lini serang tetapi tidak ada satu pun sumbangan gelar juara darinya. Saviola malah berhasil meraih titel juara saat hengkang ke rival sejati Barcelona, Real Madrid.

Kiprah bintang sepakbola Argentina jadi semakin miris karena legenda mereka, Diego Armando Maradona hanya bermain sebanyak 58 laga untuk Bacelona dengan sumbangan 38 gol. Jauh sekali jika dibandingkan dengan kontribusi Messi pada Barcelona. Wajar jika kemudian Messi menjadi sebuah antitesis sukses pemain Argentina di Barcelona.

Catatan berbeda ditunjukkan bintang sepakbola asal Brazil. Nama-nama seperti Romario, Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho sampai Neymar memberikan kontribusi besar selama mengenakan kostum Barcelona. Romario menjadi bagian utama dari The Dream Team Barcelona era Johan Cruyff lalu meski hanya semusim, Ronaldo menyumbangkan 47 gol dalam 49 laga yag berbuah juara Piala Winners, Copa Del Rey  dan Piala Super Spanyol.

Lepas dari Ronaldo, Barcelona kembali jadi tempat yang cocok untuk bintang sepakbola Brazil, kali ini dalam diri Rivaldo. Pemain yang terkenal dengan kedahsyatan kaki kirinya itu bermain selama 5 musim dan menyumbangkan titel juara La Liga serta Copa Del Rey. Puncaknya ketika Ronaldinho menjadi bintang utama Barcelona selanjutnya. Bergabung tahun 2003, Ronaldinho memberikan Barcelona gelar juara La Liga dan Liga Champions di era kepelatihan Frank Riijkard.

Ronaldinho, salahsatu bintang Brazil yang sangat sukses di Barcelona - Photo by express.co.uk
Sampai kemudian Neymar datang dan turut berkontribusi menyumbangkan sejumlah gelar juara termasuk sejarah pencapaian treble winner di era pelatih Luis Enrique. Magis pemain Brazil bagi Barcelona memang sangat kuat. Saking kuatnya, seorang bek sayap seperti Dani Alves pun bisa menyumbangkan 6 gelar La Liga dan 3 titel juara Liga Champions. Pantas jika Barcelona bersikeras mendatangkan Coutinho ke Camp Nou.

Jika ada sosok yang pantas menggantikan Messi sebagai bintang sepakbola dunia di Barcelona maka sosok itu sebaiknya adalah seseorang dari Brazil. Catatan sejarah Barcelona menuntun klub itu pada sebuah kesimpulan bahwa pemain-pemain dari Brazil akan menjadi bintang sepakbola dunia di Camp Nou.

Meski sudah memiliki Paulinho dan Rafinha sebagai sosok Brazil lain dalam tim saat ini, sulit menyangkal bahwa kebintangan Coutinho lebih besar daripada keduanya. Sama-sama berumur 25 tahun seperti Neymar, Coutinho adalah satu dari tiga bintang sepakbola Brazil jaman now bersama Neymar dan Gabriel Jesus. Mendapatkan Coutinho adalah kemenangan bagi Barcelona karena mereka kini memiliki calon penerus Messi sebagai bintang utama Barcelona di masa depan. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.